Setidaknya 13 orang tewas dan 65 lainnya luka-luka ketika seorang wanita melakukan bom bunuh diri di satu pasar ponsel yang sibuk di Nigeria timur laut yang bergolak, Minggu, kata polisi.
Serangan di kota Azare di negara bagian Bauchi itu terjadi saat para pedagang sedang berkemas untuk hari itu. Serangan itu merupakan yang terbaru dalam gelombang serangan bunuh diri.
"Sejauh ini, 13 orang dikonfirmasi tewas sementara 65 lainnya mengalami berbagai cedera," kata Haruna Mohammed, juru bicara polisi negara bagian Bauchi, dalam satu pernyataan.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, tetapi bom itu mirip yang dilakukan di wilayah tersebut oleh kelompok Boko Haram yang mengobarkan pemberontakan terhadap pemerintah.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Senin, 17 November 2014
Putin "dikeroyok" Barat di G-20
Para pemimpin Barat ramai-ramai memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G-20 di Brisbanne, Australia, bahwa sanksi ekonomi lebih keras siap diterapkan kepada Rusia jika Putin tidak mengakhiri dukungannya kepada separatis Ukraina.
Rusia sendiri telah membantah keterlibatannya dalam eskalasi apa pun di Ukraina timur itu.
Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper adalah diantara pemimpin Barat yang mengancam Vladimir Putin.
"Saya kira saya akan menjabat tangan Anda tapi saya hanya punya satu hal untuk disampaikan kepada Anda: Anda mesti keluar dari Ukraina," kata Harper kepada Putin seperti dikutip juru bicaranya Jason MacDonald.
![]() |
| Presiden Rusia Vladimir Putin |
Rusia sendiri telah membantah keterlibatannya dalam eskalasi apa pun di Ukraina timur itu.
Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper adalah diantara pemimpin Barat yang mengancam Vladimir Putin.
"Saya kira saya akan menjabat tangan Anda tapi saya hanya punya satu hal untuk disampaikan kepada Anda: Anda mesti keluar dari Ukraina," kata Harper kepada Putin seperti dikutip juru bicaranya Jason MacDonald.
Mesir pertama kali terbangkan UAV basmi gerilyawan
Untuk pertama kalinya Mesir menerbangkan wahana terbang tanpa awak (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) untuk melakukan serangan udara membersihkan gerilyawan garis keras di Semenanjung Sinai.
Di sanalah wilayah bergolak yang berbatasan dengan Jalur Gaza, Palestina.
Serangan UAV --yang sering disalahartikan sebagai drone-- itu dilancarkan di dua kota di utara Sinai, yaitu Rafah dan Sheikh Zuweid, kata media pemerintah Mesir, Al Ahram, Minggu.
![]() |
| Mesir pertama kali terbangkan UAV basmi gerilyawan |
Di sanalah wilayah bergolak yang berbatasan dengan Jalur Gaza, Palestina.
Serangan UAV --yang sering disalahartikan sebagai drone-- itu dilancarkan di dua kota di utara Sinai, yaitu Rafah dan Sheikh Zuweid, kata media pemerintah Mesir, Al Ahram, Minggu.
Rabu, 12 November 2014
Laksamana Nakhimov, Kapal Jelajah Rudal Terhebat Armada Rusia
Kapal jelajah berat Laksamana Nakhimov akan dilengkapi persenjataan baru yang akan membuat kapal ini mampu melampaui kapal utama Armada Rusia, kapal jelajah rudal Peter yang Agung. Para pengamat menilai setelah pemasangan sistem rudal antipesawat jarak jauh baru S-400 dan Poliment-Redut, misi tempur kapal ini tidak akan berubah.
Dalam proses modernisasi yang dimulai sejak tahun lalu, kapal jelajah nuklir Laksamana Nakhimov akan dilengkapi dengan sistem antirudal jarak jauh baru S-400 dan jarak menengah Poliment-Redut, serta rudal jelajah Kaliber. Menurut Vladimir Spiridopoulo, Direktur Jenderal Biro Desain Severnoye dan pengembang proyek kapal jelajah ini, setelah proses modernisasi Laksamana Nakhimov akan menjadi lebih hebat daripada “saudaranya”, kapal jelajah rudal nuklir berat Peter yang Agung, yang saat ini merupakan kapal utama Armada Utara Rusia.
Modernisasi Ekstensif
Selain Nakhimov, kapal lain dari proyek yang sama, Laksamana Lazarev, kemungkinan juga akan dimodernisasi. Laksamana Lazarev yang merupakan bagian dari Armada Samudra Pasifik, saat ini tengah diservis di galangan kapal.
