Selasa, 30 September 2014

Pesawat Amerika Serikat Telah Terbang 4.100 kali untuk perangi ISIS

Pesawat Amerika Serikat (AS) setidaknya telah terbang sebanyak 4.100 kali di wilayah Irak dan Suriah sebagai bagian dari perang untuk menghancurkan kelompok Daulah Islam (atau dikenal juga dengan ISIS) sejak Agustus lalu, kata pejabat militer AS, Senin.


Misi penerbangan tersebut melakukan penjatuhan bom, pesawat mata-mata, dan juga pengisian bahan bakar. Sebagai tambahan dari 4.000 penerbangan selama kurang dari dua bulan, pesawat tempur dari negara-negara Arab anggota koalisi anti-ISIS telah terbang sekitar 40 kali di Suriah sejak 23 September.

Dari 4.100 penerbangan itu, sebanyak 1.400 di antaranya berasal dari pesawat pengisi bahan bakar.

"Jumlah tersebut baru dimulai pada 27 September lalu," kata sumber militer Amerika Serikat yang dirahasiakan identitasnya oleh AFP.

Venezuela tukar senjata warga dengan beasiswa

Pemerintah Venezuela berusaha menurunkan tingkat pembunuhan dengan meluncurkan program penukaran senjata warga dengan beasiswa, obat-obatan, operasi gratis atau bahan bangunan.

Negara Amerika Selatan berpenduduk 30 juta jiwa itu memiliki 15 juta senjata api, baik legal maupun ilegal, menurut perkiraan pemerintah.


Venezuela tukar senjata warga dengan beasiswa

Kondisi itu memicu kejahatan dengan aksi kekerasan dan tingkat pebunuhan tahunan yang mencapai 53 per 100.000 penduduk, yang tertinggi kedua di dunia setelah Honduras menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Dalam Negeri Miguel Rodriguez Torres mengatakan program pertukaran itu akan berlangsung selama setahun dan ditujukan untuk menarik "seluruh senjata" dari tangan warga sipil.

PM Israel nyatakan ancaman Iran lebih besar dibanding ISIS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Umum PBB pada Senin mengatakan bahwa ancaman senjata nuklir dari Iran jauh lebih besar dibanding kelompok Daulah Islam (atau juga dikenal sebagai ISIS).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
(ANTARA FOTO/REUTERS/Jim Hollander/Pool/djo/14)

Kelompok Daulah Islam yang saat ini menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah telah menjadi perbincangan utama Sidang Umum PBB selama lima hari terakhir.

Namun Netanyahu berupaya mengubah topik utama tersebut dengan mengatakan bahwa Iran, Daulah Islam, dan Hamas adalah bagian dari satu kelompok. Dia bahkan membandingkan ketiganya dengan rezim Nazi Jerman yang membunuh jutaan Yahudi pada masa Perang Dunia II.

"Nazi percaya akan keunggulan ras, sementara kelompok garis keras percaya akan keunggulan agama," kata Netanyahu saat menyampaikan pidato di depan 193 negara anggota PBB di New York.

Senin, 29 September 2014

Radar Rusia Akhiri Era Pesawat Tempur Siluman?

Seorang ahli militer Rusia telah menyatakan sesuatu yang tampaknya mengerikan bagi Amerika Serikat. Adalah Dr. Igor Sutyagin, yang mengklaim bahwa pesawat tempur dan pesawat pembom siluman tidak akan dapat terus tersembunyi seiring teknologi radar musuh yang semakin baik.

Radar Rusia Akhiri Era Pesawat Tempur Siluman

Militer Amerika telah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan dana untuk mengembangkan pesawat-pesawat tempur siluman, dan hingga kini pun masih terus dilakukan. Dan apabila pesawat-pesawat siluman itu hanya akan kalah dari sistem pertahanan udara yang nilai investasinya jauh lebih murah, maka benar-benar sangat menyakitkan.

Jika pernyataan Sutyagin benar adanya, Amerika akan dihantui masalah besar. Sejak tahun 1970-an, sudah triliunan dolar yang telah Washington habiskan untuk merancang dan membangun pesawat-pesawat siluman seperti F-117, B-2, F-22, dan F-35 dan pesawat pembom baru yang saat ini masih dikembangkan yaitu Long-Range Strike Bomber (LRSB). Kerugian terbesarnya adalah Amerika Serikat akan kehilangan dominasi udaranya.

Obama : AS Remehkan Kebangkitan ISIS

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia dan badan inteljen negara telah “meremehkan” kekuatan kelompok ekstremis seperti Negara Islam (ISIS) yang beroperasi di Suriah.

Obama: AS Remehkan Kebangkitan ISIS
Militan ISIS melakukan parade kemenangan di kota Raqqa, Suriah (foto:voaindonesia.com)

Dalam wawancara dengan CBS News dan akan disiarkan Minggu malam (28/9), Presiden Obama juga mengakui bahwa Amerika salah perhitungan tentang kemampuan militer Irak melawan militan itu sendiri.

Kebijakan Memusuhi AS Jadi Dalih Korea Utara Kembangkan Senjata Nuklir

Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Su mengecam Amerika Serikat yang menggelar latihan militer gabungan dengan Korea Selatan pada Agustus dan mengeluh soal dewan dengan 15 anggota (DK PBB) menolak untuk mempertimbangkan permintaan Pyongyang untuk menghentikan latihan perang.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Su berpidato di Majelis Umum PBB
Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Su berpidato di Majelis Umum PBB (AP/Frank Franklin)

Pada saat yang sama, Menlu Ri menegaskan bahwa "kebijakan bermusuhan" AS telah menyebabkan keputusan Pyongyang untuk mengembangkan senjata nuklir.

"Penangkal nuklir DPRK tidak dimaksudkan untuk mengancam atau menyerang orang lain," katanya. "Juga tidak untuk tawar-menawar supaya ditukar dengan sesuatu yang lain."

Pidato Berkobar-kobar, Abbas Tuduh Israel Lakukan 50 Hari Perang Genosida

Pemimpin Palestina Mahmud Abbas menuduh Israel melakukan "kejahatan genosida" di Gaza dan mengatakan negosiasi PBB telah gagal dan waktu untuk kemerdekaan Palestina telah datang. Penyataan ini jelas menggambar hardikan yang tajam pada Washington.

Pidato Berkobar-kobar, Abbas Tuduh Israel Lakukan 50 Hari Perang Genosida
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas

Abbas bersumpah untuk menuntut penerapan kejahatan perang terhadap Israel atas apa yang disebutnya dengan 50 hari "perang genosida" di Gaza yang menewaskan 2.140 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, dan meninggalkan negara itu dalam reruntuhan.

Pidato Abbad ini jelas membuat marah Amerika Serikat yang menunduh pidato ini dangat "ofensif," sementara Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman menuduh Abbas melancarkan "terorisme diplomatik" dan membuat "tuduhan palsu."

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...