Rabu, 30 September 2015

Parlemen Rusia Izinkan Putin Gunakan Kekuatan Militer di Rusia

Parlemen Rusia mengabulkan permohonan Presiden Vladimir Putin untuk menggunakan kekuatan militer di Suriah. Namun pengerahan militer ini hanya sebatas untuk serangan udara saja.

Beberapa bulan terakhir, Rusia terus meningkatkan keberadaan militernya di wilayah Suriah. Rusia beralasan pihaknya bermaksud mendukung tentara rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.


Parlemen Rusia Izinkan Putin Gunakan Kekuatan Militer di Rusia

"Presiden Suriah meminta bantuan militer pada pemimpin negara kita," ucap Kepala Staf Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia, Sergei Ivanov usai voting ini digelar di Dewan Federasi (parlemen Rusia), seperti dilansir Reuters, Rabu (30/9/2015).

Namun lanjut Ivanov, voting ini tidak berarti mengizinkan tentara Rusia untuk terjun ke lapangan dan bertempur langsung. Menurut Ivanov, pengerahan militer ini hanya terbatas pada pengerahan Angkatan Udara saja.

WikiLeaks bocorkan cara intelijen Amerika nyamar

Situs WikiLeaks merilis dua dokumen milik Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) menuliskan tata cara bagi mata-mata untuk tetap bisa menyamar saat melintasi perbatasan Internasional. Termasuk saat menggunakan dokumen palsu.

WikiLeaks bocorkan cara intelijen Amerika nyamar

Surat kabar Times of India melaporkan, Senin (22/12), dua dokumen ini dirilis pada 2011-2012 dan ditandai sangat rahasia bahkan ada cap 'Noforn' artinya informasi ini bahkan tak bisa dibagikan oleh intelijen sekutu.

Dokumen menguraikan sejumlah strategi bagi agen intelijen demi menghindari pemeriksaan berlebihan di bandar udara serta perbatasan. Beberapa hal yang juga digaris bawahi yakni jangan membeli tiket sekali jalan dengan uang tunai di hari sebelum terbang.

Selasa, 29 September 2015

Obama dan Putin Sepakat Arahkan Militernya Cegah Konflik di Suriah

Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sepakat mengarahkan militernya masing-masing untuk mengadakan pembicaraan guna menghindari konflik di Suriah.

Kedua pemimpin itu juga sepakat untuk mengeksplorasi opsi untuk solusi politik di Suriah. Namun, soal masa depan Suriah di tangan Presiden Bashar al-Assad, Obama dan Putin masih berseberangan pandangan.



Obama dan Putin melakukan pertemuan langka di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB kemarin. Mereka berbicara sekitar 90 menit secara tertutup. Menurut seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, Obama dan Putin membahas krisis Ukraina dan Suriah.

Obama menegaskan posisi Washington bahwa Assad harus lengser dengan alasan negara itu tidak bisa stabil jika Assad masih berkuasa.

Menhan Malaysia Jatuh Sakit Akibat Kabut Asap

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein dikabarkan jatuh sakit akibat kabut asap yang ‘diimpor’ dari Indonesia.

Mengutip akun twitter Hishammuddin Hussein dia merasakan tubuhnya tak nyaman, seperti terserang flu. “Kabut masih sangat buruk, saya telah kehilangan suara saya dan hidung juga tersumbat,” kata Hishamuddin melalui akun Twitter-nya, Minggu (28/9) seperti ditulis Selasa (29/9).


Menhan Malaysia Jatuh Sakit Akibat Kabut Asap

Perlu diketahui, kondisi kabut asap di Malaysia tergolong buruk dan tidak menyehatkan. Kementerian Pendidikan memutuskan untuk meliburkan semua sekolah pada Senin (29/9/2015), di negara bagian Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Negeri Sembilan, dan Sarawak.

Senin, 28 September 2015

Australia Khawatirkan Terpidana Teroris yang Akan Dibebaskan di Indonesia

Menteri Luar Negeri Julie Bishop menyatakan Australia khawatir dengan ancaman yang dibawa oleh ratusan narapidana teroris yang akan dibebaskan dari berbagai penjara di Indonesia dan negara Asia lainnya.

