Presiden Cina, Xi Jinping, menegaskan keinginan damai negaranya dalam KTT APEC di Bali, yang dibuka Senin 7 Oktober selama dua hari.
Dalam pidatonya, dia mengatakan Klik Cina tidak bisa berkembang dalam isolasi di Asia Pasifik dan pada sisi lain Asia Pasifik tidak bisa sejahtera tanpa Cina.
"Cina akan memegang teguh perdamaian dan stabilitas kawasan," tegasnya.
"Tanpa perdamaian makan pembangunan tidak akan ada, seperti air tanpa sumber atau pohon tanpa akar."
Xi juga menjelaskan kondisi perekonomian Cina saat ini yang sedang melambat karena dikendalikan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran akan anjlok.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Rabu, 09 Oktober 2013
Cina Tegaskan Keinginan Damai di APEC
Selasa, 08 Oktober 2013
Amerika Buru Komandan Al-Shabaab di Somalia
Sasaran serangan pasukan khusus AS di Somalia adalah Abdulkadir Mohamed Abdulkadir, seorang Kenya keturunan Somalia yang menjadi komandan gerilyawan asing bagi kelompok Al-Shabaab, kata seorang pejabat AS, Senin.
Warga Kenya yang memiliki nama alias Ikrima itu terkait dengan dua anggota Al Qaida yang memainkan peranan dalam pemboman 1998 di kedutaan-kedutaan AS di Kenya dan Tanzania, kata pejabat itu.
Kedua anggota Al Qaida yang sudah tewas, yang disebut-sebut pejabat AS itu sebagai Harun Fazul dan Saleh Ali Saleh Nabhan, juga diyakini memainkan peranan dalam serangan-serangan 2002 terhadap sasaran Israel di Mombasa, Kenya.
Warga Kenya yang memiliki nama alias Ikrima itu terkait dengan dua anggota Al Qaida yang memainkan peranan dalam pemboman 1998 di kedutaan-kedutaan AS di Kenya dan Tanzania, kata pejabat itu.
Kedua anggota Al Qaida yang sudah tewas, yang disebut-sebut pejabat AS itu sebagai Harun Fazul dan Saleh Ali Saleh Nabhan, juga diyakini memainkan peranan dalam serangan-serangan 2002 terhadap sasaran Israel di Mombasa, Kenya.
China dan Rusia Siap Bergabung Untuk Pelihara Keamanan Asia Pasifik
Presiden China Xi Jinping mengatakan China ingin bergabung dengan Rusia dalam memelihara keamanan dan kestabilan di wilayah Asia Pasifik.
Saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela pertemuan tingkat tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali pada Senin (8/10), Xi Jinping mengatakan China dan Rusia sama-sama memiliki kepentingan luas di wilayah tersebut.
Xi Jinping mengatakan China bersedia bergabung dengan Rusia dalam meningkatkan kerja sama untuk memelihara kestabilan dan keamanan regional serta meningkatkan kemakmuran, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.
Saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela pertemuan tingkat tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali pada Senin (8/10), Xi Jinping mengatakan China dan Rusia sama-sama memiliki kepentingan luas di wilayah tersebut.
Xi Jinping mengatakan China bersedia bergabung dengan Rusia dalam meningkatkan kerja sama untuk memelihara kestabilan dan keamanan regional serta meningkatkan kemakmuran, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.
Presiden Putin Apresiasi Pandangan Indonesia soal Konflik Suriah
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengapresiasi pandangan Indonesia dalam memecahkan persoalan kekerasan yang terjadi di Suriah.
Menurut Marty, hal ini disampaikan Presiden Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Yudhoyono di sela KTT APEC di Bali, Senin. "Presiden Rusia pun menyampaikan apresiasi atas pandangan Indonesia mengenai masalah Suriah," kata Marty.
Marty mengungkapkan pandangan Indonesia dan Rusia soal Suriah memiliki kemiripan. Pandangan Indonesia yang memberikan kesempatan dan peran diplomasi dalam menyelesaikan masalah Suriah juga digarisbawahi oleh Rusia.
Menurut Marty, hal ini disampaikan Presiden Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Yudhoyono di sela KTT APEC di Bali, Senin. "Presiden Rusia pun menyampaikan apresiasi atas pandangan Indonesia mengenai masalah Suriah," kata Marty.
Marty mengungkapkan pandangan Indonesia dan Rusia soal Suriah memiliki kemiripan. Pandangan Indonesia yang memberikan kesempatan dan peran diplomasi dalam menyelesaikan masalah Suriah juga digarisbawahi oleh Rusia.
