Rabu, 05 Maret 2014

Dikepung, Tentara Ukraina Tantang Pasukan Rusia Tanding Bola

Tentara Rusia bersiaga penuh dengan senjata di tangan di beberapa fasilitas penting Crimea, termasuk bandara udara militer dan sipil di wilayah otonomi Ukraina tersebut. Tentara Ukraina mengaku tidak akan menyerah pada Rusia namun juga enggan untuk melawan.

Dikepung, Tentara Ukraina Tantang Pasukan Rusia Tanding Bola
Dikepung, Tentara Ukraina Tantang Pasukan Rusia Tanding Bola

Tenggat waktu penyerahan senjata oleh Rusia terhadap pasukan Ukraina sudah lewat. Namun bentrokan senjata yang dikhawatirkan tidak terjadi. Pasukan Ukraina tidak melawan saat tentara Rusia berdatangan dan menguasai barak-barak dan bandara mereka.

Di Tengah Ketegangan Crimea, Rusia Tembakkan Rudal Balistik

Rusia menembakkan Rudal Balistik Antar Benua (ICBM) dalam sebuah uji coba pada Selasa, 4 Maret 2014. Uji Coba ini dilakukan di tengah ketegangan yang terjadi di wilayah Crimea, Ukraina, saat pasukan Rusia mengepung wilayah tersebut.

Rudal Balistik RS-12M Topol milik Rusia
Diberitakan Reuters, pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa Rusia telah memberitahukan sebelumnya soal uji coba ini, jauh sebelum krisis di Crimea terjadi. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa mereka menguji senjata tempur canggih ICBM.

Tentara Rusia Tanpa Atribut Berkeliaran di Crimea

Pasukan Rusia dilaporkan telah menguasai Crimea, wilayah otonomi di Ukraina. Anehnya pasukan ini tanpa atribut bendera Rusia sama sekali, namun bersenjata lengkap. Presiden Vladimir Putin membantah mereka  tentara Negeri Beruang Merah.


Tentara Rusia Tanpa Atribut Berkeliaran di Crimea

Dalam beberapa foto jepretan Reuters, terlihat para tentara yang memakai tudung wajah atau balaclava berkeliaran di Crimea. Senjata mereka tenteng, helm dan rompi tempur lengkap selalu terpasang. Mereka siaga perang.

Di bandara internasional Belbek, kota Sevastopol, bahkan terlihat beberapa tentara pasang posisi menembak dengan senapan mengarah ke lapangan. Mereka tanpa atribut sama sekali, membuat kantor berita Reuters menyebutnya "diyakini tentara Rusia."

Anggaran militer China naik 12,2 persen

China akan meningkatkan anggaran militernya sebesar 12,2 persen menjadi sekitar Rp1.500 trilyun (131,57 juta dolar AS) untuk memperkuat pertahanan daerah pesisir dan udara serta membangun persenjataan modern, demikian pernyataan pemerintah di Beijing, Rabu.

Anggaran militer China naik 12,2 persen

Anggaran untuk Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)--yang saat ini berkekuatan 2,3 juta personil tersebut--diumumkan pemerintah saat membuka rapat tahunan parlemen.

Dalam sepuluh tahun terakhir, China hampir selalu menaikkan belanja militernya sampai dua digit.

"Kami akan terus memperbaiki kekuatan militer China, terus memodernisasi peralatannya dan memperkuat kemampuan tempur pada era informasi ini," kata Perdana Menteri Li Keqiang kepada para anggota parlemen.

Jawaban-jawaban ngeyel Vladimir Putin soal Ukraina

Bantahan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa tentaranya tidak beroperasi di Semenanjung Krimea, Ukraina, membuat para pemimpin Barat, termasuk Presiden AS Barack Obama dan Menteri Luar Negeri John Kerry, geleng-geleng kepala dan melontarkan sindiran.

Jawaban-jawaban ngeyel Vladimir Putin soal Ukraina

Bahkan di tengah memanasnya krisis di Ukraina dan meradangnya Barat serta AS dalam soal ini, Rusia malah mengabarkan bahwa mereka berhasil melakukan uji coba peluru kendali antarbenua terbarunya.

Dalam satu jumpa pers di Moskow kemarin, Putin menyatakan bahwa negaranya berhak menggunakan semua cara yang ada untuk melindungi warga Rusia di Ukraina. "Ini cara terakhir," sambung dia.

Selasa, 04 Maret 2014

Lima fakta kunci tentang Krimea

Selama sengketa internasional yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina, Krimea adalah wilayah yang telah diperebutkan sejak ribuan tahun.

Semenanjung Krim (Crimea) yang menjadi wilayah Ukraina, namun merupakan basis militer utama Rusia di Laut Hitam (istimewa)

Hal apakah yang membuat semenanjung ini begitu diinginkan dalam peta geopolitik? Berikut lima fakta mengenai Krimea seperti dilansir LiveScience.

Krimea adalah wilayah semiotonom

Krimea telah menjadi bagian dari Ukraina sejak 1954. Pemimpin Uni Soviet saat itu, Nikita Khrushchev "memberi" wilayah ini pada Ukrania yang kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet hingga negara ini bubar pada 1991.

Ini Sejarah Sevastopol di Crimea, Wilayah Ukraina Berbau Rusia

Konflik berdarah di ibukota Ukraina, Kiev, ternyata tidak usai setelah Presiden Viktor Yanukovych lengser. Perseteruan kepentingan Barat dan Rusia menjalar hingga ke wilayah Crimea, tepatnya di kota Sevastopol, pangkalan armada angkatan laut Negeri Beruang Merah.

Kapal perang Rusia di Sevastopol, Crimea
Selain 60 persen warganya keturunan Rusia, Crimea juga jadi lokasi strategis tempat ditambatkannya Armada Laut Hitam Rusia. Padahal, sudah 23 tahun Soviet pecah. Lantas mengapa militer Rusia masih bercokol di Sevastopol?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...