Dalam pidatonya pada forum counter-terrorism di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Menlu Bishop menyebutkan ratusan terpidana teroris akan segera bebas dalam waktu dekat.



Para terpidana itu, katanya, kemungkinan menjadi ancaman bagi masyarakat, bukan hanya di Indonesia tapi juga bagi Australia, jika mereka belum menjalani deradikalisasi.

"Banyak terpidana di berbagai LP di Indonesia yang terkait kasus terorisme akan segera dibebaskan. Jumlahnya ratusan orang," kata Menlu Bishop.

"Tentu saja, jika mereka belum terehabilitasi, mereka merupakan ancaman serius bagi kawasan," tambahnya.

Putin Sebut Dukungan AS untuk Pemberontak Suriah Ilegal

Sebelum bertemu Presiden Barack Obama di New York, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap pemberontak Suriah sebagai tindakan ilegal.

Putin juga mengatakan program pelatihan AS terhadap pemberontak Suriah untuk melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) tidak efektif. 


Putin Sebut Dukungan AS untuk Pemberontak Suriah Ilegal
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah acara di Novo-Ogaryovo, 5 Agustus 2015. (Foto: AFP / ALEKSEY NIKOLSKY / RIA-NOVOSTI)
Dalam wawancara dengan kantor berita CBS dan PBS, seperti dikutip Washington Post, Minggu (27/9/2015), Putin menegaskan Presiden Suriah Bashar al-Assad mengerahkan pasukan legal dalam memerangi ISIS. Pasukan ini, menurut Putin, membutuhkan dukungan dari banyak negara yang sama-sama ingin menumpas terorisme.

"Menurut pandangan saya, mengerahkan bantuan militer untuk organisasi ilegal (pemberontak) bertentangan dari prinsip hukum internasional dan Piagam PBB," tutur Putin.

Temui Menlu Inggris dan Jerman, RI Cari Dukungan Keanggotaan di DK PBB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mencari dukungan atas upaya Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Keanggotaan Indonesia ini menjadi bahasan yang diutarakan dalam setiap pertemuan bilateral menlu, di sela-sela kegiatan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal itu juga yang akan menjadi bahasan Menlu Retno saat akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier dan Menlu Inggris Phillip Hammond.


Temui Menlu Inggris dan Jerman, RI Cari Dukungan Keanggotaan di DK PBB

Pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan pada Senin 28 September 2015 waktu New York, atau Selasa, 29 September 2015 waktu Indonesia.

"Pada dasarnya ada dua bahasan yang selalu diutarakan oleh Indonesia, selama pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri negara lain," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Gedung Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Minggu (27/9/2015) waktu Amerika Serikat.

Jenderal Arab Saudi Tewas di Perbatasan Yaman

Seorang jenderal Arab Saudi tewas di wilayah selatan negara, dekat perbatasan Yaman, saat menjalankan tugasnya. Demikian disampaikan militer Saudi, Minggu (27/9/2015).

Seperti dilaporkan Saudi Press Agency, Brigadir Jenderal Ibrahim Hamzi, wakil komandan brigade ke-8 di Jazan, meninggal dunia akibat luka parah setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Tidak disebutkan kapan dan seperti apa insiden yang menimpanya. 


Jenderal Arab Saudi Tewas di Perbatasan Yaman

Dia adalah perwira tinggi kedua dari militer Saudi yang tewas di perbatasan Yaman dalam sepekan ini. Seorang kolonel dan penjaga perbatasan tewas pada Jumat kemarin dalam pertempuran melawan pemberontak Houthi.

Jumat, 25 September 2015

Rusia dan AS saling gertak di Suriah

Rusia dan Amerika Serikat saling unjuk kekuatan di Suriah dengan masing-masing mendukung dua pihak yang bermusuhan di mana Rusia mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad yang berbasis Syiah Alawiyah sedangkan AS menyokong pihak pemberontak yang umumnya Sunni.

 Rusia dan AS saling gertak di Suriah

Kedua negara berdalih menggelarkan kekuatan militernya di Suriah demi melikuidasi kelompok ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Hari ini Washington mengonfirmasikan bahwa Rusia telah menggelarkan 28 pesawat tempur di Suriah yang berarti Rusia meningkatkan kehadiran militernya di negara terkoyak perang ini.

