Bom bunuh diri, seperti di Kafe Starbucks, Gedung Cakrawala, Jakarta kemarin (14/1), yang menewaskan satu warga negara Kanada dan pelaku, berisiko menimbulkan lebih banyak korban seandainya peledak berjenis high explosive.
Aksi teror dengan cara mati mengajak orang lain ini sangat populer selama tiga dekade terakhir. Nyaris di semua benua, jenis terorisme bom bunuh diri pernah terjadi. Tentu saja, siapapun bisa berpeluang menjadi korban kenekatan teroris.
Tapi, pakar terorisme ternyata berhasil mengumpulkan ciri-ciri umum yang menandai calon pengebom bunuh diri dari pelbagai insiden. Panduan ini kemudian dikompilasi oleh Departemen Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi internasional ini menyebar brosur cara mengenali pelaku bom bunuh diri untuk melindungi pegawainya di negara-negara rawan konflik.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Minggu, 17 Januari 2016
PBB punya panduan ciri-ciri calon pengebom bunuh diri
Sabtu, 16 Januari 2016
Teror Bom Jakarta dan Kembalinya Para Teroris Asia Tenggara
Teror bom yang melanda Jakarta dinilai mengkonfirmasi ketakutan terburuk negara-negara Asia Tenggara. Hal ditambah banyaknya warga Asia Tenggara yang pulang usai bertempur bersama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan siap melakukan serangan di negara asalnya.
"Kita tahu bahwa mereka (ISIS) memiliki keinginan untuk mendeklarasikan sebuah provinsi di kawasan ini dan ada beberapa kelompok di kawasan... yang telah menyatakan sumpah setia kepada mereka," sebut pakar militan Asia Tenggara dari Nanyang Technological University di Singapura, Kumar Ramakrishna, seperti dilansir AFP, Jumat (15/1/2016).
"Ancaman para petempur dari Asia Tenggara yang pulang usai diradikalisasi di wilayah Irak maupun Suriah menjadi faktor kekhawatiran lain, bersama dengan kemungkinan pelaku serangan yang diradikalisasi sendiri," imbuhnya.
"Kita tahu bahwa mereka (ISIS) memiliki keinginan untuk mendeklarasikan sebuah provinsi di kawasan ini dan ada beberapa kelompok di kawasan... yang telah menyatakan sumpah setia kepada mereka," sebut pakar militan Asia Tenggara dari Nanyang Technological University di Singapura, Kumar Ramakrishna, seperti dilansir AFP, Jumat (15/1/2016).
"Ancaman para petempur dari Asia Tenggara yang pulang usai diradikalisasi di wilayah Irak maupun Suriah menjadi faktor kekhawatiran lain, bersama dengan kemungkinan pelaku serangan yang diradikalisasi sendiri," imbuhnya.
Sanksi Internasional Atas Program Nuklir Iran Segera Dicabut
Sanksi-sanksi internasional yang selama ini diterapkan terhadap Iran terkait program nuklirnya, akan dicabut hari Sabtu ini. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyampaikan hal itu dan menyebutnya sebagai "hari baik bagi rakyat Iran".
"Ini hari baik bagi rakyat Iran... dan juga hari baik bagi wilayah ini. Sanksi-sanksi akan dicabut hari ini," ujar Zarif kepada para wartawan di Wina, Austria seperti dikutip kantor berita Iran, ISNA dan dilansir AFP, Sabtu (16/1/2016).
"Ini hari baik bagi rakyat Iran... dan juga hari baik bagi wilayah ini. Sanksi-sanksi akan dicabut hari ini," ujar Zarif kepada para wartawan di Wina, Austria seperti dikutip kantor berita Iran, ISNA dan dilansir AFP, Sabtu (16/1/2016).
Tersangka ISIS di Malaysia Mengaku Rencanakan Bom Bunuh Diri
Seorang tersangka militan ISIS ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia. Pria muda itu mengaku berencana melakukan serangan bom bunuh diri di negeri Jiran tersebut. Polisi telah menemukan beberapa senjata dan dokumen terkait ISIS di kediaman pria itu.
Kepala kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan, pria berumur 28 tahun itu mengaku siap menjadi pengebom bunuh diri. Dia tinggal menunggu perintah dari anggota ISIS di Suriah sebelum melakukan aksinya itu di Malaysia. Pria yang tak disebutkan namanya itu dibekuk pada Jumat, 15 Januari kemarin di sebuah stasiun kereta di Kuala Lumpur.
"Tersangka mengaku bahwa dirinya telah merencanakan serangan bunuh diri di Malaysia dan sedang menunggu instruksi dari seorang anggota ISIS di Suriah," tutur Khalid seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/1/2016).
