Sabtu, 20 Desember 2014

Para Veteran Teluk Babi, Kuba, Merasa Dikhianati AS

Ketika Amerika Serikat (AS) gagal menggulingkan Fidel Castro dalam invasi di Teluk Babi tahun 1961, para petempur Kuba yang didukung CIA itu mengatakan mereka sangat kecewa.

Sekarang, para veteran anti-Castro itu mengatakan mereka kembali kecewa-- menuduh keputusan Barack Obama untuk memulihkan hubungan-hubungan diplomatik dan ekonomi dengan musuh Perang Dingin 50 tahunnya.


Invasi Teluk Babi di Kuba dikenal pula sebagai Playa GirĂ³n sesuai dengan pantai di Teluk Babi tempat pendaratan pasukan penyerbu

"Ketika Teluk Babi ditinggalkan,kami sakit hati. Dan kini kami merasa ditinggalkan lagi, dikhianati oleh presiden itu," kata Felix Rodriguez, ketua Asosiasi Veteran Teluk Babi, mengacu pada keputusan Obama untuk memulihkan hubungan dengan Kuba.

Sebagai bagian dari rencana CIA -- dan gagal-- invasi Teluk Babi, satu pasukan dipengasingan dilatih oleh AS di pangkalan-pangkalan rahasia di Nikaragua dan Guatemala kemudian dikirim ke Playa Larga dan Playa Giron, 250km dari Havana , April 161, untuk satu missi mengguling Castro.

Perusahaan Israel-AS Sepakat untuk Produksi Pencegat Roket Iron Dome

Rafael Advanced Defense Systems, Israel, dan perusahaan AS Raytheon pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan untuk secara bersama memproduksi sistem anti-roket Iron Dome "di tanah Amerika", kata majalah Pertahanan Israel, Kamis (18/12).

Perusahaan Israel-AS Sepakat untuk Produksi Pencegat Roket Iron Dome

Kemitraan tersebut akan memungkinkan militer Israel mendanai tambahan baterei Iron Dome melalui dana sebanyak tiga miliar dolar AS dalam bantuan tahunan militer AS buat Israel, yang hanya dapat digunakan untuk membeli amunisi dan sistem senjata buatan AS.

Jumat, 19 Desember 2014

Jenderal AS: Perlu 3 Tahun Tumpas ISIS

Letnan Jenderal James Terry yang memimpin pasukan Amerika Serikat memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengatakan, perlu waktu tiga tahun menumpas kelompok radikal tersebut.

Jenderal AS: Perlu 3 Tahun Tumpas ISIS
Serangan udara AS untuk menggempur ISIS baru dimulai 4 bulan lalu dan diperlukan waktu dan kesabaran untuk melihat hasilnya secara nyata

Terry menjelaskan, serangan udara AS untuk menggempur ISIS baru dimulai 4 bulan lalu dan diperlukan waktu dan kesabaran untuk melihat hasilnya secara nyata.

"Yang perlu kita lakukan, terutama di dalam Irak, adalah meningkatkan kemampuan pasukan (Irak). Paling tidak diperlukan waktu 3 tahun (untuk mengalahkan ISIS)," kata Jenderal Terry di Baghdad, seperti dikutip dari BBC, Jumat (19/12/2014).

Diam-diam Kuba-AS Saling Bebaskan Tahanan

Agen mata-mata Amerika (CIA) di Havana dibebaskan setelah menghabiskan 20 tahun mendekam di penjara Kuba.

Dalam adegan yang mengingatkan pada sebuah film thriller spionase Perang Dingin, seorang mata-mata dibebaskan dan terbang ke Amerika Serikat tanpa gembar-gembor, tanpa kamera berita televisi yang merekam kedatangannya.


Diam-diam Kuba-AS Saling Bebaskan Tahanan
Obama berjabat tangan dengan Raul Castro sebelum mencium Presiden Brazil Dilma Rousseff  : Screengrab/NBC

Presiden Barack Obama pun hanya mengatakan bahwa dia adalah salah satu agen intelijen yang paling penting bagi Amerika Serikat. Ia pernah di Kuba dan telah dipenjara selama hampir dua dekade.

Tank Armata Rusia Akan Dapatkan Roket Canggih Terbaru yang Kejutkan Musuh

Amunisi senjata rudal untuk tank Armata tersebut akan melengkapi angkatan bersenjata Rusia menjelang 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Kolega Komisi Industri Militer (VPK) Rusia Oleg Bochkarev. 

