Selasa, 06 Januari 2015

Rusia Izinkan WNA Masuk Militer

Rusia membuka diri untuk tentara asing 'berkarir' di negara beruang putih tersebut. Para ahli Rusia mengatakan hal tersebut tidak akan ada hubungannya dengan konflik di Ukraina.

Dikutip BBC, Presiden Vladimir Putin dikabarkan mengeluarkan dekrit yang mengizinkan warga negara asing jadi bagian dari militer Rusia. Salah satu syaratnya adalah mereka harus berbahasa Rusia.


Rusia Izinkan WNA Masuk Militer

Rusia akan membuka rekruitmen dari negara Asia tengah yang merupakan mantan negara Soviet. Analis pertahanan BBC, Jonathan Marcus mengatakan dekrit Putin tersebut adalah bagian dari profesionalisme pasukan bersenjata Rusia.

Boko Haram Kuasai Pangkalan Militer di timur laut Nigeria

Kelompok radikal Boko Haram menguasai sebuah kota dan pangkalan militer utama multinasional di timur laut Nigeria, Ahad (4/1). Seorang senator di negara bagian Borno mengatakan tentara telah meninggalkan pangkalan di kota Baga tersebut setelah diserang, Sabtu pekan lalu.

Boko Haram Kuasai Pangkalan Militer di timur laut Nigeria

Penduduk Baga menyelamatkan diri dengan kapal ke negara tetangga Chad. Penduduk mengatakan banyak orang terbunuh dan kota dibakar. Baga merupakan kota terakhir di wilayah Borno North yang dikuasai pemerintah.

Di dalamnya terdapat pangkalan militer Multi-National Joint Task Force (MNJTF) yang menampung tentara dari Nigeria, Chad dan Niger. Hampir setiap hari Boko Haram menyerang kota dan desa. Mereka menculik orang-orang, termasuk remaja putra dan putri. Militer yang terdiri dari penasihat dan pengawas dari Barat tampaknya tidak mampu mengatasi Boko Haram.

Rusia Dirikan Pusat Pertahanan Rahasia untuk Awasi Seluruh Dunia

Pusat Manajemen Pertahanan Nasional di Moskow mulai berfungsi penuh sebagai unit baru pemerintah Rusia sejak Senin (1/12). Unit ini telah dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan selama satu tahun penuh berdasarkan Keputusan Presiden. 

Rusia Dirikan Pusat Pertahanan Rahasia untuk Awasi Seluruh Dunia
Prasiden Rusia Vladimir Putin (tengah), Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu (kiri), dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (kanan) di Pusat Manajemen Pertahanan Nasional. Foto: Alexey Nikolsky/RIA Novosti

Dari sebuah kompleks yang dirahasiakan, militer Rusia akan memonitor situasi di seluruh dunia. Dalam wawancara bersama Rossiyskaya Gazeta, Kepala Operasi Utama Direktorat Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Andrey Kartapolov menjelaskan tujuan pembentukan lembaga ini serta tugas yang diemban pada masa damai mapuan dalam operasi militer.

Kartapolov menjelaskan, kini semua aliran informasi dipersempit menjadi satu saluran. Hal tersebut memungkinkan pemantauan formasi pasukan secara real-time, dalam jam atau bahkan menit tertentu. Di samping itu, unit ini juga akan terus memantau semua aktivitas yang dilakukan Kementerian Pertahanan Rusia, Angkatan Darat dan Angkatan Laut Rusia, serta membuat permintaan komando dari pemerintah dan angkatan bersenjata.

Kapal selam China bolak balik Samudera Hindia cari emas

Sebuah kapal selam milik China melakukan penyelaman pertamanya awal 2015, mencari benda-benda logam yang langka di Samudera Hindia. Kapal selam ini mengumpulkan berbagai sampel cairan di dasar laut yang mengandung tembaga, dan juga logam mulia seperti emas dan perak.

