Pemerintah Irak menggelar seminar yang khusus dihadiri para pemilik kafe-kafe di Bagdad. Di seminar ini, para pemilik kafe diberikan wejangan soal bagaimana menghindari kasus pengeboman bunuh diri yang kian marak di negara tersebut.
Diberitakan Al-Arabiya, Minggu 1 Desember 2013, para pemilik kafe ini diajari bagaimana mengenali pengebom bunuh diri. Beberapa himbauan diberikan, di antaranya adalah menyewa petugas keamanan untuk menyisir satu per satu pengunjung.
"Kafe-kafe ini harus menunjuk satu atau dua penjaga dan hanya membuka satu akses pintu masuk untuk mengendalikan aliran pengunjung serta menghentikan teroris yang mengenakan sabuk peledak," kata Mayor Jenderal Saad Jaafar, wakil kepala pusat komando keamanan Bagdad.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Kamis, 12 Juni 2014
Atasi Militan, Irak Diam-diam Minta Bantuan Jet Tempur AS
Pemerintah Irak kewalahan menghadapi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai hampir 15 persen wilayah di negara itu. Irak dilaporkan telah meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara ke beberapa kota yang dikuasai ISIS.
Diberitakan Reuters, Rabu 11 Juni 2014, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dilaporkan diam-diam telah meminta bantuan jet tempur dari pemerintah Barack Obama. Namun sejauh ini, permintaan tersebut belum ada tanggapan.
Seorang pejabat AS mengatakan, Washington memang tengah meninjau beberapa opsi dukungan bagi militer Irak, tapi bukan serangan udara. Tapi belum ada keputusan apapun dari pemerintah Obama.
Pesawat Jet F-16 milik AS |
Diberitakan Reuters, Rabu 11 Juni 2014, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dilaporkan diam-diam telah meminta bantuan jet tempur dari pemerintah Barack Obama. Namun sejauh ini, permintaan tersebut belum ada tanggapan.
Seorang pejabat AS mengatakan, Washington memang tengah meninjau beberapa opsi dukungan bagi militer Irak, tapi bukan serangan udara. Tapi belum ada keputusan apapun dari pemerintah Obama.
Label:
Amerika,
Irak,
Konflik Timur Tengah
Senin, 09 Juni 2014
Bandara Pakistan Diserang Teroris, 12 Tewas
Kelompok teroris menyerang Bandara Internasional Karachi. Serangan ini melibatkan ledakan bom dan baku tembak antara kelompok teroris dengan pasukan pemerintah, yang menyebabkan 12 orang tewas.
"Enam anggota kelompok teroris terbunuh dalam kejadian ini. Sementara petugas keamanan masih terus terlibat baku tembak dengan anggota teroris yang tersisa," ujar Mayor Jenderal Asim Bajwa, seperti dikutip News International, Senin (9/6/2014).
Serangan terjadi ketika kelompok teroris yang menggunakan senjata buatan India memasuki wilayah Bandara Jinnah di Karachi pada Seni 8 Juni 2014 malam waktu setempat. Mereka mengunakan identitas pasukan keamanan Bandara Pakistan (ASF).
"Enam anggota kelompok teroris terbunuh dalam kejadian ini. Sementara petugas keamanan masih terus terlibat baku tembak dengan anggota teroris yang tersisa," ujar Mayor Jenderal Asim Bajwa, seperti dikutip News International, Senin (9/6/2014).
Serangan terjadi ketika kelompok teroris yang menggunakan senjata buatan India memasuki wilayah Bandara Jinnah di Karachi pada Seni 8 Juni 2014 malam waktu setempat. Mereka mengunakan identitas pasukan keamanan Bandara Pakistan (ASF).
Kamis, 05 Juni 2014
Google Glass Bisa Jadi Alat Sniper
Setelah menggelontorkan Google Glass untuk para fashionista, Google Glass juga bisa digunakan untuk kepentingan militer. Jika dihubungkan dengan aplikasi, Google Glass bisa jadi alat pembunuh berbahaya.
Dilansir melalui Time, Kamis 5 Juni 2014, sebuah perusahaan teknologi bernama Tracking Point berhasil membuat sebuah aplikasi bernama Shotview. Aplikasi khusus untuk Google Glass ini bisa dihubungkan dengan kacamata canggih tersebut dan sebuah senapan khusus. Ketiganya bisa berfungsi untuk menembak tepat sasaran.
Dalam video yang diunggah Tracking Point, senapan yang digunakan bukanlah senapan sembarangan. Senapan itu dilengkapi dengan kamera yang bisa menghantarkan video mengenai keadaan sekitar ke Google Glass.
Dilansir melalui Time, Kamis 5 Juni 2014, sebuah perusahaan teknologi bernama Tracking Point berhasil membuat sebuah aplikasi bernama Shotview. Aplikasi khusus untuk Google Glass ini bisa dihubungkan dengan kacamata canggih tersebut dan sebuah senapan khusus. Ketiganya bisa berfungsi untuk menembak tepat sasaran.