Kompleks senjata rudal akan muncul di angkatan bersenjata Rusia menjelang 2017
Kompleks senjata rudal akan muncul di angkatan bersenjata Rusia menjelang 2017 | Foto: RIA Novosti

“Kompleks senjata rudal akan muncul di angkatan bersenjata Rusia menjelang 2017,” ujar Bochkarev. Menurut Bochkarev, tank baru tersebut akan dipersenjatai oleh rudal baru dengan karakteristik terbaik yang akan mengejutkan musuh.

Bochkarev pun mengingatkan bahwa Komisi Industri Militer Rusia memiliki banyak pengalaman di bidang persenjataan roket untuk tank. Kantor berita RIA Novosti menuliskan, sebelumnya hanya tank-tank buatan Soviet saja yang dipersenjatai dengan rudal (peluru kendali).

Bersiap Menangkal Serangan ISIS, Rusia Aktif Dukung Islam Moderat

Para pakar Rusia menilai Rusia perlu lebih aktif mendukung Islam moderat sebagai jawaban atas ancaman kelompok radikal ISIS.

Pada Senin (8/12) lalu, berlangsung pertemuan meja bundar di Moskow yang mempertemukan para tokoh masyarakat dan ilmuwan muslim. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas alasan munculnya ISIS serta cara yang mungkin digunakan untuk melawan organisasi radikal tersebut.


Bersiap Menangkal Serangan ISIS, Rusia Aktif Dukung Islam Moderat
Para pakar sepakat bahwa kemunculan ISIS memiliki latar belakang sosial yang serius. | Foto: Reuters

Akar ISIS

Ketika berbicara mengenai alasan munculnya ISIS, para peserta pertemuan sepakat bahwa kemunculan organisasi tersebut memiliki latar belakang sosial yang serius. “ISIS merupakan semacam metastasis yang muncul akibat merajalelanya kekacauan di Irak dan Suriah,” ujar Kepala Asosiasi Persatuan Mayarakat Majelis Mukhammed Salyakhetdinov. Wakil Direktur Yayasan Pendukung Budaya, Ilmu, dan Pendidikan Islam Ali Vyacheslav Polosin sependapat dengan Salyakhetdinov. Ia menambahkan bahwa kekecewaan sejumlah besar umat Islam di Timur Tengah akibat hasil akhir Musim Semi Arab (gelombang revolusi di dunia Arab) berperan penting terkait terbentuknya ideologi ekstrem ISIS. “Hasil akhir tersebut tak membawa keadilan dan kebebasan sejati bagi negara-negara mereka,” kata Polosin.

Rusia Rancang Sistem Pertahanan Antiroket Mutakhir, S-500 Triumphator

Sistem pertahanan anti-roket masa depan buatan Rusia akan menyerupai sistem pertahanan anti-roket buatan AS, THAAD, yang dapat melumpuhkan rudal balistik jarak menengah dan menjadi sistem yang benar-benar berbeda dengan sistem pertahanan lain. 

Rusia Rancang Sistem Pertahanan Antiroket Mutakhir, S-500 Triumphator
Rusia akan membuat sistem pertahanan antiroket S-500 Triumphator dengan karakteristik teknis yang unik. | Foto: Stanislav Krasilnikov/TASS

Sekarang ini, hanya mereka yang malas saja yang tidak berusaha meniru sistem peluncur rudal Rusia S-300. Sistem tiruan buatan Tiongkok HQ-9 bahkan mengalahkan sistem peluncur rudal yang lebih muktahir buatan Rusia S-400 Triumph dalam tender di Turki. Namun, itu tidak tidak menghalangi Beijing untuk mengambil keputusan membeli Triumph dari Moskow secara resmi.

Redaktur majalah Rusia Arsenal Otechestva Viktor Murakhovskiy menjelaskan bahwa penawaran teknologi canggih untuk diekspor kemungkinan disebabkan karena pihak penjual telah memiliki sistem baru yang lebih muktahir. “Jika Rusia menawarkan S-400 kepada Tiongkok, berarti Rusia telah memiliki sesuatu yang lebih efektif dalam pembendaharaan senjatanya,” kata Murakhovskiy.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...