Rabu, 24 Agustus 2016

Data Rahasian Pemesanan Kapal Selam India Dari DCNS Bocor

Perusahaan asal Prancis pembuat kapal selam yakni DCNS terancam kehilangan kerja sama bisnis, setelah beberapa data penting kontrak penyediaan kapal untuk Angkatan Laut India bocor ke publik. Lebih dari 22.000 halaman yang mengekspons informasi tentang rincian kemampuan kapal selam tempur jenis Scorpene class vessels bocor.

Data Rahasian Pemesanan Kapal Selam India Dari DCNS Bocor

Belum diketahui secara pasti siapa orang pertama yang mendapatkan dokumen-dokumen rahasia tersebut, seperti diberitakan oleh media Australia. Diketahui awal tahun ini DCNS telah memenangkan proyek besar untuk membangun armada kapal selam angkatan laut Australia senilai USD38,5 miliar dengan pesanan pembuatan 12 kapal selam canggih.

Sayang dengan bocornya data kapal selam DCNS, membuat kontrak kerja tersebut diyakini bakal terancam. Namun pihak perusahaan memastikan rincian tentang kapal selam Shortfin Barracuda yang akan dibangun buat Australia tidak termasuk dalam data-data rahasia yang bocor dan diketahui publik. Juru bicara DCNS menegaskan kasus kebocoran ini masalah serius dan menerangkan pemerintah Perancis secara resmi akan menyelidiki.

Selasa, 23 Agustus 2016

Pesawat C-295 Akan Dilengkapi Rudal dan Bom

Airbus dan Roketsan Turki telah menandatangani kerjasama untuk mempersenjatai ‘pesawat C-295 dengan rudal dipandu laser dan bom, sebagai bagian dari upaya Airbus meningkatkan penjualan pesawat C-295 dengan perannya yang baru.

Pesawat C-295 Akan Dilengkapi Rudal dan Bom

Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman di Farnborough International Airshow pada Rabu, untuk tim desain, integrasi dan pengujian senjata Roketsan, termasuk rudal Cirit 70mm dipandu laser dan rudal jarak jauh, rudal anti-tank L-UMTAS dipandu laser, serta bom dipandu laser Teber.

“Ada kesempatan yang jelas bagi kita untuk mengatasi kebutuhan global, dengan sebuah pesawat utilitas bersenjata hemat biaya, dan berbagai produk Roketsan dan keahlian yang telah terbukti membuat mereka menjadi pasangan yang jelas,” kata Kepala Airbus ‘dari pesawat militer, Fernando Alonso.

Hadapi China, Jepang Perkuat 200 Jet Tempur F-15 Dengan Tambahan Rudal 2 Kali Lipat

Kementerian Pertahanan Jepang menginginkan 200 pesawat jet tempur F-15 di-upgrade untuk bisa memuat rudal udara dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Keinginan militer Jepang itu untuk mengantisipasi kemungkinan konfrontasi dengan China setelah bersitegang terkait sengketa kawasan Laut China Timur.


Hadapi China, Jepang Perkuat 200 Jet Tempur F-15 Dengan Tambahan Rudal 2 Kali Lipat

Untuk meng-upgrade ratusan jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang akan dioperasikan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) itu, Departemen Pertahanan Jepang akan meminta alokasi dana lebih besar. Demikian laporan Nikkei Asian Review.

Saat ini, setiap unit pesawat jet tempur F-15 bisa memuat delapan rudal udara. Dengan di-upgrade, militer Jepang menghendaki setiap jet tempur F-15 bisa memuat 16 rudal.

Selain itu, sayap rusak dan bagian lain akan diperbaiki untuk memperpanjang umur jet-jet tempur tersebut.
 

Bersengketa Dengan Australia, Timor Leste Minta Bantuan Indonesia

Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung Timor Leste dalam sengketa batas laut dengan Australia. Komitmen ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto usai melakukan pertemuan dengan Mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanan Gusmao, Minggu, 21 Agustus 2016 malam.