Kepala kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan, pria berumur 28 tahun itu mengaku siap menjadi pengebom bunuh diri. Dia tinggal menunggu perintah dari anggota ISIS di Suriah sebelum melakukan aksinya itu di Malaysia. Pria yang tak disebutkan namanya itu dibekuk pada Jumat, 15 Januari kemarin di sebuah stasiun kereta di Kuala Lumpur.
"Tersangka mengaku bahwa dirinya telah merencanakan serangan bunuh diri di Malaysia dan sedang menunggu instruksi dari seorang anggota ISIS di Suriah," tutur Khalid seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/1/2016).
Kamis, 14 Januari 2016
Iran bebaskan sepuluh marinir Amerika yang ditahan
Otoritas Iran akhirnya membebaskan 10 personel militer Amerika Serikat yang sempat ditahan, usai kapalnya masuk perairan negara tersebut. Insiden ini sempat dikhawatirkan memicu ketegangan baru antara Iran dengan AS.
Seperti dilansir AFP, Rabu (13/1/2016), insiden ini berawal ketika dua kapal patroli milik Angkatan Laut AS yang membawa 10 personel militer AS masuk ke perairan Iran pada Selasa (12/1) malam waktu setempat. Garda Revolusioner Iran lantas menahan 10 personel militer AS yang terdiri atas 9 personel pria dan satu personel wanita.
Pihak AS lantas menghubungi Iran untuk membahas hal ini. Otoritas AS menyatakan Iran telah berjanji untuk segera membebaskan 10 personel militernya. Namun dalam pernyataan terpisah, otoritas Iran menyatakan kapal patroli AS itu telah melanggar wilayahnya dan meminta mereka minta maaf.
Seperti dilansir AFP, Rabu (13/1/2016), insiden ini berawal ketika dua kapal patroli milik Angkatan Laut AS yang membawa 10 personel militer AS masuk ke perairan Iran pada Selasa (12/1) malam waktu setempat. Garda Revolusioner Iran lantas menahan 10 personel militer AS yang terdiri atas 9 personel pria dan satu personel wanita.
Pihak AS lantas menghubungi Iran untuk membahas hal ini. Otoritas AS menyatakan Iran telah berjanji untuk segera membebaskan 10 personel militernya. Namun dalam pernyataan terpisah, otoritas Iran menyatakan kapal patroli AS itu telah melanggar wilayahnya dan meminta mereka minta maaf.
Rabu, 13 Januari 2016
2 Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat Ditahan Iran
Dua kapal milik Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini berada dalam tahanan Iran. Namun, Iran sudah memastikan bahwa awak dari kedua kapal itu akan dikembalikan.
"Kami kehilangan kontak dengan 2 kapal kecil milik Angkatan Laut yang berangkat dari Kuwait menuju Bahrain," kata seorang pejabat AS di Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Demikian dilansir Reuters, Rabu (13/1/2016).
Pentagon berkomunikasi dengan pemerintah Iran. Pihak Iran kemudian memberikan informasi terkait keselamatan dan kondisi para awak kapal.
"Kami kehilangan kontak dengan 2 kapal kecil milik Angkatan Laut yang berangkat dari Kuwait menuju Bahrain," kata seorang pejabat AS di Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Demikian dilansir Reuters, Rabu (13/1/2016).
Pentagon berkomunikasi dengan pemerintah Iran. Pihak Iran kemudian memberikan informasi terkait keselamatan dan kondisi para awak kapal.
Istambul Turki diguncang Bom
Sekretaris
Jenderal PBB Ban Ki Moon mengecam keras serangan bom bunuh diri di
Istanbul, Turki. Sekjen Ban menyebut serangan itu sebagai kejahatan keji
dan menyerukan agar pelakunya diadili.
Sejauh ini, otoritas Turki memastikan 10 orang tewas, yang sebagian besar merupakan warga negara Jerman. Pelaku di balik bom bunuh diri di distrik wisata Sultanahmet itu diidentifikasi sebagai warga negara Suriah yang berusia 28 tahun.
"Kejahatan keji ini menargetkan jantung distrik wisata Istanbul, yang dilaporkan merenggut 10 nyawa dan melukai sedikitnya 15 orang lainnya," ucap Sekjen Ban dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (13/1/2016).
Sejauh ini, otoritas Turki memastikan 10 orang tewas, yang sebagian besar merupakan warga negara Jerman. Pelaku di balik bom bunuh diri di distrik wisata Sultanahmet itu diidentifikasi sebagai warga negara Suriah yang berusia 28 tahun.
"Kejahatan keji ini menargetkan jantung distrik wisata Istanbul, yang dilaporkan merenggut 10 nyawa dan melukai sedikitnya 15 orang lainnya," ucap Sekjen Ban dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (13/1/2016).
Langganan:
Postingan (Atom)






