Senin, 10 Agustus 2015

AS gunakan enam F-16 di Turki untuk serang ISIS

Amerika Serikat telah menggelarkan setengah lusin jet tempur F-16 di sebuah pangkalan udara di Turki untuk membantu operasi melawan ISIS, kata misi AS untuk NATO seperti dikutip AFP.


"Enam F-16 Fighting Falcons Angkatan Udara Amerika Serikat digelarkan di Pangkalan Udarar Incirlik, Turki, untuk mendukung perang melawan ISIL," cuit misi AS ini dalam Twitter menyebut ISIS dalam akronim lain ISIL.

AS sudah menggunakan pesawat-pesawat tak berawak (drone) dari Incirlik untuk menyerang posisi-posisi ISIS di Suriah untuk membantu kampanye udara Turki melawan ISIS.

"Sekitar 09.00 GMT (16.00 WIB), Angkatan Udara AS telah menggelarkan detasemen kecil terdiri dari enam F-16 Fighting Falcon, perangkat pendukung dan sekitar 300 personel di Pangkalan Udara Incirlik, Turki, sebagai dukungan bagi Operation Inherent Resolve," kata Komando Eropa AS dalam keterangan persnya.

Komitmen PM Abe Soal Senjata Nuklir Dikritik Korban Bom Atom Nagasaki

Sebuah upacara yang penuh emosial diadakan di kota Nagasaki, Jepang untuk memperingati 70 tahun jatuhnya bom atom oleh AS di kota tersebut. Dalam pidatonya di upacara peringatan, Perdana Menteri Shinzo Abe memperbaharui komitmennya mengenai Jepang bebas dari senjata nuklir.

Komitmen PM Abe Soal Senjata Nuklir Dikritik Korban Bom Atom Nagasaki

Seperti dikutip dari BBC, Minggu (9/8/2015), setidaknya, akibat bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki sebanyak 70.000 orang tewas. Hal tersebut terjadi tiga hari setelah kota Hiroshima di jatuhi oleh bom atom.

Namun, pidato Abe banyak mendapatkan kritikkan karena ia tidak menyampaikan komitmennya saat upacara peringatan di kota Hiroshima beberapa hari lalu. Nagasaki dipilih setelah target awal, kota Kokura hilang dari radar.

"Sebagai satu-satunya negara di dunia yang telah menderita akibat perang dan serangan nuklir, saya telah memperbaharui tekad saya untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir dan menjaga tiga prinsip non-nuklir," kata Abe di Taman Perdamaian Nagasaki.

7 Senjata nuklir paling mematikan, mampu picu Perang Dunia ke-3

Tanggal 6 Agustus kemarin, dunia memperingati peristiwa pengeboman nuklir dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Meskipun sangat memilukan dan telah membunuh lebih dari 240.000 jiwa, pengeboman oleh sekutu itu berhasil menghentikan Perang Dunia ke-2.


Sejak saat itu penggunaan nuklir sebagai senjata sangat ditekan, terutama pasca Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Namun pada kenyataannya, ketakutan akan perang nuklir membuat beberapa negara lain ikut memproduksi senjata yang sering disebut paling mematikan tersebut.

Walaupun tidak sebanyak era 1980an, masih ada 7 senjata nuklir yang keberadaannya sangat ditakuti saat ini. Sebab, peluncuran satu saja di antara senjata nuklir itu, bisa menjadi tanda dimulainya Perang Dunia ke-3.


Minggu, 09 Agustus 2015

Benarkah Bom Atom yang Memaksa Jepang Menyerah?

Jepang mengulang seruan untuk dimusnahkannya senjata nuklir dari dunia, dalam peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Hawa kematian dan kehancuran, dampak ledakan senjata pemusnah massal di dua kota itu, menjadi peringatan tentang ancaman yang luar biasa mengerikan, sebagai akibat penggunaan senjata nuklir.


Peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima
Peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima

Seperempat juta manusia tewas sebagai akibat langsung dan tidak langsung, dua ledakan bom atom yang segera disusul dengan berakhirnya Perang Dunia II, ditandai menyerahnya Jepang pada Sekutu.

Dikutip dari situs berita boston.com pada Minggu, 9 Agustus 2015, selama tujuh dekade publik Amerika Serikat (AS) menerima satu versi cerita, seputar kekalahan dan menyerahnya Jepang tanpa syarat.

Pengaruh Penghargaan Soekarno Award kepada Kim Jong Un

Rachmawati Soekarnoputri, putri mantan Presiden RI Soekarno, mengumumkan rencana memberikan penghargaan Soekarno Award, bagi pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, pada 30 Juli 2015 lalu.

Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno dan pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korut, itu menilai Jong-un terbukti konsisten melawan imperialisme, sejalan dengan pemikiran kakeknya, Kim Il Sung.


Pengaruh Penghargaan Soekarno Award kepada Kim Jong Un

Gigihnya Kim Jong Un melawan imperialisme, disebut Rachmawati juga sesuai dengan pemikiran ayahnya, seorang anti neo-kolonialisme (nekolim) yang membuatnya mendapat tudingan diktator dari Barat.

"Rachmawati adalah putra Soekarno, diktator brutal Indonesia yang digulingkan pada 1960an," tulis laman Huffington Post, dalam laporan situs berita Amerika Serikat (AS) itu pada Selasa, 4 Agustus lalu.

Rabu, 05 Agustus 2015

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Menjelang rencana digelarnya acara kongres Temu Nasional Korban 65/Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65' bertema "Menuju Penyelesaian Adil dan Bermartabat Bagi Korban 65" di Kota Salatiga, Jawa Tengah dunia media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya meme berkibarnya bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) di salah satu jembatan di Salatiga, Jawa Tengah.

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Meski kegiatan yang menurut rencana akan diselenggarakan tanggal 6 Agustus sampai 9 Agustus 2015 bertempat di Wisma Widya Graha LP3S di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 10, Salatiga, Jawa Tengah ternyata batal karena tidak diizinkan oleh Polres Salatiga sampai saat ini meme bendera warna merah berlogo palu-arit tersebut ramai dibicarakan netizen.

Postingan meme tersebut diunggah oleh akun berinisial MA pada Minggu (2/8) lalu menampilkan sejumlah bendera bergambar palu arit berjajar di sebuah jembatan. Dalam postingannya, pengunggah gambar juga membuat tulisan dengan nada bertanya, "apakah ada yg tahu kenapa Bendera ini terpampang berkibar di salatiga Jawa tengah?"

Selasa, 04 Agustus 2015

Rusia Undang Pemimpin Hamas ke Moskow

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov bertemu pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, di Doha, Qatar. Pejabat Hamas mengatakan, dalam pertemuan itu, Lavrov mengajak Meshaal mengunjungi Moskow.

Rusia Undang Pemimpin Hamas ke Moskow

Meshaal yang tinggal di Doha terakhir kali menyambangi Moskow pada 2010, atau empat tahun setelah kunjungan pertamanya di ibu kota Rusia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan di Gaza, pejabat Hamas mengatakan sebuah delegasi yang dipimpin Meshaal bertemu dengan Lavrov. Dalam pertemuan itu, Meshaal membahas tentang terorisme di Tepi Barat serta kekerasan terhadap umat beragama di Yerusalem.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...