Ahli militer independen yang merupakan Pemimpin Redaksi MilitaryRussia Dmitri Kornev menjelaskan, sebelum awal proses modernisasi Angkatan Laut Rusia sudah mendiskusikan persenjataan apa yang akan dipasang pada Laksamana Nakhimov. “Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat Angkatan Laut Rusia, mereka mempertimbangkan untuk melengkapi kapal jelajah ini dengan sistem antirudal S-500 yang baru.”
Kornev berpendapat perancang kapal ini akan mempertahankan sistem persenjataan asli kapal jelajah tersebut, namun meningkatkan potensinya agar sesuai kebutuhan modern. “S-400 akan menggantikan sistem S-300F, yang sebelumnya terpasang pada kapal ini, Poliment-Redut akan menggantikan Osa-M, dan rudal jelajah Kaliber akan menggantikan rudal jelajah antikapal supersonik P-700 Granit,” jelas Kornev. “Dengan persenjataan semacam itu, kapal jelajah ini jelas akan menjadi kapal terhebat di armada Rusia,” terang Kornev. Rudal jelajah antikapal supersonik P-700 Granit yang terpasang pada Nakhimov sebelumnya hanya mampu menembak sasaran di permukaan air. Dengan dilengkapi Kaliber, kapal ini dapat menyerang tidak hanya sasaran di permukaan air tetapi juga di darat. “Tentu itu akan sangat meningkatkan kemampuan tempur kapal ini,” tutur Kornev.
Kaliber Supersonik
Rudal jelajah Kaliber, yang dikembangkan oleh Biro Desain Novator (bagian dari Perusahaan Almaz-Antey), kini terpasang pada kapal selam baru kelas Yasen 885 dan kapal rudal kecil Buyan-M. Menurut data resmi, rudal jelajah ini mampu menembak target pada jarak 300 kilometer. Beberapa narasumber juga mengatakan bahwa Kaliber tak lama lagi akan mampu menyerang target pada jarak setidaknya seribu kilometer dan kemungkinan rudal ini akan menjadi rudal supersonik. “Di Angkatan Laut Soviet, kapal kelas Orlan 1144 (kelas Laksamana Nakhimov) adalah kapal utama ‘Kelompok Kapal Permukaan Air’. Di masa damai, kapal-kapal ini digunakan untuk mengawasi armada negara NATO, terutama dari AS,” kata ahli militer dan sejarawan militer independen serta penulis buku sejarah Angkatan Laut Soviet Dmitri Boltenkov.
Misi Tempur Tetap Sama
Menurut Boltenkov, sistem persenjataan yang akan dipasang pada kapal jelajah saat ini mungkin akan mengubah misi kapal. “Tapi, mungkin dengan pemasangan alat komunikasi baru dan sistem kendali otomatis, Nakhimov dapat dengan mudah menjadi kapal utama skuadron,” ujar Boltenkov. “Selain menghancurkan kapal musuh, dengan menggunakan Kaliber, kapal jelajah ini dapat menjadi ancaman serius bagi infrastruktur darat mush serta obyek-obyek strategisnya,” terang Boltenkov.
Kini muncul pertanyaan, apa yang akan dilakukan oleh pembangun kapal dengan sistem sonar Polin kompleks, yang terdiri dari stasiun haluan dan ditarik dengan antena, serta terpasang pada semua kapal Orlan 1144? Bisa jadi Polin akan dimodernisasi sepenuhnya atau digantikan dengan sistem sonar yang pada dasarnya baru.
Sejak 1980 hingga 1998, empat kapal jelajah rudal nuklir berat Orlan 1144 masuk ke armada Soviet dan kemudian Angkatan Laut Rusia Rusia. Kapal pertama dari seri ini adalah Kirov yang bergabung pada 1980, sementara yang terakhir adalah kapal Peter yang Agung, yang bergabung dengan armada pada musim semi 1998. (RBTH)
![]() |
| Kapal jelajah berat Laksamana Nakhimov berlayar di Laut Barents. Foto: RIA Novosti |
Dalam proses modernisasi yang dimulai sejak tahun lalu, kapal jelajah nuklir Laksamana Nakhimov akan dilengkapi dengan sistem antirudal jarak jauh baru S-400 dan jarak menengah Poliment-Redut, serta rudal jelajah Kaliber. Menurut Vladimir Spiridopoulo, Direktur Jenderal Biro Desain Severnoye dan pengembang proyek kapal jelajah ini, setelah proses modernisasi Laksamana Nakhimov akan menjadi lebih hebat daripada “saudaranya”, kapal jelajah rudal nuklir berat Peter yang Agung, yang saat ini merupakan kapal utama Armada Utara Rusia.
