Kamis, 12 Desember 2013

Negara-negara Teluk Arab Kutuk Genosida Suriah dan Menuntut Milisi Asing Keluar dari Suriah

Negara-negara Teluk Arab menuntut milisi asing keluar dari Suriah dan mendesak Presiden Bashar al - Assad tidak memiliki peran bagi masa depan Suriah. Seruan ini disampaikan pemimpin Dewan Kerjasama Teluk pada akhir KTT tahunan yang berlangsung selama dua hari di Kuwait City.

Negara-negara Teluk Arab Kutuk Genosida Suriah dan Menuntut Milisi Asing Keluar dari Suriah

Enam negara Teluk mengatakan sangat mengutuk genosida yang dilakukan rezim Assad pada rakyat Suriah dengan menggunakan senjata berat dan kimia.

"Kami menyerukan penarikan semua pasukan asing dari Suriah (referensi jelas bagi Iran yang didukung milisi Syiah dari Irak dan gerakan Hizbullah Lebanon yang mendukung pasukan Assad," tegas mereka.

Enam Monarki Teluk Puji Orientasi Baru Iran

Enam monarki Arab di wilayah Teluk memuji "orientasi baru" Iran dan mendesak langkah-langkah konkret mewujudkan perdamaian regional.

Enam Monarki Teluk Puji Orientasi Baru Iran

Komentar itu muncul dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada akhir pertemuan puncak dua hari di Kuwait City dari Gulf Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari enam negara Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi .

"Monarki menyambut orientasi baru pemimpin Iran pada Dewan Kerjasama Teluk dan berharap itu akan diikuti oleh langkah-langkah konkret yang akan berdampak positif perdamaian regional," kata pernyataan itu .

Israel-Palestina Kerjasama Selamatkan Laut Mati

Perwakilan dari Israel, Yordania dan Palestina menandatangani kesepakatan bersejarah untuk menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mati yang menyusut.


Menteri Energi dan Pembangunan Daerah Israel Silvan Shalom mengatakan kepada radio militer bahwa di bawah perjanjian yang ditandatangani di Bank Dunia di Washington, air akan diambil dari Teluk Aqaba di ujung utara dari Laut Merah.

Air-air ini akan didistribusikan ke Israel, Yordania dan Palestina, sementara sisanya akan ditransfer dalam empat pipa ke Laut Mati yang dinyatakan akan mengering pada 2050.

Amerika dan Inggris Hentikan Bantuan Militer pada Pemberontak Suriah

Amerika Serikat dan Inggris menghentikan bantuan non-mematikan ke bagian yang dikuasai pemberontak Suriah utara pada Rabu kemarin atau sehari setelah kelompok Islamis menyerbu sebuah penyeberangan perbatasan di wilayah dekat Turki.

Amerika dan Inggris Hentikan Bantuan Militer pada Pemberontak Suriah

Sementara itu, pertemuan negara-negara Teluk Arab di Kuwait menuntut milisi asing menarik diri dari Suriah dan mendesak Presiden Bashar al-Assad tidak memiliki peran bagi masa depan Suriah.

Ribuan pengungsi Suriah di negara tetangga Lebanon kini juga harus berjuang ketika kamp-kamp darurat mereka terserang badai musim dingin yang membawa salju, hujan dan suhu beku.

Senin, 09 Desember 2013

59 pemimpin dunia hadiri pemakaman Mandela

Ada 59 kepala negara atau pemerintahan yang sejauh ini telah menyatakan bakal menghadiri upacara penghormatan terakhir dan pemakaman resmi mantan pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela, kata juru bicara kementerian luar negeri Afrika Selatan.

 59 pemimpin dunia hadiri pemakaman Mandela

Sang juru bicara mengungkapkan jumlah final pemimpin dunia yang akan menghadiri upacara penghormatan terakhir Mandela di Johannesburg Selasa esok atau pemakaman resmi Mandela yang diadakan Minggu pekan depan di Qunu, belum bisa dipastikan.

Setelah China, Giliran Korsel Deklarasikan Zona Pertahanan Udaranya

Korea Selatan mengumumkan zona pertahanan udaranya yang diperluas hingga tumpang tindih dengan zona yang diumumkan oleh China baru-baru ini dan meningkatkan ketegangan regional pada Minggu ini.


Kementerian Pertahanan Seoul mengatakan zona baru yang akan mulai berlaku pada tanggal 15 Desember akan mencakup Ieodo, karang batu terendam di perairan lepas pantai selatan, yang di China disebut Suyan.

Yingluck Makin Linglung, Ribuan Demonstran Mulai Bergerak

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan akan segera membubarkan majelis rendah dan menyerukan pemilu sesegera mungkin dalam upaya untuk menenangkan krisis politik yang kian merongrong kekuasaannya.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra

Pengumuman Yingluck ini disampaikan saat ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah mulai berbaris melalui Bangkok dalam upaya akhir untuk menggulingkannya.

"Setelah mendengarkan pendapat dari semua pihak, saya telah memutuskan untuk meminta sebuah dekrit kerajaan untuk membubarkan Parlemen," kata Yingluck dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi . "Akan ada pemilihan baru sesuai dengan sistem demokrasi."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...