Selasa, 26 Januari 2016

MiG-31 Jatuh di Dekat Krasnoyarsk

Pesawat tempur MiG-31 jatuh tak jauh dari Krasnoyarsk. Demikian informasi tersebut dilaporkan Interfax, mengutip pernyataan yang disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia.

MiG-31 Jatuh di Dekat Krasnoyarsk

Kementerian mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi selama penerbangan latihan di dekat kota Kansk, di luar daerah permukiman. Pilot pesawat dikabarkan berhasil selamat. Sementara, pesawat MiG-31 tersebut diketahui tak membawa perlengkapan tempur apa pun.

Senjata Elektronik Terbaru Buatan Rusia Siap Diekspor

Senjata elektronik (electronic warfare) Moskow-1, Krasukha-2, dan Krasukha-4 sudah siap diekspor ke luar negeri dan telah menerima surat spesifikasi teknis untuk keperluan ekspor. Seluruh kompleks senjata elektronik ini diramalkan akan menarik minat banyak negara yang memiliki angkatan bersenjata berteknologi tinggi.

Akibat meningkatnya jumlah konflik lokal di seluruh dunia, minat pembelian senjata elektronik buatan Rusia oleh calon pembeli asing pun turut meningkat secara signifikan. Demikian hal tersebut diutarakan perwakilan dari perusahaan Tekonologi Radio (KRET) yang merupakan produsen utama sistem senjata elektronik Rusia.


Kompleks Krasukha-4
Kompleks Krasukha-4

Menurut Wakil Pertama Direktur Umum KRET Igor Nasenkov, “Saat ini, KRET bersama dengan Rosoboronexport, sedang mengerjakan kontrak sistem senjata elektronik berbasis darat.” Menurut informasi yang ia sampaikan, sistem senjata elektronik yang dimaksud adalah kompleks Krasukha-2, Krasukha-4, dan Moskow-1.

Senin, 25 Januari 2016

India bangun pelacak satelit di Vietnam

India akan memasang sebuah pusat pelacakan satelit dan pencitraan di Vietnam selaan yang akan membuat Vietnam mendapatkan akses ke foto-foto dari satelit observasi bumi milik India yang mencakup wilayah itu, termasuk Tiongkok dan Laut Tiongkok Selatan, kata para pejabat India seperti dikutip Reuters.

Langkah yang akan membuat Beijing meradang ini bakal mempererat hubungan antara India dan Vietnam yang keduanya memiliki sengketa wilayah berkepanjangan dengan Tiongkok.


India bangun pelacak satelit di Vietnam

Kendati merupakan fasilitas sipil --satelit pengamatan bumi biasanya memiliki aplikasi pertanian, keilmuwan dan lingkungan--, para pakar keamanan mengatakan teknologi pencitraan yang lebih canggih akan membuat foto-foto yang dihasilkan bisa digunakan juga untuk tujuan-tujuan militer.

Hanoi secara khusus memburu teknologi maju intelijen, pengamatan dan pengintaian di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok menyangkut Laut Tiongkok Selatan, kata mereka.

Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 63 Orang Termasuk Anak-anak

Serangan udara yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Rusia di sisi timur Suriah menyebabkan puluhan orang tewas. Data Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan ada 63 orang tewas dalam serangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dilansir Reuters, Minggu (24/1/2016), sebanyak 9 orang korban tewas merupakan anak-anak.



Serangan Rusia di Khasman, sebuah kota di dekat Deir al-Zor, pada Sabtu (23/1) kemarin juga menelan puluhan korban tewas. Serangan dilakukan di antara serangan-serangan lain yang dilancarkan dalam 48 jam terakhir.

Sabtu, 23 Januari 2016

Kapal SSV Filipina Buatan PT. PAL Indonesia Mulai Melaut + FOTO

Setelah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Filipina, 18/2/2016, kapal perang SSV Filipina mulai melakukan uji laut. Uji laut akan berlangsung dalam beberapa bulan, check and re-chek, hingga nantinya kapal perang SSV BRP Tarlac 601 buatan PT PAL Surabaya ini diserahkan ke Filipina pada Mei 2016. Kapal perang Filipina ini dilengkapi senjata : 76mm Oto Melara main guns dan 25mm automatic cannons.

 
Ada kabar dua negara Asean lainya tertarik untuk membeli kapal ini. Kapal SSV sangat berguna, untuk angkut pasukan, angkut kendaraan tempur, bawa helikopter, rumah sakit di laut dan berbagai misi lainnya, yang dibutuhkan oleh sejumlah militer di Asean.


Putin Terseret Kasus Pembunuhan Eks Agen KGB

London - Surat kabar Inggris menyambut baik hasil penyelidikan pembunuhan mantan agen KGB Alexander Letvinenko yang menyeret Presiden Rusia Vladimir Putin. Beberapa media Inggris bahkan menyebut Putin sebagai preman dalam ulasannya.

Putin Terseret Kasus Pembunuhan Eks Agen KGB

Litvinenko tewas selang 3 minggu usai diracun di hotel mewah Millennium Hotel, London tahun 2006 lalu. Teh hijau yang diminumnya ternyata dicampur radioaktif langka isotop polonium-210. Dia melarikan diri dari Rusia ke Inggris bersama keluarganya, sekitar enam tahun sebelumnya.

Hasil penyelidikan yang dipimpin hakim Inggris Robert Owen akhirnya dirilis pada Kamis (12/1) setelah sekian lama. Dalam laporannya, hakim Owen menyimpulkan pembunuhan Litvinenko sebagai bagian operasi intelijen Rusia yang mungkin disetujui oleh Nikolai Patrushev yang saat itu menjabat Kepala FSB, dinas intelijen Rusia setelah KGB, dan juga oleh Presiden Putin.

Menlu AS Akui Sejumlah Dana Iran Mungkin Dialirkan ke Teroris

Beberapa pihak mengkhawatirkan pencabutan sanksi internasional terhadap Iran, yang banyak dituding mendukung terorisme. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengakui dana yang didapat Iran usai sanksi dicabut, bisa saja mengalir ke kelompok teroris.

Menlu AS Akui Sejumlah Dana Iran Mungkin Dialirkan ke Teroris

Pernyataan ini disampaikan Kerry dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, seperti dilansir AFP, Jumat (22/1/2016). Pekan lalu, AS mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir, di mana Iran bersedia membatasi program nuklirnya.

Ketika ditanya oleh media AS, CNBC, apakah sebagian atau sejumlah dana Iran yang kini tidak lagi diblokir usai sanksi nuklir dicabut akan dialirkan ke organisasi yang dikategorikan oleh AS sebagai teroris, Kerry mengakui kemungkinan itu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...