Jihadis Negara Islam (ISIS) tampaknya menggunakan senjata AS yang berhasil direbut dan mendapat senjata dari pemberontak di Suriah yang selama ini dikirim oleh Arab Saudi.
Studi oleh organisasi penelitian senjata yang berbasis di London melaporkan para jihadis menggunakan sejumlah senjata buatan AS, termasuk senapan serbu M-16.
Laporan juga menemukan bahwa roket anti-tank yang digunakan oleh ISIS di Suriah identik dengan roket M79 yang ditransfer oleh Arab Saudi untuk pasukan pemberontak yang beroperasi di Suriah pada 2013.
Diperkirakan, di negara tetangga Irak, jihadis ISIS menyita sejumlah peralatan AS dari militer Irak ketika tentara meninggalkan posisi di wilayah utara ketika menghadapi serangan militan pada Juni lalu.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Selasa, 16 September 2014
Beginilah ISIS Memperoleh Senjata-senjata Mereka
Jet Prancis mulai intai IS dari udara Irak
Pesawat tempur Prancis akan memulai pengintaian melalui udara di Irak kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, Senin, sebelum konferensi yang diikuti sekitar 30 negara untuk membahas upaya memerangi kelompok milisi Negara Islam (IS).
"Kami telah mengatakan kepada pemerintah Irak bahwa kami siap dan meminta izin untuk terbang di wilayah Irak," kata Fabius kepada radio Europe 1 saat mengonfirmasi bahwa penerbangan pertama dari pangkalan militer Prancis di Abu Dhabi akan dimulai pada hari Senin
Para menteri luar negeri dari negara-negara Eropa utama, lima anggota tetap dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, negara-negara tetangga Irak dan negara-negara di Teluk Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab bertemu di Paris untuk membahas tentang politik, keamanan, dan upaya kemanusiaan untuk menanggulangi IS.
![]() |
| Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius |
"Kami telah mengatakan kepada pemerintah Irak bahwa kami siap dan meminta izin untuk terbang di wilayah Irak," kata Fabius kepada radio Europe 1 saat mengonfirmasi bahwa penerbangan pertama dari pangkalan militer Prancis di Abu Dhabi akan dimulai pada hari Senin
Para menteri luar negeri dari negara-negara Eropa utama, lima anggota tetap dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, negara-negara tetangga Irak dan negara-negara di Teluk Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab bertemu di Paris untuk membahas tentang politik, keamanan, dan upaya kemanusiaan untuk menanggulangi IS.
Label:
ISIS,
Isu Terorisme,
Militer Prancis
ISIS muncul setelah Al Qaida tidak laku dijual
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani menduga, isu ISIS yang sekarang menghangat merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian. Sehingga, isu ISIS perlu dicermati sehingga tidak terjebak.
"Isu ISI termasuk isu global, kita harus cermati. Biasanya isu global ini ditumpangi dengan kepentingan inteligen. ISIS muncul setelah Al Qaida tidak laku dijual," kata Ahmad Yani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
Isu ISIS, kata politisi PPP itu, harus disikapi secara hati-hati dan perlu dicermati. Jangan sampai isu ISIS adalah isu yang diproduksi sama seperti soal terorisme pada waktu lalu.
"Jangan juga jadikan ISIS ini sebagai program dan proyek dari inteligen dan ini berbahaya. Sekarang kita baru mendapatkan informasi, menurut saya informasi itu dari media barat. Apakah ISIS yang digembar-gemborkan itu kekejamannya benar adanya sebagaimana faktanya atau itu bagian dari perang wacana atau pembentukan citra, opini sedemikian rupa," ungkap Yani Yani menambahkan, ada standar ganda yang diterapkan oleh pihak-pihak tertentu dalam kasus ISIS.
"Isu ISI termasuk isu global, kita harus cermati. Biasanya isu global ini ditumpangi dengan kepentingan inteligen. ISIS muncul setelah Al Qaida tidak laku dijual," kata Ahmad Yani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
![]() |
| Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani (ANTARA FOTO/Andika Wahyu) |
Isu ISIS, kata politisi PPP itu, harus disikapi secara hati-hati dan perlu dicermati. Jangan sampai isu ISIS adalah isu yang diproduksi sama seperti soal terorisme pada waktu lalu.
"Jangan juga jadikan ISIS ini sebagai program dan proyek dari inteligen dan ini berbahaya. Sekarang kita baru mendapatkan informasi, menurut saya informasi itu dari media barat. Apakah ISIS yang digembar-gemborkan itu kekejamannya benar adanya sebagaimana faktanya atau itu bagian dari perang wacana atau pembentukan citra, opini sedemikian rupa," ungkap Yani Yani menambahkan, ada standar ganda yang diterapkan oleh pihak-pihak tertentu dalam kasus ISIS.
Kamis, 11 September 2014
Obama Umumkan Perang Terbuka pada ISIS
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, mengumumkan perang terbuka pada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Obama juga mengerahkan 475 personel militer baru AS ke Irak untuk mendukung pasukan Irak dalam memberangus ISIS.
