Selasa, 24 November 2015

Putin Hapus Larangan Kerja Sama Nuklir dengan Iran

Presiden Vladimir Putin menghapus kebijakan pembatasan perusahaan Rusia untuk bekerja sama dengan Iran dalam bidang nuklir.

Hal itu diungkapkan Putin saat berkunjung ke Teheran, Iran, Senin (23/11/2015). Kunjungan Putin ini merupakan kali pertama sejak 2007.


Putin Hapus Larangan Kerja Sama Nuklir dengan Iran

Sebuah keputusan yang ditandatangani Putin pada Senin itu memungkinkan perusahaan Rusia membantu modifikasi sentrifugal di situs pengayaan Fordo dan membantu Teheran mendesain ulang reaktor air keras, Arak, milik Iran.

Berdasarkan keputusan itu, perusahaan Rusia kini bisa menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan uranium yang diperkaya sebanyak 300 kilogram hasil impor dari Iran.

Rabu, 18 November 2015

Jerman Tangkap 3 Orang Terkait Penyelidikan Serangan di Paris

Kepolisian Jerman mengatakan, mereka sedang menginterogasi 3 orang yang ditangkap di dekat kota Aachen setelah menerima informasi bahwa salah seorang diantaranya mungkin terkait dengan serangan teroris di Paris.

Juru bicara polisi Jerman, Werner Schneider, mengatakan ketiganya ditangkap pada Selasa (17/11/2015) pagi waktu setempat oleh tim SWAT di Alsdorf, di timur laut Aachen dan dekat perbatasan Belgia.


Jerman Tangkap 3 Orang Terkait Penyelidikan Serangan di Paris

Dua orang perempuan dan satu laki-laki ditangkap setelah mereka meninggalkan sebuah pusat pencarian tenaga kerja pada sekitar pukul 09.30 pagi. Demikian menurut laporan media lokal.

Schneider mengatakan kepada saluran TV Jerman, n-tv, bahwa ia tidak dapat memberikan informasi rinci mengenai identitas orang-orang yang ditangkap karena mereka berkewarganegaraan asing.

Inggris Buka Lowongan 1.900 Mata-mata Pasca Tragedi Paris

Inggris berencana merekrut 1.900 mata-mata dalam upayanya melawan ISIS pasca penembakan dan pemboman di Paris, Prancis, pekan lalu.

Dengan tambahan orang baru tersebut, total mata-mata di British intelligence atau biasa dikenal dengan MI6 akan bertambah 15% menjadi 15.000. Ini merupakan ekspansi terbesar MI6 setelah teror bom London pada 2005 lalu.


Inggris Buka Lowongan 1.900 Mata-mata Pasca Tragedi Paris

"Dengan maraknya serangan dari teroris, terutama di Belgia, Prancis, Tunisia dan lain-lain, Perdana Menteri memutuskan untuk menambah sumber daya untuk melawannya," kata Pemerintah Inggris dalam keterangan tertulis seperti dikutip CNN, Rabu (18/11/2015).

Selasa, 17 November 2015

Jadi Tuan Rumah G20 2016, Xi Jinping Minta Dukungan Indonesia

China didaulat menjadi tuan rumah pertemuan G20 2016. Presiden China Xi Jinping meminta dukungan dari Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Xi Jinping saat pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di sela acara G20, Antalya, Turki.


Jadi Tuan Rumah G20 2016, Xi Jinping Minta Dukungan Indonesia

"China juga meminta dukungan Indonesia untuk keketuaan mereka tahun depan di G20, sekaligus topik atau fokus yang akan menjadi perhatian dari China," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Hotel IC Santai, Antalya, Turki, Senin (16/11/2015).

Bambang yang juga ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu mengatakan, China mengusulkan empat topik utama dalam pertemuan G20 mendatang.

Prancis Duga Ada 10.000 Orang Lebih yang Berpotensi Jadi Pelaku Teror

Prancis mendaftar lebih dari 10 ribu orang yang diduga berpotensi sebagai pelaku radikalisme dan ancaman keamanan. Termasuk di dalamnya Omar Ismail Mostefai, pelaku bom bunuh diri di konser musik di Bataclan, Paris.


Prancis Duga Ada 10.000 Orang Lebih yang Berpotensi Jadi Pelaku Teror

Mengacu kepada sumber di kepolisian, seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015), mereka yang masuk daftar 'file S' (fiche S dalam bahasa Prancis), diperbaharui setiap harinya. S adalah singkatan untuk suspect atau orang yang berpotensi menjadi tersangka dan dapat membahayakan keamanan negara.

Sebanyak lebih dari 10 ribu orang tersebut dibagi ke dalam 15 kategori. Terdiri dari para hooligan hingga hingga para militan jihad yang baru kembali dari Irak dan Suriah. Para terduga pelaku akan masuk ke radar intelijen ketika mereka tertangkap atau pernah menjalani pemeriksaan.

Jumat, 13 November 2015

Amerika Serikat Khawatirkan Ujicoba Senjata Hipersonik China

China melakukan tes rudal terbaru secara rahasia yang memicu spekulasi para pengamat bahwa Beijing sedang menjajal senjata hipersonik. Tes rudal rahasia itu telah membuat Amerika Serikat (AS) cemas karena dianggap sebagai ancaman terhadap teknologi Washington.


Tes rudal itu diluncurkan dari fasilitas Korla, sebuah situs yang jarang penduduknya di Provinsi Xinjiang, pada 30 Oktober 2015. Rudal yang diuji coba tersebut diduga melesat dengan kecepatan hipersonik. Foto-foto tentang manuver rudal yang berupa cahaya berbentuk spiral telah meramaikan media sosial China.

Pemerintah China di Beijing, telah mengakui soal peluncuran rudal itu sebagai bagian dari uji coba rudal pencegat. Namun, ketika ditanya tentang peluncuran rudal rahasia itu, Kedutaan China di Washington mengaku tidak memiliki informasi rinci.

”China mengadvokasi penggunaan teknologi damai luar angkasa dan menentang ruang persenjataan atau perlombaan senjata di ruang angkasa,” bunyi jawaban resmi Kedutaan China kepada Washington Free Beacon, Kamis (12/11/2015).

Rusia Ungkap Senjata Rahasia Untuk Lawan NATO

Sebuah proyek rahasia Kremlin tak sengaja dibocorkan stasiun televisi Rusia. Data bocoran itu mengungkap bahwa Rusia membuat senjata canggih baru yaitu torpedo nuklir yang diyakini untuk memotong radar NATO dan sistem pertahanan rudal musuh.

Rusia Ungkap Senjata Rahasia Untuk Lawan NATO
Cuplikan slide tentang torpedo nuklir senjata baru Rusia untuk melawan NATO. | (freebeacon.com)

Kremlin pun dengan cepat mengkonfirmasi beberapa data rahasia yang tak sengaja dibocorkan stasiun televisi Rusia. Data yang disiarkan televisi itu ternyata materi cetak biru dari sebuah torpedo nuklir, dirancang untuk melawan instalasi pertahanan musuh

Bocoran rahasia senjata baru Rusia itu diperoleh ketika Presiden Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan para pejabat militer di Sochi untuk membahas pengembangan kemampuan militer Rusia. Namun, dalam pertemuan itu hadir sejumlah kru televisi yang merekam data yang semestinya dilarang untuk dipublikasikan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...