Label:
Indonesia,
Konflik Timur Tengah,
Rusia
Obama Kalah Langkah dari Presiden Xi di Asia
Pembatalan kehadiran Presiden AS Barack Obama di KTT APEC di Bali dan KTT Asia Timur di Brunei memunculkan pertanyaan soal komitmen Obama atas kawasan Asia. Seperti diketahui, Obama telah mengarahkan kiblat kebijakannya ke Asia dan ingin memperkuat komitmen ekonomi dan militernya di Asia Tenggara.
“Poros Asia” yang diumumkan pemerintahan Obama pada 2011 silam sebagai jangkauan militer dan diplomatik atas kawasan yang sedang berkembang ini dinilai penting bagi masa depan Amerika. Sayangnya, Amerika tidak akan gampang masuk begitu saja. Di Asia ada kekuatan yang tidak dianggap sepele yaitu China.
“Poros Asia” yang diumumkan pemerintahan Obama pada 2011 silam sebagai jangkauan militer dan diplomatik atas kawasan yang sedang berkembang ini dinilai penting bagi masa depan Amerika. Sayangnya, Amerika tidak akan gampang masuk begitu saja. Di Asia ada kekuatan yang tidak dianggap sepele yaitu China.
Ini Prioritas Ban Ki-moon Terkait Senjata Kimia di Suriah
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengakui tugas para pakar penghancur senjata kimia di Suriah tidak lah ringan. Ia pun lantas berupaya menambah jumlahnya menjadi 100 orang dari jumlah sebelumnya yang hanya mencapai 20 orang. Ban Ki-moon menegaskan bahwa keselamatan para pakar ini juga menjadi prioritas. Apalagi diketahui, mereka bekerja di wilayah konflik.
"Dua prioritas tertinggi saya adalah penghapusan program senjata kimia Suriah dan keselamatan serta keamanan personil misi bersama yang secara sukarela melakukan tugas penting berbahaya ini," janjinya.
Ban Ki-moon pun menegaskan penambahan tim pelucut ini juga demi keamanan para pakar. Ia menegaskan OPCW akan menyediakan ahli perlucutan senjata dan PBB akan memasok logistik, komunikasi dan staf keamanan untuk misi.
"Dua prioritas tertinggi saya adalah penghapusan program senjata kimia Suriah dan keselamatan serta keamanan personil misi bersama yang secara sukarela melakukan tugas penting berbahaya ini," janjinya.
Ban Ki-moon pun menegaskan penambahan tim pelucut ini juga demi keamanan para pakar. Ia menegaskan OPCW akan menyediakan ahli perlucutan senjata dan PBB akan memasok logistik, komunikasi dan staf keamanan untuk misi.
Label:
Konflik Timur Tengah,
PBB,
Senjata Kimia
Osama Bin Laden Sudah Tak Ada, Amerika Munculkan Muhammad Jamal
Amerika Serikat memasukkan seorang komandan militer Islam Mesir yang memiliki jaringan dengan Al-Qaeda dalam daftar hitam teroris yang diburu. Amerika menuduhnya telah mendirikan kamp pelatihan di Mesir dan Libya.
Departemen Luar Negeri AS mendaftar kelompok yang didirikan oleh Muhammad Jamal sebagai jaringan teroris. Jamal Sendiri telah belajar teknik pembuatan bom ketika ia berlatih dengan Al-Qaeda di Afghanistan pada 1980-an.
Jamal telah kembali dari Afghanistan ke Mesir pada tahun 1990 dan menjadi kepala militer Jihad Islam Mesir yang kemudian dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri yang sekarang menjabat Kepala Global Al-Qaeda setelah pembunuhan Osama bin Laden.
Departemen Luar Negeri AS mendaftar kelompok yang didirikan oleh Muhammad Jamal sebagai jaringan teroris. Jamal Sendiri telah belajar teknik pembuatan bom ketika ia berlatih dengan Al-Qaeda di Afghanistan pada 1980-an.
Jamal telah kembali dari Afghanistan ke Mesir pada tahun 1990 dan menjadi kepala militer Jihad Islam Mesir yang kemudian dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri yang sekarang menjabat Kepala Global Al-Qaeda setelah pembunuhan Osama bin Laden.
Langganan:
Postingan (Atom)


+berbincang+dengan+Presiden+China+Xi+Jinping+sebelum+mengikuti+sesi+Retreat+I+KTT+APEC+ke-21+di+Nusa+Dua,+Bali.jpg)