Sebaliknya AS mengirimkan 70 tentara pemberontak didikan pasukan khusus AS ke medan perang Suriah Senin waktu setempat.

Putin: dukung pemerintahan Suriah satu-satunya cara akhiri perang

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sambutannya, yang disiarkan pada Kamis, mengatakan satu-satunya cara mengakhiri perang di Suriah adalah dengan mendukung pemerintahan sah dalam memerangi terorisme.

Putin: dukung pemerintahan Suriah satu-satunya cara akhiri perang

Menurut AFP, dalam wawancara dengan CBS News "60 Minutes", pemimpin Rusia itu mengulangi pandangannya bahwa hanya orang Suriah yang dapat memutuskan apakah dan kapan menggantikan Presiden Bashar al-Assad.

Pada pekan depan, Putin akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama di sela-sela sidang Majelis Umum PBB.

Washington menegaskan bahwa perlakuan Assad terhadap rakyatnya adalah akar penyebab perang Suriah dan membiarkan kelompok keras IS muncul akibat kekacauan tersebut.

Rabu, 23 September 2015

Total Intelijen! Sejarah Spionase Jepang

SPIONASE Jepang telah dimulai semenjak 2.478 tahun silam, sejak Sun Tzu, ahli strategi Tiongkok, menyebarkan teknik-tekniknya di bidang intelijen.

Makanya banyak cendikiawan Jepang menyatakan hormat dan berutang budi intelektual kepada Sun Tzu karena Ping Fa (Seni Perang) yang ditulisnya meletakkan dasar-dasar teknik intelijen yang menakjubkan. 


Total Intelijen! Sejarah Spionase Jepang

Bahkan, aksioma utama bagi spionase Jepang adalah pernyataan Sun Tzu; “Apabila Anda mengenal diri sendiri dan mengenal musuh, Anda bisa memenangkan pertempuran. Mengalahkan musuh secara psikologis merupakan strategi unggul. Mengalahkan musuh secara militer merupakan strategi yang asor.”

Ahmed Mohamed Diundang Berkunjung ke Markas Besar PBB

Remaja muslim Amerika Serikat, Ahmed Mohamed yang menjadi pemberitaan global karena jam rakitannya dikira bom, mendapat undangan mengunjungi markas besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, AS. Di sana, Ahmed akan bertemu dengan para delegasi asing.

Ahmed (14) telah mengunjungi pameran sains di kantor Google di Mountain View, California pada Senin (21/9) waktu setempat. Selain Google, Ahmed juga diundang sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Facebook, Twitter dan Box.


Ahmed Mohamed Diundang Berkunjung ke Markas Besar PBB

Bahkan Ahmed juga diundang langsung oleh Presiden AS Barack Obama ke Gedung Putih. Tidak mau ketinggalan, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2015), PBB juga ikut mengundang remaja yang gemar sains dan teknologi ini ke kantor pusatnya.

Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Wilayah Dallas-Fort Worth, Alia Salem menuturkan bahwa Ahmed dengan didampingi keluarganya akan pergi ke New York pada Rabu (23/9) waktu setempat, untuk mengunjungi markas besar PBB.

Pesawat Militer China Lakukan Manuver di Dekat Pesawat Pengintai AS

Satu pesawat militer China terdeteksi melakukan manuver tidak aman di dekat pesawat pengintai milik Amerika Serikat. Insiden ini terjadi di atas wilayah Laut Kuning, dekat wilayah China.

Disampaikan juru bicara Pentagon, Peter Cook seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2015), insiden ini terjadi saat pesawat pengintai AS jenis RC-135 tengah menjalankan misi di atas wilayah Laut Kuning, yang berjarak 128 kilometer dari Semenanjung Shandong, China bagian timur.


Pesawat Pengintai RC-135
Pesawat Pengintai RC-135

Tiba-tiba, pilot pesawat pengintai AS ini melaporkan keberadaan pesawat lain yang dianggap berada di posisi yang tidak aman. Insiden ini terjadi pada 15 September lalu, namun baru diungkapkan pekan ini, ketika Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan selama seminggu di AS.

