Selasa, 28 Juli 2015

Vietnam Siap Beli Bomber SU-34

Untuk mengganti armada SU-22 yang sudah lama, Angkatan Udara Vietnam berencana membeli jet tempur penyerang kelas berat SU-34 Fullback Rusia, sebagai armada bomber masa depan.

Vietnam Siap Beli Bomber SU-34

Rencana itu telah dikonfirmasi oleh bagian eksport Ukroboronprom Grup (Ukraina) dalam laporan di “potensi militer Vietnam”. Dengan demikian, Vietnam dapat membeli pesawat tempur Su-34 dan beberapa senjata modern lainnya, dari negara eks Uni Soviet dan negara Eropa Timur lainnya.

Kabarnya ini bukan pertama kalinya tentang spekulasi kemungkinan Vietnam membeli pesawat tempur Su-34. 8 Januari 2013, kantor berita Itar Tass Rusia juga melaporkan informasi ini.

Minggu, 26 Juli 2015

Rusia Respon AS dengan Kirim Bomber Supersonik

Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelatihan militer ke negara-negara Eropa. Pemerintah Rusia pun meresponsnya dengan mengirim pesawat pengebom supersonik ke Krimea untuk memperkuat pertahanan.

Bomber Tu-22M3 Rusia
Bomber Tu-22M3 Rusia

Seperti diberitakan Sputnik, Sabtu (25/7/2015), Badan Pertahanan Rusia diharapkan akan menerima enam pesawat pengebom jarak jauh jenis Tu-22M3 modern pada akhir 2015. Namun, tanggal pasti pengiriman ke Laut Hitam belum dipublikasikan.

Pesawat Tu-22M3 menawarkan jangkauan maksimum 4.200 mil dan memiliki radius tempur 1.500 mil. Pesawat itu dipersenjatai dengan 23 mm GSH-23 meriam di bagian ekor pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Kemudian, rudal jarak jauh antikapal yang disebut Raduga Kh-22 dan rudal udara atau Raduga Kh-15.

Rudal SM-2 Meledak Saat Ditembakkan Destroyer USS The Sullivans

Kapal Destroyer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan, tak lama setelah peluncuran uji rudal SM-2 di lepas pantai Virginia, AS.

Rudal SM-2 meledak sesaat setelah diluncurkan dari destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivans

“Rudal Standar Missile-2 (SM-2) meledak saat ditembakkan dari Cell Vertical Launch System kapal destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivan (DDG-68) saat melakukan latihan di lepas pantai Virginia,” demikian pernyataan dari Pusat Komando AL AS, seperti diberitakan Sputnik, Jumat (24/7/2015).

Jumat, 24 Juli 2015

Dua pemimpin ISIS tewas kena ranjau yang dipasang anak buah sendiri

Ranjau darat di Desa Kharbadan, sebelah tenggara Kota Mosul, Irak, meledak sehingga menewaskan dua pimpinan kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Ironisnya, ranjau itu ternyata dipasang oleh anak buah mereka sendiri.

Tabloid Mirror melaporkan, Kamis (23/7), yang tewas adalah pemimpin administratif ISIS untuk kawasan Mekhmour sekaligus Kirkuk.


Mobil petinggi ISIS meledak kena ranjau

"Pemimpin (ISIS) yang tewas dipastikan Abu Malik dan Abu Abdul-aziz," kata pemimpin pasukan Kurdi Peshmerga, Ali Hussein.

Insiden itu terjadi akhir pekan lalu. Rombongan Abu Malik lewat dalam perjalanan menuju Mosul. Nahas, mobil yang ditumpangi si pemimpin wilayah ini malah menyenggol ranjau yang dipasang di tengah jalan. Dalam video dilansir liveleak, bom itu berdaya ledak cukup besar, membuat mobil Abu Malik membumbung tinggi, sehingga kemudian meledak untuk kali kedua di udara.

Menilik kemungkinan remiliterisasi Jepang

16 Juli 2015 lalu Majelis Rendah Negeri Jepang meloloskan Rancangan Undang-undang (RUU) yang akan memperluas peran militer Jepang setelah anggota parlemen konco-konco Perdana Menteri Shinzo Abe memaksakan voting di tengah-tengah protes oposisi dan rakyat di luar gedung Majelis Rendah.


Menurut PM Shinzo Abe yang dikenal konservatif dan kanan, undang-undang itu diperlukan sebagai respon atas munculnya ancaman-ancaman baru terhadap Jepang, khususnya makin kuatnya militer China serta terorisme, sehingga belenggu terhadap militer Jepang perlu dilonggarkan untuk meningkatkan kekuatan penggentar dalam mempertahan keamanan dan kemakmuran Jepang.

Undang-undang yang masih memerlukan persetujuan Majelis Tinggi Jepang itu akan merubah total posisi defensif militer Jepang berdekade lalu paska kekalahan Jepang di Perang Dunia II dan menjadi penanda perubahan besar-besaran dalam kebijakan keamanan Jepang.

Kesepakatan Program Nuklir Iran Tercapai, AS Tetap Lanjutkan Rencana Pengembangan Sistem Pertahanan Misil di Eropa

AS menegaskan bahwa kesepakatan nuklir Iran tak memengaruhi rencana Washington untuk membangun sistem pertahanan misil di Eropa, karena AS menilai Iran juga tetap melanjutkan pengembangan misil balistik. Pakar Rusia mengakui, dari sudut pandang formal, argumen Washington tersebut benar, tapi mereka menegaskan bahwa 'ancaman Iran' yang dituduhkan Amerika adalah sebuah ilusi belaka. 

Kesepakatan Program Nuklir Iran Tercapai, AS Tetap Lanjutkan Rencana Pengembangan Sistem Pertahanan Misil di Eropa

Setelah format P5+1 dan Iran akhirnya berhasil mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, Selasa (14/7) lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menagih janji Presiden AS Barack Obama untuk menghentikan penempatan sistem pertahanan misil AS di Eropa. Namun, Washington menegaskan bahwa kesepakatan nuklir Iran tak ada kaitannya dengan pertahanan misil di Eropa.

Sehari setelah kesepakatan nuklir Iran tercapai, seorang narasumber dari Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan pada kantor berita Rusia Sputnik bahwa 'tercapainya resolusi atas masalah nuklir tak memudarkan kebutuhan sistem pertahanan misil untuk menangkis ancaman misil dari Iran'. Washington menyebutkan bahwa Iran memiliki cadangan misil balistik terbesar di Timur Tengah. Selain itu, resolusi tersebut tetap membuat Iran harus menanggung sanksi atas program misil balistik mereka hingga delapan tahun ke depan.

Sabtu, 18 Juli 2015

PM Ukraina klaim Putin bakal 'hilangkan' Ukraina

 Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, mengklaim Presiden Rusia, Vladimir Putin bakal 'menghilangkan' Ukraina agar daerah tersebut bisa diraih kembali. Untuk menghilangkan Ukraina, Yatsenyuk mengatakan Putin terus membuat konflik antara pemerintah dengan pemberontak Ukraina.


"Tujuan Putin adalah membunuh proyek Ukraina, dan itu hanya untuk menghilangkan Ukraina. Saya tidak ragu," ujar Yatsenyuk, seperti dilansir dari laman The Independent, Jumat (17/7).

Yatsenyuk juga mengatakan ada bukti tak terbantahkan terhadap pengelakan Rusia mendukung pejuang separatis di ujung timur Ukraina.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...