Dalam video yang diunggah Tracking Point, senapan yang digunakan bukanlah senapan sembarangan. Senapan itu dilengkapi dengan kamera yang bisa menghantarkan video mengenai keadaan sekitar ke Google Glass.
Senin, 02 Juni 2014
Satu Tentara AS Ditukar Lima Tahanan Taliban di Guantanamo
Satu-satunya tawanan perang dari Amerika Serikat akhirnya dibebaskan oleh militan Taliban di Afganistan. Namun, pembebasannya tidak gratis. Dia ditukar dengan lima tahanan Taliban di Guantanamo.
Diberitakan Reuters, Sabtu 31 Mei 2014, Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl (28 tahun) telah lima tahun dalam sekapan Taliban. Perundingan pembebasannya berlangsung alot, sempat mandek dan hampir putus asa.
Pembebasannya disambut gembira oleh rakyat AS, terutama di kampung halaman Bergdahl di Idaho. Orangtua Bergdahl bersama dengan Presiden Barack Obama berbicara di Gedung Putih mengumumkan pembebasannya.
Ayah Bergdahl selama ini gigih mengupayakan pembebasan anaknya. Termasuk belajar bahasa Pashtun untuk mendekati langsung kelompok Taliban melalui internet.
![]() |
Bowe Bergdahl, tentara AS yang diculik Taliban |
Pembebasannya disambut gembira oleh rakyat AS, terutama di kampung halaman Bergdahl di Idaho. Orangtua Bergdahl bersama dengan Presiden Barack Obama berbicara di Gedung Putih mengumumkan pembebasannya.
Ayah Bergdahl selama ini gigih mengupayakan pembebasan anaknya. Termasuk belajar bahasa Pashtun untuk mendekati langsung kelompok Taliban melalui internet.
Minggu, 01 Juni 2014
PBB: Boko Haram Terkait dengan Al Qaeda
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah memasukkan nama kelompok militan Boko Haram ke dalam organisasi teroris. Selain itu PBB menilai Boko Haram terafiliasi dengan Al Qaeda.
Dimasukkannya Boko Haram turut membawa kerugian bagi Nigeria. Dengan daftar tersebut, Nigeria secara otomatis juga masuk dalam negara yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.
"Boko Haram terus memperkuat hubungannya dengan organisasi Al Qaeda di wilayah Islamic Maghreb. Mereka mendapatkan pelatihan dan dukungan materi," pernyataan pihak PBB, seperti dikutip Associated Press, Jumat (30/5/2014).
Boko Haram makin dikenal namanya setelah melakukan penculikan terhadap siswi di wilayah Borno. 219 siswi dilaporkan masih berada di dalam tangan Boko Haram.
Dimasukkannya Boko Haram turut membawa kerugian bagi Nigeria. Dengan daftar tersebut, Nigeria secara otomatis juga masuk dalam negara yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.
"Boko Haram terus memperkuat hubungannya dengan organisasi Al Qaeda di wilayah Islamic Maghreb. Mereka mendapatkan pelatihan dan dukungan materi," pernyataan pihak PBB, seperti dikutip Associated Press, Jumat (30/5/2014).
Boko Haram makin dikenal namanya setelah melakukan penculikan terhadap siswi di wilayah Borno. 219 siswi dilaporkan masih berada di dalam tangan Boko Haram.
China Ancam Jadikan AS sebagai Musuh
Pemerintah China marah besar atas komentar Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel, yang menyebut China melakukan tindakan destabilisasi karena berambisi menguasai Laut China Selatan. Pihak Beijing pun mengancam akan menjadikan AS sebagai musuh.
Ancaman itu disampaikan pejabat tinggi di Departemen Pertahanan China, Mayor Jenderal Zhu Chenghu, kepada Wall Street Journal, kemarin (31/5/2014). Jenderal Chenghu menyatakan, bahwa AS telah membuat kesalahan strategis karena menilai China seperti itu.
Komentar Hagel itu muncul dalam pidatonya dalam Pertemuan Puncak Keamanan Regional di Shangri – La, Singapura, Sabtu kemarin.”Tuduhan itu tidak berdasar dan bahwa Amerika membuat kesalahan sangat strategis dalam pendekatan mereka terhadap China,” kata Chenghu.
Ancaman itu disampaikan pejabat tinggi di Departemen Pertahanan China, Mayor Jenderal Zhu Chenghu, kepada Wall Street Journal, kemarin (31/5/2014). Jenderal Chenghu menyatakan, bahwa AS telah membuat kesalahan strategis karena menilai China seperti itu.
Komentar Hagel itu muncul dalam pidatonya dalam Pertemuan Puncak Keamanan Regional di Shangri – La, Singapura, Sabtu kemarin.”Tuduhan itu tidak berdasar dan bahwa Amerika membuat kesalahan sangat strategis dalam pendekatan mereka terhadap China,” kata Chenghu.
Langganan:
Postingan (Atom)