Presiden Xi: Konflik Antara AS dan China Bisa Timbulkan Bencana

Presiden China Xi Jinping menyerukan hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat. Diingatkan Xi, konflik antara kedua negara tersebut bisa mengakibatkan bencana.

Hal tersebut disampaikan Presiden Xi dalam pidatonya di Seattle, Amerika Serikat. Lawatan Xi ke AS tersebut merupakan kunjungan kenegaraannya yang pertama di negeri adikuasa itu.


Konflik Antara AS dan China Bisa Timbulkan Bencana

Dalam pidatonya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/9/2015), Xi menekankan perlunya meningkatkan kerja sama dan pemahaman akan intensi strategis masing-masing negara.

"Kami ingin melihat lebih banyak pemahaman dan kepercayaan serta pengurangan ketegangan dan kecurigaan," ujar Xi di depan audiens yang kebanyakan merupakan pengusaha.

Pesawat Tempur Tanpa Awak Buatan Sukhoi

Dalam pameran udara MAKS 2015 di Zhukovsky, Presiden United Aircraft Corporation (UAC) Yuri Slyusar menyampaikan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan beberapa pesawat tanpa awak untuk Kementerian Pertahanan Rusia. Namun, ia tak mau membocorkan detil proyek tersebut. Situs mir-robotov menginvestigasi pengembangan kendaraan militer tanpa awak Rusia yang disinggung pemimpin UAC tersebut.

Model UAV "Skat".Source: Ria Novosti/Anton Denisov
Model UAV "Skat".Source: Ria Novosti/Anton Denisov

Untuk mengompensasi terbatasnya informasi dalam rilis pers resmi yang dikeluarkan perusahaannya, Wakil Direktur Jenderal KRET Radio-Electronic Technologies Concern Vladimir Mikheyev bicara terang-terangan dengan majalah Inggris Flightglobal.com, yang cukup tertarik dengan model pesawat berbentuk agak asing yang ditampilkan dalam pameran. Mikheyev menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu proyek pesawat tanpa awak yang dikerjakan KRET bersama UAC, dan akan digunakan untuk melawan pesawat tempur siluman Amerika F-35 dan F-22. Ia menambahkan bahwa pesawat tanpa awak ini memiliki misi yang sama dengan pesawat Tiongkok Divine Eagle.

Akankah Latihan Militer Global Besar-besaran Picu Perang Dunia?

Latihan pasukan NATO Allied Shield yang digelar pada Juni lalu dan melibatkan 15 ribu pasukan dari 19 negara NATO, merupakan latihan militer NATO terbesar sejak era Perang Dingin. Pada 15 Agustus, NATO terlihat melakukan manuver militer yang lebih besar, dengan kode Swift Response 15, yang digelar di Jerman selama sekitar satu bulan. Itu merupakan latihan angkatan udara terbesar sekutu di benua tersebut, sejak era pasca-Soviet. Sementara Rusia juga melakukan hal yang sama, tak tertinggal jauh.

Akankah Latihan Militer Global Besar-besaran Picu Perang Dunia?

Pada akhir Agustus, Pasukan Gerak Cepat Kolektif dari Organisasi Trakat Keamanan Kolektif (CSTO) menggelar latihan mereka sendiri, Interaction 2015, yang melibatkan lebih dari dua ribu pasukan darat negara-negara anggota CIS. Di bersamaan, angkatan udara Moskow dan Beijing bersiap memasuki fase manuver aktif, Marine Interaction 2015 (II), yang digelar pada 23-27 Agustus di Timur Jauh.

Laporan terbaru yang dipublikasikan pada 12 Agustus oleh organisasi pakar militer non-pemerintah yang berpengaruh, European Leadership Network (ELN), yang terdiri dari mantan personel militer papan atas dan politisi, cukup mengerikan.

Militer India Membeli 37 Helikopter Apache dan Chinook

Kabinet India menyetujui pembelian 37 helikopter produksi perusahaan penerbangan Amerika Serikat, Boeing, senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp36 triliun.

Pembelian meliputi 22 helikopter tempur Apache dan 15 helikopter pengangkut berat Chinook yang dimaksudkan untuk meremajakan armada dari era Soviet.










