Senin, 26 Agustus 2013

Lima Prajurit Irak Tewas dan Dibakar

Sedikitnya 22 -termasuk lima tentara- orang tewas di seantero Irak sepanjang Minggu (22/8/2013), tewas akibat serangan orang-orang bersenjata. Demikian sumber-sumber kepolisian dan militer.

Polisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni
Polisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni

Para penyerang menjebak, dua buah taksi yang mengangkut para tentara dalam perjalanan dari Baghdad menuju Mosul.

Para penyerang itu menewaskan lima perwira di kota Qaiyara, 290 kilometer sebelah utara Baghdad.

"Salah satu taksi berhasil lolos namun mobil kedua bernasib naas. Militan membunuh lima tentara itu lalu membakar jasad mereka," kata seorang perwira intelijen senior yang tak ingin disebutkan namanya.

Amerika Fokuskan Militernya di Kawasan Asia Pasifik

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, mengatakan pembaharuan fokus mereka ke Asia akan berdampak pada perkembangan ekonomi di kawasan itu. Oleh sebab itu, dalam kunjungan safarinya ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, AS memiliki misi untuk mendorong lebih banyak kerja sama multilateral dengan beberapa negara di Asia. 

Amerika Fokuskan Militernya di Kawasan Asia Pasifik
 
Demikian ungkapan Hagel dalam jumpa wartawan yang digelar pada Minggu 25 Agustus 2013, di Gedung Kementerian Pertahanan Malaysia, seperti dikutip laman Wall Street Journal. Menurut dia, daripada berfokus kepada konflik sengketa lahan, lebih baik berinvestasi kepada kemitraan keamanan. 

"Karena kerja sama dan kemitraan akan mendukung pencapaian tujuan ekonomi negara. Keamanan adalah landasan penting bagi keamanan," ujar Hagel. 

Rusia Peringatkan Barat Penyelidikan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Russia menyambut tawaran Damaskus yang mengizinkan misi para inspektur PBB guna menyelidiki penggunaan senjata kimia, sekaligus memperingatkan Barat bahwa serangan militer terhadap rezim Suriah akan menjadi "kekeliruan yang tragis".

Rusia Peringatkan Barat Penyelidikan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

"Kami tegas mendesak mereka yang dengan berupaya menerapkan pertimbangan mereka sendiri kepada para pakar PBB, berusaha meningkatkan kemungkinan operasi militer di Suriah," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Alexander Lukashevich, seraya menyebut langkah itu sebagai "kekeliruan yang tragis".

PBB menyatakan bahwa para pemeriksanya akan mulai bekerja paling cepat Senin esok setelah Damaskus menyetujui penyelidikan penggunaan senjata kimia ketika seorang pejabat tinggi PBB Angela Kane berkunjung ke Suriah hari ini.

Minggu, 25 Agustus 2013

Obama-Cameron Bahas Pengunaan Senjata Kimia di Suriah

Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, pada Jumat (23/8) melalui telepon membahas tantangan keamanan berkaitan dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.

 Obama-Cameron Bahas Pengunaan Senjata Kimia di Suriah

Obama dan Cameron berbicara "mengenai tantangan keamanan bersama yang dihadapi oleh AS dan Inggris, termasuk berlanjutnya kerusuhan di Suriah," demikian pernyataan Gedung Putih.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Sekjen PBB kecam pemboman di Lebanon

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Jumat mengecam dua serangan bom mobil mematikan di Lebanon dan mendesak pengendalian diri di negara yang terkena imbas perang Suriah itu.

Sekjen PBB kecam pemboman di Lebanon

"Sekretaris Jenderal mengecam keras dua pemboman, yang dilakukan tak lama setelah sholat Jumat, di luar dua masjid di kota Tripoli, Lebanon utara," kata PBB dalam sebuah pernyataan.

Ia mendesak seluruh warga Lebanon "mengendalikan diri, tetap bersatu, dan mendukung lembaga-lembaga negara, khususnya pasukan keamanan, dalam menjaga ketenangan dan ketertiban di Tripoli dan seluruh penjuru negeri, dan mencegah berulangnya aksi-aksi dekstruktif semacam itu".

Agenda Mentri Pertahanan Amerika di Indonesia

Kerjasama Pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak tahun 1950-an Kerjasama tersebut mengalami pasang surut mengikuti dinamika lingkungan strategis yang berlaku pada tataran global. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir kerjasama tersebut berada dalam masa-masa terbaik dimana kedua negara menjalin kerjasama berdasarkan prinsip “Mutual Respect” dan “Mutual Benefit”.

Agenda Mentri Pertahanan Amerika di Indonesia

Kedekatan hubungan kedua negara di bidang pertahanan dapat dilihat  dari pembelian peralatan utama sistem senjata TNI kepada para produsen di Amerika Serikat. Selain itu, intensitas pertukaran personel diantara kedua negara juga meningkat secara signifikan.

Pangkalan Militer AS Hanya Berjarak 1.272 Km dari Jakarta

Kalangan DPR mulai khawatir dengan pembukaan pangkalan baru militer AS di Pulau Cocos, diiringi dengan penempatan pasukan marinir sebanyak 2.500 prajurit di pulau yang berdekatan dengan Pulau Chrismast, Australia, Samudra Hindia tersebut.

Pangkalan Militer AS Hanya Berjarak 1.272 Km dari Jakarta

Dilihat dari peta, Pulau Cocos diperkirakan hanya berjarak sekitar 5 mil laut di barat daya Pulau Jawa atau sekitar 1.272 km dari Ibu Kota Jakarta.

Dihitung-hitung dengan menggunakan pesawat tempur, jarak tempuh Pulau Cocos ke Jakarta diperkirakan hanya butuh waktu puluhan menit. (foto/ilustrasi: at-communication)

Untuk itu, anggota Komisi I DPR RI (F-PPP) Husnan Bey Fananie melihat pangkalan baru militer dan penempatan pasukan di pulau itu bukan tanpa maksud dan tujuan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...