Senin, 04 Januari 2016

Rusia Nyatakan Siap Jadi Penengah Konflik Arab Saudi dan Iran

Rusia menyatakan siap menjadi penengah untuk menyelesaikan pertikaian antara Arab Saudi dengan Iran. Ini setelah otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

"Rusia siap bertugas sebagai penengah antara Riyadh (Saudi) dan Teheran (Iran)," ucap seorang sumber dari kalangan Kementerian Luar Negeri Rusia kepada AFP, Senin (4/1/2016).




Seorang sumber dari kalangan diplomatik Rusia lainnya, seperti dikutip kantor berita TASS, menuturkan bahwa Rusia siap menjamu Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dan juga Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk menggelar dialog.

"Jika mitra kami Arab Saudi dan Iran menunjukkan kesiapan dan keinginan (untuk bertemu), inisiatif kami akan tetap tersedia," sebut sumber tersebut.


Pada Minggu (3/1), otoritas Saudi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran. Pemutusan ini setelah Kedutaan Besar Saudi di Teheran diserang oleh warga Iran yang marah atas eksekusi mati ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqr al-Nimr.

(Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Rilis Kartun Samakan Arab Saudi dengan ISIS)

Ulama Nimr (56) merupakan tokoh penggerak di balik unjuk rasa antipemerintah di Saudi pada tahun 2011 lalu. Nimr (56) dieksekusi mati bersama 46 narapidana lainnya, yang menurut otoritas Saudi terbukti bersalah terlibat terorisme.

Selama ini, otoritas Saudi dan Iran selalu bertentangan dalam berbagai isu. Dalam konflik Suriah misalnya, Iran mendukung rezim Bashar al-Assad, sedangkan Saudi menentangnya. Dalam konflik Yaman, Iran memprotes keras koalisi pimpinan Saudi yang melawan pemberontak Syiah Houthi yang didukungnya.

Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjamu Menlu Saudi Jubeir dan Menlu Iran Zarif dalam dialog membahas krisis Suriah di Moskow. (Detik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...