Militer India Membeli 37 Helikopter Apache dan Chinook

Pembelian ini dilaporkan semakin mengokohkan status Amerika Serikat sebagai salah satu pemasok peralatan militer paling besar bagi India. Pemasok lainnya adalah Israel.

Menurut sejumlah analis, Amerika Serikat berusaha keras agar kesepakatan disetujui pemerintah India sebagai salah satu upaya meraih pasar pertahanan di India yang besar.

Senin, 21 September 2015

Laut China Selatan Memanas, RI Diminta Waspada

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, Indonesia tak terlibat dalam sengketa Laut China Selatan. Tetapi, Indonesia tetap patut waspada. Karena, peningkatan ketegangan di kawasan itu dapat merembet atau berimbas juga ke dalam negeri.

Laut China Selatan Memanas, RI Diminta Waspada

Ia mengingatkan, Indonesia sangat memerlukan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang memadai meski hanya untuk kewaspadaan. Menurut dia, hal yang cukup mendesak sekarang adalah kebutuhan tentang pangkalan yang memadai untuk TNI Angkatan Udara maupun TNI Angkatan Laut.

"Kita perlu landasan baru. Penting. Landasan yang ada perlu diperbaiki. Pesawat Hercules bisa landas. Kalau pesawat tempur tidak bisa. Lampu pengendali, hanggar, tempat kapal besar bersandar," kata Ryamizard dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 21 September 2015.

Khawatir Ada Serangan Teroris, Pasukan Elite Arab Saudi Jaga Ketat Ibadah Haji 2015

Arab Saudi mengerahkan sekitar 100.000 pasukannya untuk mengawasi pelaksaan ibadah haji tahun ini. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Diperkirakan, sekitar 3 juta umat muslim dari seluruh dunia akan memadati kota suci di Mekkah dan Madinah. Ritual tahunan ini merupakan salah satu kewajiban umat Islam untuk membersihkan jiwa dan dosa.


Khawatir Ada Serangan Teroris, Pasukan Elite Arab Saudi Jaga Ketat Ibadah Haji 2015

Lantaran banyaknya umat muslim yang datang, kekhawatiran dari kerajaan Arab Saudi pun muncul.

Bukan hanya karena padatnya jemaah, tapi ancaman dari teroris.

"Kami selalu fokus ke pelaksaan haji, tapi tetap kami waspadai ancaman terorisme," ucap Mayor Jendral Mansour al-Turki seperti dikuti Daily Mail.

Jumat, 18 September 2015

Parlemen Jepang Sahkan RUU Keamanan, Pasukan Militer Kini Bisa Bantu Negara Luar

Walaupun sempat menimbulkan kericuhan di sidang parlemen Jepang, pengesahan RUU keamanan di Negeri Sakura akhirnya tetap disahkan. Komite khusus parlemen Jepang mengesahkan RUU keamanan yang memungkinkan pengiriman pasukan militer ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun.

Parlemen Jepang Sahkan RUU Keamanan, Pasukan Militer Kini Bisa Bantu Negara Luar

Seperti dilansir AFP melalui Jiji News, Jumat (18/9/2015), langkah untuk mengesahkan RUU tersebut terus berjalan meskipun ada perlawanan sengit dari anggota parlemen dan ribuan pengunjuk rasa di luar gedung parlemen.

Sesuai RUU tersebut, militer Jepang yang dikenal sebagai Self-Defense Forces akan memiliki opsi untuk ikut berperang melindungi sekutu-sekutu seperti Amerika Serikat, meskipun tak ada ancaman langsung bagi negara Jepang atau rakyatnya.

Kamis, 17 September 2015

Prancis Serukan Pembebasan Presiden dan PM Burkina Faso

Pemerintah Prancis menyerukan pembebasan segera presiden dan perdana menteri (PM) interim Burkina Faso yang ditahan pasukan pengawal kepresidenan.

"Prancis khawatir akan perkembangan yang terjadi di Burkina Faso dan mengecam keras setiap penggunaan kekerasan," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Romain Nadal dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/9/2015).


Prancis Serukan Pembebasan Presiden dan PM Burkina Faso

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan pemerintah Amerika Serikat juga mengecam keras penahanan tersebut dan menyerukan pembebasan segera.