Modernisasi Ekstensif
Selain Nakhimov, kapal lain dari proyek yang sama, Laksamana Lazarev, kemungkinan juga akan dimodernisasi. Laksamana Lazarev yang merupakan bagian dari Armada Samudra Pasifik, saat ini tengah diservis di galangan kapal.
Ahli militer independen yang merupakan Pemimpin Redaksi MilitaryRussia Dmitri Kornev menjelaskan, sebelum awal proses modernisasi Angkatan Laut Rusia sudah mendiskusikan persenjataan apa yang akan dipasang pada Laksamana Nakhimov. “Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat Angkatan Laut Rusia, mereka mempertimbangkan untuk melengkapi kapal jelajah ini dengan sistem antirudal S-500 yang baru.”
Kornev berpendapat perancang kapal ini akan mempertahankan sistem persenjataan asli kapal jelajah tersebut, namun meningkatkan potensinya agar sesuai kebutuhan modern. “S-400 akan menggantikan sistem S-300F, yang sebelumnya terpasang pada kapal ini, Poliment-Redut akan menggantikan Osa-M, dan rudal jelajah Kaliber akan menggantikan rudal jelajah antikapal supersonik P-700 Granit,” jelas Kornev. “Dengan persenjataan semacam itu, kapal jelajah ini jelas akan menjadi kapal terhebat di armada Rusia,” terang Kornev. Rudal jelajah antikapal supersonik P-700 Granit yang terpasang pada Nakhimov sebelumnya hanya mampu menembak sasaran di permukaan air. Dengan dilengkapi Kaliber, kapal ini dapat menyerang tidak hanya sasaran di permukaan air tetapi juga di darat. “Tentu itu akan sangat meningkatkan kemampuan tempur kapal ini,” tutur Kornev.
Kaliber Supersonik
Rudal jelajah Kaliber, yang dikembangkan oleh Biro Desain Novator (bagian dari Perusahaan Almaz-Antey), kini terpasang pada kapal selam baru kelas Yasen 885 dan kapal rudal kecil Buyan-M. Menurut data resmi, rudal jelajah ini mampu menembak target pada jarak 300 kilometer. Beberapa narasumber juga mengatakan bahwa Kaliber tak lama lagi akan mampu menyerang target pada jarak setidaknya seribu kilometer dan kemungkinan rudal ini akan menjadi rudal supersonik. “Di Angkatan Laut Soviet, kapal kelas Orlan 1144 (kelas Laksamana Nakhimov) adalah kapal utama ‘Kelompok Kapal Permukaan Air’. Di masa damai, kapal-kapal ini digunakan untuk mengawasi armada negara NATO, terutama dari AS,” kata ahli militer dan sejarawan militer independen serta penulis buku sejarah Angkatan Laut Soviet Dmitri Boltenkov.
Misi Tempur Tetap Sama
Menurut Boltenkov, sistem persenjataan yang akan dipasang pada kapal jelajah saat ini mungkin akan mengubah misi kapal. “Tapi, mungkin dengan pemasangan alat komunikasi baru dan sistem kendali otomatis, Nakhimov dapat dengan mudah menjadi kapal utama skuadron,” ujar Boltenkov. “Selain menghancurkan kapal musuh, dengan menggunakan Kaliber, kapal jelajah ini dapat menjadi ancaman serius bagi infrastruktur darat mush serta obyek-obyek strategisnya,” terang Boltenkov.
Kini muncul pertanyaan, apa yang akan dilakukan oleh pembangun kapal dengan sistem sonar Polin kompleks, yang terdiri dari stasiun haluan dan ditarik dengan antena, serta terpasang pada semua kapal Orlan 1144? Bisa jadi Polin akan dimodernisasi sepenuhnya atau digantikan dengan sistem sonar yang pada dasarnya baru.
Sejak 1980 hingga 1998, empat kapal jelajah rudal nuklir berat Orlan 1144 masuk ke armada Soviet dan kemudian Angkatan Laut Rusia Rusia. Kapal pertama dari seri ini adalah Kirov yang bergabung pada 1980, sementara yang terakhir adalah kapal Peter yang Agung, yang bergabung dengan armada pada musim semi 1998. (RBTH)
Senin, 10 November 2014
Orang kepercayaan bos ISIS terbunuh
Seorang tangan kanan pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu
Bakr al-Baghdadi terbunuh oleh sebuah serangan udara di dekat kota
Fallujah, warta televisi pemerintah Irak seperti dikutip Reuters.
Televisi Irak itu mengidentifikasi pria bernama Abu Huthaifa al-Yamani, namun tidak mengungkapkan kapan serangan itu dilakukan atau rincian lainnya.