”Kami akan melakukan kampanye serangan udara sistematis terhadap para teroris ini,” kata Obama di Gedung Putih. (Baca: Obama: Gempur ISIS di Mana Pun Berada)
”Saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap ISIS di Suriah dan Irak. Ini adalah prinsip kepresidenan saya. Jika Anda (ISIS) mengancam Amerika, Anda akan menemukan kematian,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (11/9/2014).
Obama juga mengerahkan 475 personel militer baru AS ke Irak untuk mendukung pasukan Irak dalam memberangus ISIS.
”Kami akan melakukan kampanye serangan udara sistematis terhadap para teroris ini,” kata Obama di Gedung Putih. (Baca: Obama: Gempur ISIS di Mana Pun Berada)
”Saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap ISIS di Suriah dan Irak. Ini adalah prinsip kepresidenan saya. Jika Anda (ISIS) mengancam Amerika, Anda akan menemukan kematian,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (11/9/2014).
Rusia Kembangkan Rudal Nuklir Terbaru Untuk Hadapi AS dan NATO
Rusia sedang mengembangkan sebuah rudal nuklir terbaru untuk melawan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) dan NATO yang baru-baru ini dikampanyekan. Hal itu diungkapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Komentar itu disampikan Putin, yang mengklaim bahwa Rusia berhasil menguji coba rudal balisitik antarbenua yang diluncurkan dari kapal selam nuklir. Ketegangan antara Rusia dan AS serta NATO belum reda, sejak krisis Ukraina pecah.
Putin menuduh negara-negara Barat memanfaatkan krisis di Ukraina untuk menghidupkan kembali kekuatan NATO. Putin memperingatkan, bahwa Moskow akan mempertimbangkan respons keras terhadap keputusan AS dan sekutunya, NATO yang berdalih menggunakan kekuatan untuk melindungi Eropa Timur.
![]() |
Rusia sedang mengembangkan rudal nuklir terbaru untuk melawan AS dan NATO |
Putin menuduh negara-negara Barat memanfaatkan krisis di Ukraina untuk menghidupkan kembali kekuatan NATO. Putin memperingatkan, bahwa Moskow akan mempertimbangkan respons keras terhadap keputusan AS dan sekutunya, NATO yang berdalih menggunakan kekuatan untuk melindungi Eropa Timur.
Putin Perintahkan Pasukan Rusia Timur Siaga Tempur
Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan agar pasukan Distrik Militer Timur (EMD) Rusia siaga tempur. Kesiapan itu, akan diuji Putin dengan menjalankan latihan perang.
Perintah Putin itu menjadi kejutan bagi pasukan Rusia wilayah timur. Menurut Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, perintah itu resmi disampaikan Putin sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia.
”Sesuai dengan instruksi nya, pasukan dari EMD, serta kekuatan dan unit militer yang ditempatkan di wilayahnya, harus disiapkan untuk beroperasi,” kata Shoigu, Kamis (11/9/2014).
Perintah Putin itu menjadi kejutan bagi pasukan Rusia wilayah timur. Menurut Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, perintah itu resmi disampaikan Putin sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia.
![]() |
Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia di wilayah timur untuk siaga tempur |
”Sesuai dengan instruksi nya, pasukan dari EMD, serta kekuatan dan unit militer yang ditempatkan di wilayahnya, harus disiapkan untuk beroperasi,” kata Shoigu, Kamis (11/9/2014).
Dua tentara Filipina tewas dalam pertempuran dengan gerilyawan muslim
Dua tentara Filipina dan sejumlah gerilyawan penentang kesepakatan damai antara pemerintah dengan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF) tewas saat bentrok pada Kamis, demikian pihak militer setempat mengatakan.
Pertempuaran tersebut meletus di wilayah selatan Filipina setelah sehari sebelumnya Presiden Filipina, Benigno Aquino, menyerahkan usulan UU Otonomi Muslim kepada parlemen; satu langkah penting mengakhiri pemberontakan yang telah menewaskan puluhan ribu orang.
Sekitar 20 gerilyawan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) memulai tembakan ke arah sekelompok tentara pada Rabu. Mereka kemudian menyerang satu unit militer yang dikirim untuk melancarkan balasan, demikian keterangan Mayor Jenderal Edmundo Pangilinan.
Pertempuaran tersebut meletus di wilayah selatan Filipina setelah sehari sebelumnya Presiden Filipina, Benigno Aquino, menyerahkan usulan UU Otonomi Muslim kepada parlemen; satu langkah penting mengakhiri pemberontakan yang telah menewaskan puluhan ribu orang.
Sekitar 20 gerilyawan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) memulai tembakan ke arah sekelompok tentara pada Rabu. Mereka kemudian menyerang satu unit militer yang dikirim untuk melancarkan balasan, demikian keterangan Mayor Jenderal Edmundo Pangilinan.
Label:
Konflik Asia,
Militer Asia Pasifik
Langganan:
Postingan (Atom)






%2Bdi%2Bkota%2BZamboanga.jpg)