Sabtu, 17 Mei 2014

VIDEO: Dashyatnya Bom 60 Ton Milik Pejuang Suriah

Bahan peledak seberat 60 ton meluluhlantakkan pangkalan militer di kota al-Sawadi, Provinsi Idlib, Suriah. Ledakannya sangat dahsyat, hingga menerbangkan semua yang di atas tanah puluhan meter ke udara, menghancurkannya menjadi debu.



Rekaman ledakan bom yang terjadi Rabu, 14 Mei 2014. Radius ledakan sangat luas, meratakan pangkalan militer di kota yang dikuasai pemerintah rezim Bashar al-Assad itu.

Komandan Front Islam, salah satu kelompok pejuang Suriah, diberitakan New York Daily mengatakan bom diletakkan di bawah tanah melalui terowongan yang mereka gali. Terowongan itu memiliki panjang 850 meter, berujung tepat di bawa pangkalan militer tersebut.

RI Minta Tiongkok dan Vietnam Saling Menahan Diri

Ketegangan yang terjadi antara Vietnam dengan Tiongkok yang dipicu pengeboran minyak di Laut China Selatan, turut membuat prihatin Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, menyerukan agar kedua pihak menahan diri, menghormati komitmen yang tercermin dalam Deklarasi Tata Kelakuan Baik bagi semua pihak di LCS (DOC) dan menghindari langkah yang dapat menambah ketegangan. 

Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa
Demikian isi siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima VIVAnews pada Jumat, 16 Mei 2014. Marty turut menyarankan agar kedua pihak berkomunikasi demi menstabilkan situasi. Salah satunya bisa melalui penggunaan jalur komunikasi hotline yang telah disepakati sebelumnya.

Jumat, 16 Mei 2014

Cina Siap Lawan Vietnam di Laut Cina Selatan

Kepala Staf Tentara Pembebasan Rakyat Cina Jenderal Fang Fenghui mengatakan akan melindungi tambang minyaknya di perairan Laut Cina Selatan, wilayah yang sedang diperebutkan Cina dan Vietnam. Dia memastikan tambang itu akan terus beroperasi meskipun ada protes dan kemarahan dari Hanoi.  


"Yang akan kami lakukan adalah menjamin keamanan tambang minyak dan memastikan operasi terus berlangsung," kata Jenderal Fang dalam konferensi pers seusai pembicaraan dengan rekannya, Jenderal Martin Dempsey, di Pentagon, Amerika Serikat, Kamis 15 Mei 2014.

Vietnam telah mengirim kapal untuk mencoba mengganggu pengeboran. "Dan itu adalah sesuatu yang tidak dapat kami terima," ujarnya melalui seorang penerjemah.

Kamis, 15 Mei 2014

12 orang tewas dalam serangan di Irak

Serangan-serangan bom dan penembakan di Irak, Rabu, menewaskan sedikitnya 12 orang, sebagian besar polisi dan prajurit, kata sejumlah pejabat.

 
Insiden mematikan itu terjadi sehari setelah gelombang serangan, termasuk sembilan bom mobil di Baghdad, menewaskan 42 orang, yang terakhir dari kekerasan yang menewaskan lebih dari 3.300 orang tahun ini.

Serangan paling mematikan terjadi di Tikrit dan Balad di provinsi Salaheddin sebelah utara Baghdad, dimana lima polisi dan satu prajurit tewas dalam penembakan-penembakan.

Ukraina rugi 85 miliar dolar akibat kehilangan Krimea

Kerugian Ukraina akibat kehilangan Semenanjung Krimea di Laut Hitam berjumlah tak kurang dari 85 miliar dolar AS, kata Menteri Kehakiman negeri itu Pavlo Petrenko di Kiev, Rabu.


"Kementerian Kehakiman akan membentuk satu unit khusus untuk mengembalikan aset dan ganti rugi yang ditimbulkan oleh pencaplokan Krimea secara tidak sah," kata Petrenko dalam satu pertemuan.

Balas Sanksi, Rusia Usir AS dari Stasiun Luar Angkasa

Rusia membawa ketegangan dengan Amerika Serikat hingga ke luar angkasa. Setelah dihujani sanksi ekonomi oleh AS dan sekutunya di Eropa, pemerintah Kremlin membalasnya dengan mengusir AS dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Balas Sanksi, Rusia Usir AS dari Stasiun Luar Angkasa

Diberitakan Reuters, Selasa 13 Mei 2014, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin mengatakan AS harus hengkang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut pada tahun 2020. Rusia juga telah menolak permintaan AS memperpanjang waktu pakai stasiun yang berada di orbit Bumi tersebut.

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS memang saat ini diawaki oleh AS dan Rusia. Namun sejak pesawat luar angkasa AS pensiun pada 2011, Washington mengandalkan pesawat antariksa Soyuz milik Rusia untuk menuju ISS.

Getar-getar genderang "Perang Dingin" baru AS dan Rusia

Sejarah mencatat, Amerika Serikat (AS)dan Rusia—sebelumnya Uni Soviet—pernah terlibat Perang Dingin. Kedua negara adi daya itu berlomba-lomba unggul dalam segala hal, terutama militer. Senjata nuklir, sudah tentu dimiliki keduanya.

Getar-getar genderang "Perang Dingin" baru AS dan Rusia

Berganti era, berganti pemimpin, AS dan Rusia terkadang "mesra", namun tak jarang bersitegang. Termasuk di era saat ini, ketika AS dipimpin Barack Obama dan Rusia dipimpin Vladimir Putin. Dalam kasus krisis Suriah misalnya, AS terbukti tidak bisa leluasa untuk menyerang negara sekutu Rusia itu layaknya menggempur negara-negara Timur Tengah sebelumnya.

Kini, krisis Ukraina kembali menjadi ajang pamer pengaruh kedua negara itu. Dicaploknya Crimea dari Ukraina oleh Rusia cukup membuat jengkel negeri Paman Sam itu. Namun, di balik krisis Ukraina, getar-getar genderang “Perang Dingin” baru kedua negara itu sejatinya mulai terasa.
 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...