Selain itu belum bisa dikonfirmasi apakah itu Yamani dan apakah Yamani adalah orang kepercayaan Baghdadi.
Laporan-laporan yang simpang siur terus bermunculan mengenai nasib bos ISIS Abu Bakr al-Baghdadi setelah serangan udara pimpinan AS kepada ISIS pada setidaknya dua lokasi di Irak Jumat pekan lalu.
Mayor Curtis Kellogg, jure bicara Komando Sentral Amerika Serikat, mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi untuk mendukung laporan media bahwa Baghdadi terluka akibat serangan antara kota Mosul di utara dan al-Qaim di barat.
Yang jelas serangan udara itu telah membunuh atau melukai para pembantu terdekatnya yang disebut para pejabat Irak tengah dalam konvoi yang dibidik serangan udara itu.
Fallujah adalah kubu pertahanan utama ISIS di sebelah barat Baghdad.
Sumber : Antara
Televisi Irak itu mengidentifikasi pria bernama Abu Huthaifa al-Yamani, namun tidak mengungkapkan kapan serangan itu dilakukan atau rincian lainnya.
Selain itu belum bisa dikonfirmasi apakah itu Yamani dan apakah Yamani adalah orang kepercayaan Baghdadi.
Laporan-laporan yang simpang siur terus bermunculan mengenai nasib bos ISIS Abu Bakr al-Baghdadi setelah serangan udara pimpinan AS kepada ISIS pada setidaknya dua lokasi di Irak Jumat pekan lalu.
Mayor Curtis Kellogg, jure bicara Komando Sentral Amerika Serikat, mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi untuk mendukung laporan media bahwa Baghdadi terluka akibat serangan antara kota Mosul di utara dan al-Qaim di barat.
Yang jelas serangan udara itu telah membunuh atau melukai para pembantu terdekatnya yang disebut para pejabat Irak tengah dalam konvoi yang dibidik serangan udara itu.
Fallujah adalah kubu pertahanan utama ISIS di sebelah barat Baghdad.
Sumber : Antara
Rabu, 05 November 2014
Polandia akan beli drone bersenjata di tengah krisis Ukraina
Anggota NATO Polandia Selasa mengatakan akan memperoleh drone tempur sebagai bagian dari perubahan pasukan bersenjatanya bernilai multi-miliar-euro di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia atas perannya dalam krisis Ukraina.
"Kami akan menggunakan pesawat nirawak (drone) ini untuk mempertahankan wilayah kami," kata Wakil Menteri Pertahanan Czeslaw Mroczek kepada AFP.
"Rekan Ukraina saya memberitahu saya bahwa salah satu masalah utama mereka adalah fakta drone Rusia beroperasi di ruang udara Ukraina untuk lingkup target artileri. Ukraina tidak berdaya dalam situasi ini, dan jadi ini adalah jawaban kami," kata Mroczek.
"Kami akan menggunakan pesawat nirawak (drone) ini untuk mempertahankan wilayah kami," kata Wakil Menteri Pertahanan Czeslaw Mroczek kepada AFP.
"Rekan Ukraina saya memberitahu saya bahwa salah satu masalah utama mereka adalah fakta drone Rusia beroperasi di ruang udara Ukraina untuk lingkup target artileri. Ukraina tidak berdaya dalam situasi ini, dan jadi ini adalah jawaban kami," kata Mroczek.
Selasa, 04 November 2014
Korea Utara Mata-matai Korea Selatan Lewat Ponsel?
Korea Utara membantah tuduhan dari Badan
Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS). Negara itu dituduh meretas lebih
dari 20 ribu smartphone milik warga Korea Selatan.
Korea Utara diduga telah memata-matai Korea Selatan melalui malware yang menyamar dalam sebuah aplikasi. Aplikasi itu diketahui merupakan permainan mobile yang disusupkan dari bulan Mei hingga September.
NIS berupaya bekerja sama dengan pemiliki website Korea Selatan serta pejabat pemerintah untuk segera menghapus dan memblokir aplikasi yang diduga sebagai "jalur terowongan" para peretas asal Korea Utara.
Korea Utara diduga telah memata-matai Korea Selatan melalui malware yang menyamar dalam sebuah aplikasi. Aplikasi itu diketahui merupakan permainan mobile yang disusupkan dari bulan Mei hingga September.
NIS berupaya bekerja sama dengan pemiliki website Korea Selatan serta pejabat pemerintah untuk segera menghapus dan memblokir aplikasi yang diduga sebagai "jalur terowongan" para peretas asal Korea Utara.
Label:
Intelijen,
Korea Selatan,
Korea Utara
Langganan:
Postingan (Atom)