Bersengketa Dengan Australia, Timor Leste Minta Bantuan Indonesia

Wiranto menyampaikan dalam pertemuannya dengan Xanana Gusmao juga membahas berbagai persoalan, termasuk menyangkut batas kedua negara dan perekonomian.

"Beliau (Xanana) datang membincangkan hal-hal penting diantara kedua negara," ujar Wiranto, Jakarta, Senin (22/8 2016).

Jumat, 22 Juli 2016

Kapal Induk Tercanggih Amerika Serikat Tak Siap Perang

Sebuah memo dari Pentagon mengungkap bahwa kapal induk tercanggih dan termahal Amerika Serikat (AS), USS Gerald Ford tidak siap untuk terlibat perang. Kapal induk yang sempat menuai pujian itu mengalami kendala dalam operasi penyebaran.

Kapal Induk Tercanggih AS Tak Siap Perang

Kapal induk USS Gerald Ford dibangun dengan dana sekitar USD13 miliar. Menurut memo internal Pentagon yang dilihat oleh Bloomberg, kapal induk tercanggih AS ini harus menjalani desain ulang.

”Keempat sistem mempengaruhi area utama dari operasi penerbangan,” bunyi memo Direktur Uji Operasional dan Evaluasi Departemen Pertahanan AS, Michael Gilmore, yang ditujukan kepada kepada Pentagon dan pembeli senjata Angkatan Laut Frank Kendall dan Sean Stackley, yang dikutip Jumat (22/7/2016).

Kamis, 21 Juli 2016

Ketegangan Perbatasan Kian Memanas India Kirimkan 100 Tank di Perbatasan China

Ketegangan diantara dua negara, China dan India, semakin memanas. Terbaru, New Delhi mengerahkan hampir 100 tank ke wilayah yang berbatasan dengan China. 

Ketegangan Perbatasan Kian Memanas India Kirimkan 100 Tank di Perbatasan China

Dalam upaya untuk meningkatkan kehadiran militer di daerah, India telah mengirimkan tank T-72 buatan Rusia ke wilayah Ladakh yang berbatasan dengan China. "Lembah-lembah datar yang sepanjang pegunungan memungkinkan pergerakan lapis baja, selain itu, telah terjadi peningkatan tingkat kekuatan di perbatasan," ujar seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya kepada NDTV.

Tank-tank yang dikirimkan telah mengalami peningkatan signifikan yang lebih baik untuk menghadapi iklim di wilayah itu. "Kami telah membeli aditif khusus dan pelumas untuk medang dengan ketinggian tinggi seperti diesel khusus musim dingin dan aditif untuk sistem pelumasan yang mencegah pembekuan," kata Kolonel Vijay Dalal.

Senin, 18 Juli 2016

Lawan Peretas ISIS Pentagon Kembangkan Malware

Serangan ISIS tak cuma dalam aksi nyata, organisasi yang bertanggung jawab atas banyak teror ini juga bergerak di dunia maya. Demi menghambatnya, Pentagon pun mengembangkan malware khusus.

Pentagon Kembangkan Malware untuk Lawan ISIS

Informasi ini disampaikan oleh salah seorang petinggi Pentagon bernama Michael S. Rogers yang menjabat sebagai US Cyber Command chief Administration. Dijelaskan, institusi tempatnya bernaung telah menyiapkan tim khusus yang akan bekerja untuk mengembangkan sebuah tool untuk melawan pergerakan ISIS di dunia maya.

Tool tersebut digarap dalam bentuk malware dan sesuatu yang disebutnya senjata digital. Pentagon menamai tim khusus yang menanganinya dengan panggilan Joint Task Force Ares. Menurut pihak Pentagon, keberadaan pasukan cyber ini bakal sama pentingnya dengan angkatan bersenjata.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...