Kapal Selam China bertenaga nuklir
Kapal Selam China bertenaga nuklir

Proyek yang berlangsung selama 120 hari di Samudera Hindia seperti mencerminkan jika China kurang akan sumber daya alam dan sepertinya berencana akan melakukan pembangunan jangka panjang lantaran mereka juga dapat sampel batuan dan air dari Samudera Hindia.

Minggu, 04 Januari 2015

Jerman Kembangkan Tank Generasi Baru

Parlemen Jerman telah mengajukan permintaan anggaran untuk mengembangkan tank baru. Dalam laporan panitia anggaran itu disebutkan program pengembangan Leopard III dengan menciptakan sebuah “Kampfpanzer” atau tank tempur baru.

Proposal pengembangan program tank baru ini bisa dilihat sebagai bagian dari perencanaan militer jangka menengah dan sekaligus tanda bahwa semua orang di Eropa sedang tidak tenang.


Desain Tank Leopard III dari Mathias Reppenhagen
Desain Tank Leopard III dari Mathias Reppenhagen

Tidak mungkin berbicara perkembangan tank Jerman tanpa melihat sejarah. Jerman adalah negara pertama yang benar-benar revolusioner dalam pembuatan tank. Kemajuan pesat Jerman di hari-hari awal Perang Dunia II dipelopori oleh gerakan afresif tank mereka. Sekutu butuh waktu bertahun-tahun untuk mengusir mereka dari posisi yang direbut Jerman dalam hitungan bulan. Namun pada Pertempuran Kursk tahun 1943, Jerman menemukan tank canggih mereka berhasil dihambat oleh pertahanan Soviet dan dikalahkan oleh lapis baja Rusia dalam serangan balik..

Iran Bantah Capai Kesepakatan Soal Nuklir

Iran membantah telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk mengirim kelebihan uranium yang diperkaya ke Rusia berdasarkan konsesi baru yang bertujuan mencapai kesepakatan nuklir yang lebih komprehensif dengan enam negara adidaya.

Kantor berita Associated Press mengutip para diplomat yang pada Jumat mengatakan bahwa Tehran dan Washington telah menyetujui satu formula sementara untuk mengirim sebagian besar materi yang bisa digunakan oleh negara Islam ini untuk membuat bom Atom, ke Rusia.


Pertemuan antara Iran dengan enam negara adidaya seperti Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan soal nuklir Iran
Pertemuan antara Iran dengan enam negara adidaya seperti Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan soal nuklir Iran. Foto : Reuters/Nicholas Kamm

Juru bicara kementerian Iran Marzieh Afkham mengatakan “tidak ada kesepakatan terkait masalah nuklir” yang berhasil dicapai.

“Berita semacam itu disebar dengan motif politik dan bertujuan merusak iklim dalam perundingan dan memperumit situasi untuk mencapai satu kesepakatan,” ujar Afkham seperti dikutip kantor berita pemerintah IRNA.

Israel Berencana Adili Pemimpin Palestina

Israel mencari jalan untuk mengadili sejumlah pejabat senior Palestina dengan tuduhan kejahatan perang di Amerika Serikat dan negara lain yang merupakan jawaban atas langkah Palestina bergabung dengan Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.

Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa para pemimpin Palestina “harus merasa takut dengan langkah-langkah hukum” setelah menandatangani Statuta Roma.


Israel Berencana Adili Pemimpin Palestina
Israel mempertimbangkan mengadili para pemimpin senior Otorita Palestina karena mendukung gerakan Hamas. | Foto : Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

“Israel sedang mempertimbangkan kemungkinan pengadilan skala besar di Amerika Serikat dan tempat lain terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pejabat senior Palestina lain,” ujar pejabat itu seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

Israel kemungkinan akan mengajukan kasus ini lewat kelompok-kelompok non pemerintah dan pro Israel yang bisa mengajukan tuntutan hukum di luar negeri.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...