Senin, 23 Mei 2016

Mesir Kerahkan Kapal Selam Untuk Cari Kotak Hitam Pesawat EgyptAir MS804

Pemerintah mesir mengerahkan kapal selam ke Laut Mediterania untuk mencari kotak hitam pesawat EgyptAir MS804. Kotak hitam ini sangat penting untuk menemukan penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 66 penumpang dan kru pesawat ini.



"Peralatan pencari telah dikerahkan hari ini dari kementerian perminyakan, mereka punya satu kapal selam yang bisa mencapai 3.000 meter di bawah permukaan air," kata Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi kepada para menteri dan anggota parlemen di Kota Damietta seperti dilansir AFP, Senin (23/5/2016).

Sisi menyebut, seluruh kapal selam yang dikerahkan tengah bergerak menuju lokasi jatuhnya pesawat. "Kita sedang bekerja keras untuk menemukan kotak hitam," ujarnya.

Sabtu, 21 Mei 2016

Brunei Berencana Beli Sukhoi Su 35

Juru bicara Kremlin, Dmtry Peskov menuturkan, Brunei Darusalam memiliki rencana untuk membeli beberapa unit Sukhoi dari Rusia. Rencana itu terungkap kala terjadi pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah di Sochi, Rusia.

Brunei Berencana Beli Sukhoi Su 35

"Pengiriman superjet produksi kami ke Brunei mungkin saja terjadi," ucap Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Itar-tass pada Jumat (20/5).

Sebelum Brunei, Indonesia dan Malaysia sudah terlebih dahulu membeli salah satu jet tempur paling canggih di dunia tersebut. Indonesia bahkan pada akhir tahun lalu sudah menandatangi perjanjian pembelian Su-35, yang tidak lain adalah generasi terbaru Sukhoi.

Rusia Bantah Isu Penjual Rudal S-400 ke India

Pembantu Presiden Rusia untuk kerjasama teknis militer, Vladimir Kozhin menyatakan, tidak ada kontrak bahkan dalam bentuk konsep sekalipun untuk mengirimkan sistem rudal anti pesawat S-400 Rusia ke India.

Rusia Bantah Isu Penjual Rudal S-400 ke India

"Sejauh ini, tidak ada tenggat waktu atau rancangan kontrak," katanya, seperti dikutip dari laman TASS, Jumat (20/5/2016). Pernyataan ini sekaligus membantah kabar jika India telah membeli sistem rudal S-400 milik Rusia.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengumukan bahwa Dewan Pertahanan negara itu telah menyetujui pembelian lima sistem S-400. Rencananya, sistem pertahan rudal anti pesawat itu akan mulai beroperasi dalam Angkatan Bersenjata India pada 2017-2022.

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal kepada Amerika Serikat (AS) selaku pemimpin koalisi melawan ISIS, untuk melakukan operasi bersama di Suriah. Menurut Shoigu, operasi bersama ini akan lebih memaksimalkan upaya untuk melawan ISIS dan al-Nusra.

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Dirinya menuturkan, operasi bersama ini tidak hanya melibatkan Rusia dan koalisi AS, melainkan juga pemerintah Suriah. Menurut Shoigu, pemerintah Suriah telah setuju untuk melakukannya.

"Mengambil langkah tersebut akan membantu kemajuan penyelesaian perdamaian di Suriah. Tentu saja langkah-langkah tersebut telah disepakati dengan Republik Arab Suriah. Kemarin kami mulai membahas langkah-langkah ini dengan rekan-rekan kami di Oman dan Jenewa," ucap Shoigu, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (20/5).

Putin Siap dan Bersedia Lakukan Dialog Perjanjian Damai dengan Jepang

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia siap dan bersedia untuk mempertahankan dialog dengan Jepang, termasuk pembahasan perjanjian damai kedua negara.



"Kami siap dan bersedia untuk mempertahankan dialog dengan semua mitra, termasuk Jepang. Baik itu perjanjian damai dan masalah teritorial terkait," kata Putin dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak Rusia-ASEAN seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (20/5/2016).

Rusia dan Jepang selama ini terlibat sengketa wilayah atas Kepulauan Kuril yang membuat keduanya belum menandatangani perjanjian perdamaian pasca Perang Dunia II.

Jumat, 20 Mei 2016

China Tuntut AS Setop Mata-Matai Laut China Selatan

Pemerintah China marah atas pengumuman Pentagon Amerika Serikat (AS) yang menuduh dua pesawat jet tempur Beijing mencegat pesawat mata-mata Washington secara tidak aman di kawasan Laut China Selatan. China menuntut AS untuk menghentikan pengintaian di Laut China Selatan.

Kedua negara ini terkunci dalam ketegangan setelah tidak ada pihak yang mengaku bersalah dalam insiden pada hari Selasa lalu.


China Tuntut AS Setop Mata-Matai Laut China Selatan
Pesawat jet tempur J-11 China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China; Hong Lei, menuduh AS membuat tuduhan yang tidak benar.

”Pesawat militer AS sering melakukan pengintaian di perairan pantai kami, mereka serius membahayakan keamanan maritim China,” katanya, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/5/2016).
 

Kamis, 19 Mei 2016

Manuver Berbahaya Dua Pesawat Tempur China Cegat Pesawat Mata-mata Amerika di LCS

Dua pesawat jet tempur J-11 China telah mencegat sebuah pesawat mata-mata EP-3 Aries Amerika Serikat (AS) di wilayah udara internasional di Laut China Selatan. Pentagon mengatakan, manuver dua jet tempur China itu berlangsung secara tidak aman.


”Departemen Pertahanan (AS) sedang mengkaji kejadian pada 17 Mei, yakni pencegatan sebuah pesawat patroli intai maritim AS oleh dua pesawat taktis dari Republik Rakyat China,” kata juru bicara Pentagon, Mayor Jamie Davis, dalam sebuah pernyataan hari Rabu, yang dilansir Guardian, Kamis (19/5/2016).

”Laporan-laporan awal menandai insiden itu sebagai (manuver) tidak aman,” lanjut dia, tanpa memberikan rincian tambahan.
 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...