Rabu, 03 September 2014

Iran Pamerkan Rudal dan Sistem Radar Baru

Pemerintah Iran, Selasa (2/9/2014), memamerkan sebuah rudal darat ke udara dan dua sistem radar baru yang diklaim bisa meningkatkan kemampuan pertahanan negeri itu.

Iran Pamerkan Rudal dan Sistem Radar Baru
Presiden Iran Hassan Rohani tengah menyaksikan persenjataan produk dalam negeri Iran dalam sebuah pameran senjata di Teheran pada akhir Agustus lalu.

Panglima Pertahanan Udara Jenderal Farzad Esmaili mengatakan rudal Talash-3 membuat Iran mampu menembak jatuh semua target musuh meski terbang sangat tinggi.

Berbicara di stasiun televisi nasional, Esmaili mengatakan rudal Talash-3 telah melewati uji coba dengan sukses. Namun dia tidak menjelaskan jarak tembak yang bisa dicapai rudal ini.

Selain rudal baru itu, Jenderal Esmaili juga meresmikan dua sistem radar baru yaitu Arash-2 yang berfungsi untuk mendeteksi drone hingga jarak 150 kilometer dan Kayhan yang diklaim mampu mendeteksi rudal dan drone.

Krisis Ukraina Ubah Doktrin Militer Rusia

Rusia akan mengubah doktrin militernya sebagai akibat dari krisis Ukraina dan kehadiran NATO di Eropa Timur. Demikian kata seorang pejabat tinggi Rusia, Selasa (2/9/20140.

Seorang anggota milisi separatis pro-Rusia sedang beristirahat di atas sebuah tank T-64 dia Starobesheve, sebelah tenggara kota Donetsk saat mempersiapkan sebuah serangan baru terhadap sebuah lokasi penting di pesisir timur Ukraina, Minggu (31/8/2014).

Mikhail Popov, seorang penasihat untuk Kremlin, mengatakan bahwa hubungan yang memburuk dengan Amerika Serikat dan NATO akan tercermin dalam strategi militer yang diperbarui tersebut.


NATO mengatakan pada Senin (1/9/2014) bahwa organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu akan meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur guna melindungi negara-negara anggotanya dari imbas krisis Ukraina.

Kelompok Militan Afganistan Ingin Gabung ISIS

Para anggota kelompok militan Islam Afganistan yang bersekutu dengan Taliban, mengatakan kepada BBC bahwa mereka tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kelompok Militan Afganistan Ingin Gabung ISIS
Militan ISIS di Irak utara. Kawasan Irak utara dan Suriah adalah salah satu yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan

Salah seorang komandan kelompok ini mengatakan mereka masih akan terus melawan pemerintah Afganistan, bahkan setelah pasukan NATO meninggalkan negara itu tahun 2014.

Komandan Mirwais mengatakan kepada BBC jika ISIS memang merupakan kekhalifahan Islam sejati maka mereka ingin bergabung.

"Kami tahu tentang ISIS dan kami memiliki hubungan dengan sejumlah anggotanya. Kami sedang menunggu untuk melihat apakah mereka memang memenuhi persyaratan sebagai kekhalifahan Islam," kata Komandan Mirwais.

Selasa, 02 September 2014

Menhan Ukraina: Perang Besar Melawan Rusia Sudah Pecah

Menteri Pertahanan Ukraina Valeriy Geletey, Senin (1/9/2014), memperingatkan bahwa "perang besar" telah pecah melawan Rusia demi masa depan Ukraina. Perang ini, kata Geletey, bisa menewaskan puluhan ribu orang.

Tentara bersenjata berdiri di luar sebuah pos penjaga perbatasan Ukraina di kota Balaclava, Crimea

"Sebuah perang besar tiba di depan pintu kita, sebuah perang yang tak pernah disaksikan Eropa sejak Perang Dunia II. Sayangnya, kekalahan dalam perang samacam ini bisa menewaskan tak hanya ratusan, tetapi hingga puluhan ribu orang," kata Geletey lewat akun Facebook-nya.

Sementara itu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan perang di wilayah timur Ukraina bisa menyebar jika NATO tidak secepatnya memastikan posisinya.

Rusia Kirim 15.000 Tentara ke Ukraina

Sebanyak 15.000 prajurit Rusia dikirimkan ke Ukraina selama dua bulan terakhir dan diyakini 200-an orang telah tewas dalam pertempuran. Demikian sebuah organisasi HAM mengatakan, Senin (1/9/2014).

Rusia Kirim 15.000 Tentara ke Ukraina
Pasukan pemberontak pro-Rusia menggunakan sebuah tank untuk berpatroli di kota Krasnodon, wilayah timur Ukraina

Moskwa berulang kali membantah telah mengirimkan pasukan reguler ke Ukraina untuk membantu separatis yang memerangi pemerintah Ukraina. Namun, beberapa indikasi dalam beberapa pekan terakhir memperkuat dugaan bahwa pasukan Rusia tengah bertempur di Ukraina.

Ketua Komite Para Ibu Tentara Valentina Melnikova mengatakan 7.000-8.000 personel militer Rusia diyakini berada di Rusia saat ini. Valentina bahkan yakin dalam dua bulan terakhir 10.000-15.000 prajurit sudah dikirim ke Ukraina.

Bom Ditemukan di Bandara, Polisi Filipina Tangkap 4 Orang

Polisi memeriksa tas yang ditinggalkan pemiliknya di Terminal 3 Bandara Internasional Ninoy Aquino Filipina, Senin, 1 September 2014.
Sebanyak empat orang ditangkap di bandara internasional Ninoy Aquino, Manila, Filipina, Senin, 1 Agustus 2014. Mereka diduga mencoba meledakkan bom di bandara tersebut.

Seperti dilansir laman CNN, bahan peledak ditemukan di sebuah truk putih yang diparkir di luar salah satu terminal di Bandara Internasional Ninoy Aquino pada hari ini. Agen kontra-terorisme dari Biro Investigasi Nasional menangkap tersangka sebelum subuh setelah mendapatkan informasi.

Senin, 01 September 2014

Rusia-Ukraina di Ambang Perang, UE Siapkan Sanksi Baru

Rusia dan Ukraina di ambang perang setelah Moskow berkali-kali dituduh melakukan invasi ke wilayah Ukraina.

Para pemimpin Uni Eropa (UE) pada Minggu (31/8/2014) berkumpul di Brussel untuk memberikan ultimatum kepada Rusia dengan sanksi baru.


Pasukan Ukraina dengan kendaraan tempur siaga setelah di ambang perang dengan Rusia
Rusia dituduh telah mengerahkan pasukan dan tank-tank tempur untuk mendukung separatis di Ukraina timur. Presiden UE, Herman Van Rompuy, mengatakan 28 pemimpin bertemu di Brussels. “Sepakat untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut yang signifikan jika Moskow tidak mundur,” katanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...