Jumat, 06 Mei 2016

Akan Ledakan Makkah Dua Terduga Teroris Di Tembak Mati

Kepolisian Arab Saudi menembak mati dua terduga teroris. Diduga para terduga teroris itu akan melancarkan serangan ke Kota Makkah.

Dilansir AFP, Kamis (5/5/2016) Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengungkapkan bahwa polisi telah menembak dua orang terduga teroris. Selain itu, ada dua orang terduga teroris lain yang meledakkan diri.


Akan Ledakan Makkah Dua Terduga Teroris Di Tembak Mati

"Para teroris mulai menyerang petugas keamanan, sehingga mereka merespon. Dua orang terduga meninggal, sedangkan yang lainnya bunuh diri dengan meledakkan dirinya menggunakan sabuk peledak," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam keterangan resminya.

Latihan Perang di LCS, China Gelar Kekuatan Penuh

Militer China akan melakukan latihan militer di Laut China Selatan (LCS) bulan ini dengan kekuatan penuh. Pasalnya, latihan militer ini akan melibatkan kapal perang canggih dan kapal selam.
Seperti diberitakan kantor berita Xinhua, selain kapal perang, China juga akan menunjukkn senjata penghancur rudalnya yang baru bersama senjata anti kapal selam dan anti rudal seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/5/2016).


Latihan Perang di LCS, China Gelar Kekuatan Penuh

Meski begitu, Xinhua tidak menyebutkan dimana latihan perang itu akan berlangsung. Namun, Xinhua mengatakan, latihan perang itu adalah latihan rutin dan telah direncanakan akan dilakukan pada tahun ini.

China secara berkala mengumumkan melakukan latihan di LCS seolah ingin menunjukkan secara transparan tentang penyebaran kekuatan militernya di wilayah yang disengketakan itu.

Rudal Mutakhir S-500 Rusia Yang Bikin Amerika Ketar Ketir

Analis pertahanan terkemuka, Dave Majumdar, menjelaskan anlisa mengapa para pejabat Pentagon Amerika Serikat (AS) nervous dengan sistem pertahanan rudal mutakhir S-500 Rusia.

Dalam tulisannya di National Interest, Dave Majumdar menyatakan pesawat tempur siluman terbaik di gudang Pentagon tidak akan dapat berbuat apa-apa selama ada S-500 Rusia. Hal itulah, yang menurutnya, membuat Pentagon nervous atau waswas.


Rudal Mutakhir S-500 Rusia Yang Bikin Amerika Ketar Ketir
Sistem pertahanan rudal mutakhir S-500 Rusia. | (Sputnik/Dmitriy Vinogradov)

”Memang, beberapa senjata baru (Rusia)—seperti S-500—begitu mampu membuat banyak pejabat pertahanan AS khawatir, bahwa pesawat tempur bahkan siluman seperti F-22, F-35 dan B-2 mungkin memiliki masalah untuk mengatasi mereka (Rusia),” tulis Dave Majumdar.

Para pejabat pertahanan Rusia mengharapkan S-500 untuk masuk ke layanan militer Moskow dalam waktu dekat, tapi tidak ada tanggal tertentu yang telah dipastikan militer Rusia.
 

Rusia Pastikan Kebangkitan Militer Kami Bukan Ancaman bagi NATO

Pemerintah Rusia menegaskan, kebangkitan militer Rusia tidak akan menjadi ancaman bagi NATO, asalkan aliansi tersebut tidak mencari masalah terlebih dahulu. Ini merupakan respon atas pernyataan NATO yang menyebut Rusia ancaman, dan perlunya meningkatkan jumlah pasukan di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.

Rusia Pastikan Kebangkitan Militer Kami Bukan Ancaman bagi NATO
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan bahwa Rusia hanya akan berekasi jika mereka merasa ada tindakan satu pihak yang mengancam kepentingan Rusia, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan bahwa Rusia hanya akan berekasi jika mereka merasa ada tindakan satu pihak yang mengancam kepentingan Rusia, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kebangkitan Rusia bukanlah ancaman bagi siapa pun," bunyi pernyataan Peskov, seperti dilansir Reuters pada Kamis (5/5).

Jenderal Israel Sebut Militernya Sedang Lakukan Hollocaust

Wakil Kepala pasukan keamanan Israel atau IDF, Mayor Jenderal Yair Golan membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan. Dirinya menuturkan bahwa Israel saat ini mulai mempraktikan hollocaust.

Berbicara saat peringatan pembantaian warga Yahudi oleh Nazi, atau yang dikenal dengan nama hollocaust, Golan mengatakan bahwa Israel saat ini harus sudah mulai melakukan instropeksi. Karena, saat ini Israel mulai melakukan apa yang dilakukan Nazi dahulu.


Golan mengatakani Israel mulai melakukan apa yang dilakukan Nazi dahulu. (Istimewa)
Golan mengatakani Israel mulai melakukan apa yang dilakukan Nazi dahulu. (Istimewa)
"Israel harus mulai merenungkan mengenai bagaimana kita, di sini dan sekarang, memperlakukan orang asing," kata Golan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (5/5).

"Jika ada sesuatu yang menakutkan saya tentang Holocaust, adalah soal penerapan dari proses menjijikkan yang terjadi di Eropa pada umumnya, dan khususnya di Jerman pada 70, 80 dan 90 tahun yang lalu dan saya menemukan tanda-tanda itu di sini di antara kita hari ini di 2016," sambungnya.

Kamis, 05 Mei 2016

Hadapi Kekuatan NATO Rusia Bentuk Tiga Divisi Militer Baru

"Rusia akan membentuk tiga divisi militer baru untuk menghadapi pertumbuhan kekuatan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Rabu.

Dua dari divisi baru itu akan ditempatkan di sepanjang perbatasan barat Rusia dan satu lagi di sepanjang perbatasan selatan, kata Shoigu dalam pernyataan yang disiarkan di televisi. Divisi-divisi baru itu akan dibentuk akhir tahun ini.



Hadapi Kekuatan NATO Rusia Bentuk Tiga Divisi Militer Baru


Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Ruang Angkasa, Angkatan Peluru Kendali, dan Angkatan Pasukan Payung. 

Data menyatakan, kekuatan aktif kelima matra Angkatan Bersenjara Federasi Rusia itu sekitar 766.000 personel dengan personel cadangan lebih dari 2 juta orang. Militer Rusia ini pernah direorganisasi pada 2008 dan baru diwujudkan pada 2012.

Rabu, 04 Mei 2016

ISIS Bunuh Personel Pasukan Elit Amerika Serikat

Militan ISIS membunuh seorang personel pasukan khusus angkatan laut Amerika Serikat (US Navy SEAL) di bagian utara Irak pada Selasa (3/4/2016).

Personel pasukan elit tersebut merupakan korban pembunuhan yang ketiga dalam pertempuran langsung sejak koalisi pimpinan Amerika Serikat meluncurkan kampanye untuk menurunkan dan menghancurkan pasukan ISIS pada 2014 yang merupakan simbol keterlibatan lebih dalam dari negeri Paman Sam tersebut dalam konflik melawan militan ISIS.


ISIS Bunuh Personel Pasukan Elit Amerika Serikat

“Ini merupakan kematian di medan tempur dan tentu saja sebuah kehilangan yang sangat menyedihkan,” Kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/5/2016).

Seorang pejabat pertahanan Amerika yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan personil yang meninggal tersebut merupakan anggota pasukan khusus angkatan laut (Navy SEAL).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...