Rabu, 17 September 2014

Korut Bangun Sistem Peluncur Rudal Balistik untuk Kapal Selam

Korea Utara diyakini tengah mengembangkan sistem baru pada kapal selam yang berfungsi untuk meluncurkan rudal balistik (SLBM), pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Senin, 15 September 2014, dilansir laman Yonhap.

Korut Bangun Sistem Peluncur Rudal Balistik untuk Kapal Selam

"Berdasarkan data intelijen terbaru Amerika Serikat dan Korea Selatan, kami telah mendeteksi tanda-tanda Korea Utara sedang mengembangkan tabung peluncur rudal vertikal untuk kapal selam," Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, mengatakan saat konferensi pers rutin pada hari Senin bahwa kapal selam 3.000 ton Kelas Golf  Korea Utara dapat dimodifikasi agar bisa meluncurkan rudal balistik jarak menengah.

Rusia Suskes Luncurkan ICBM Bulava dari Kapal Selam Kelas Borey

 Rusia berhasil menguji tembak rudal balistik antar benua (ICBM) "Bulava" dari kapal selam bertenaga nuklir Kelas Borey "Vladimir Monomakh," Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada Rabu dilansir RIA Novosti.


Rudal balistik itu diluncurkan dari dalam air, Rabu pagi, dari lokasi dekat Laut Putih di barat laut Rusia dan mengenai target yang direncanakan di Kura, Kamchatka, wilayah timur jauh Rusia. Ini adalah pertama kalinya Vladimir Monomakh meluncurkan rudal balistik Bulava.

Peluncuran Bulava ini merupakan bagian dari uji coba negara pada senjata dan sistem kapal selam Vladimir Monomakh, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konasehnkov dikutip RIA Novosti.

Selasa, 16 September 2014

Beginilah ISIS Memperoleh Senjata-senjata Mereka

Jihadis Negara Islam (ISIS) tampaknya menggunakan senjata AS yang berhasil direbut dan mendapat senjata dari pemberontak di Suriah yang selama ini dikirim oleh Arab Saudi.

Studi oleh organisasi penelitian senjata yang berbasis di London melaporkan para jihadis menggunakan sejumlah senjata buatan AS, termasuk senapan serbu M-16.


Beginilah ISIS Memperoleh Senjata-senjata Mereka

Laporan juga menemukan bahwa roket anti-tank yang digunakan oleh ISIS di Suriah identik dengan roket M79 yang ditransfer oleh Arab Saudi untuk pasukan pemberontak yang beroperasi di Suriah pada 2013.

Diperkirakan, di negara tetangga Irak, jihadis ISIS menyita sejumlah peralatan AS dari militer Irak ketika tentara meninggalkan posisi di wilayah utara ketika menghadapi serangan militan pada Juni lalu.

Jet Prancis mulai intai IS dari udara Irak

Pesawat tempur Prancis akan memulai pengintaian melalui udara di Irak kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, Senin, sebelum konferensi yang diikuti sekitar 30 negara untuk membahas upaya memerangi kelompok milisi Negara Islam (IS).

Jet Prancis mulai intai IS dari udara Irak
Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius

"Kami telah mengatakan kepada pemerintah Irak bahwa kami siap dan meminta izin untuk terbang di wilayah Irak," kata Fabius kepada radio Europe 1 saat mengonfirmasi bahwa penerbangan pertama dari pangkalan militer Prancis di Abu Dhabi akan dimulai pada hari Senin

Para menteri luar negeri dari negara-negara Eropa utama, lima anggota tetap dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, negara-negara tetangga Irak dan negara-negara di Teluk Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab bertemu di Paris untuk membahas tentang politik, keamanan, dan upaya kemanusiaan untuk menanggulangi IS.

ISIS muncul setelah Al Qaida tidak laku dijual

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani menduga, isu ISIS yang sekarang menghangat merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian. Sehingga, isu ISIS perlu dicermati sehingga tidak terjebak.

"Isu ISI termasuk isu global, kita harus cermati. Biasanya isu global ini ditumpangi dengan kepentingan inteligen. ISIS muncul setelah Al Qaida tidak laku dijual," kata Ahmad Yani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.


Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Isu ISIS, kata politisi PPP itu, harus disikapi secara hati-hati dan perlu dicermati. Jangan sampai isu ISIS adalah isu yang diproduksi sama seperti soal terorisme pada waktu lalu.

 "Jangan juga jadikan ISIS ini sebagai program dan proyek dari inteligen dan ini berbahaya. Sekarang kita baru mendapatkan informasi, menurut saya informasi itu dari media barat. Apakah ISIS yang digembar-gemborkan itu kekejamannya benar adanya sebagaimana faktanya atau itu bagian dari perang wacana atau pembentukan citra, opini sedemikian rupa," ungkap Yani Yani menambahkan, ada standar ganda yang diterapkan oleh pihak-pihak tertentu dalam kasus ISIS.

Kamis, 11 September 2014

Obama Umumkan Perang Terbuka pada ISIS

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, mengumumkan perang terbuka pada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Obama juga mengerahkan 475 personel militer baru AS ke Irak untuk mendukung pasukan Irak dalam memberangus ISIS.


Obama Umumkan Perang Terbuka pada ISIS

”Kami akan melakukan kampanye serangan udara sistematis terhadap para teroris ini,” kata Obama di Gedung Putih. (Baca: Obama: Gempur ISIS di Mana Pun Berada)

”Saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap ISIS di Suriah dan Irak. Ini adalah prinsip kepresidenan saya. Jika Anda (ISIS) mengancam Amerika, Anda akan menemukan kematian,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (11/9/2014).
 

Rusia Kembangkan Rudal Nuklir Terbaru Untuk Hadapi AS dan NATO

Rusia sedang mengembangkan sebuah rudal nuklir terbaru untuk melawan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) dan NATO yang baru-baru ini dikampanyekan. Hal itu diungkapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Rusia Kembangkan Rudal Nuklir Terbaru Untuk Hadapi AS dan NATO
Rusia sedang mengembangkan rudal nuklir terbaru untuk melawan AS dan NATO
Komentar itu disampikan Putin, yang mengklaim bahwa Rusia berhasil menguji coba rudal balisitik antarbenua yang diluncurkan dari kapal selam nuklir. Ketegangan antara Rusia dan AS serta NATO belum reda, sejak krisis Ukraina pecah.

Putin menuduh negara-negara Barat memanfaatkan krisis di Ukraina untuk menghidupkan kembali kekuatan NATO. Putin memperingatkan, bahwa Moskow akan mempertimbangkan respons keras terhadap keputusan AS dan sekutunya, NATO yang berdalih menggunakan kekuatan untuk melindungi Eropa Timur.
 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...