Ketua parlemen interim Cheriff Sy mengatakan, para anggota Resimen Keamanan Kepresidenan (RSP) menyerbu masuk ke ruang kabinet pada Rabu, 16 September pukul 14.30 waktu setempat dan menculik Presiden Burkina Faso Michel Kafando dan Perdana Menteri Isaac Zida serta dua menteri (Augustin Loada dan Rene Bagoro).

Pesawat Rusia Tiba-tiba Melintas, Jepang Kerahkan 4 Jet Tempur

Otoritas Jepang mendeteksi sebuah pesawat asing yang diyakini pesawat militer Rusia yang melanggar wilayah udaranya. Militer Jepang mengerahkan empat jet tempurnya untuk mengawal pesawat asing ini.

Kementerian Luar Negeri Jepang melayangkan protes kepada Kedutaan Besar Rusia di Tokyo setelah mendeteksi sebuah pesawat masuk ke wilayah udara Jepang, tepatnya di dekat pantai Hokkaido, pulau paling utara negara tersebut pada Selasa (15/9). Pesawat itu terbang di dekat gugusan pulau yang menjadi sengketa.


Pesawat Rusia Tiba-tiba Melintas, Jepang Kerahkan 4 Jet Tempur

"Kami melayangkan protes melalui Kedutaan Besar Rusia di Tokyo," tutur seorang pejabat pada Kementerian Luar Negeri Jepang kepada AFP, Rabu (16/9/2015).

"Pihak Rusia belum mengkonfirmasi hal ini, hanya mengatakan mereka akan memeriksanya," imbuh pejabat yang enggan disebut namanya ini.

Utusan PBB: Sistem Korut Kombinasi Nazi, Gulag, dan Apartheid

Korea Utara menyimpan segudang misteri di balik kepemimpinan Dinasti Kim. Hingga kini, tak ada yang benar-benar mengetahui bagaimana kehidupan Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Menurut pelapor khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman, sistem pemerintahan di negara ini sangat berbeda dengan negara lain.


Sistem Korut Kombinasi Nazi, Gulag, dan Apartheid

"Sistem di Korut tidak ada taranya. Sistem di sana sebenarnya kombinasi antara kamp konsentrasi Jerman pada zaman Nazi, Gulag di Soviet, dan Apartheid di Afrika Selatan," ujar Marzuki sesaat sebelum menghadiri pembukaan Pekan HAM Korea Utara di Jakarta, Selasa (15/9). Pekan HAM Korea Utara ini diselenggarakan di galeri Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta, pada 15-19 September.

Menurut Marzuki, Dinasti Kim melakukan banyak kejahatan terhadap hak asasi manusia warganya, termasuk hak berkumpul dan berbicara, diskriminasi perempuan, anak, dan agama.

Indonesia mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran

Indonesia menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai isu nuklir Iran dan menekankan kesiapan memperkuat kerja sama teknis Selatan-Selatan bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI/Dubes Rachmat Budiman pada Sidang General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-59 di Wina, Austria, demikian Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Rabu.


Indonesia mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran
Direktur Jeneral Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano (REUTERS/Leonharad Foeger)

Rachmat Budiman menjelaskan, dukungan Indonesia terhadap penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui implementasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman (E3+3).

Rabu, 16 September 2015

Benarkah Su-27 Lampaui Pesawat Siluman Terbaru AS ?

Lembaga National Security Network (NSN) yang berbasis di AS merilis laporan yang mengonfirmasi bahwa pesawat tempur siluman F-35 bukan tandingan pesawat Rusia seri Su-27, atau bahkan seri yang lebih lama, MiG-29.

Pesawat siluman Amerika F-35 Lightning II mungkin hanya akan menjadi sasaran empuk pesawat Sukhoi Rusia, demikian disampaikan laporan yang diliris Agustus lalu oleh National Security Network (NSN) yang berbasis di AS.


Benarkah Su-27 Lampaui Pesawat Siluman Terbaru AS ?
Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35. Sumber:Sukhoi.org

Dalam laporan ‘Thunder without Lightning: The High Costs and Limited Benefits of the F-35 Program’ (Lightning II: Program F-35 Biaya Mahal dan dan Keuntungan Terbatas ), analis kebijakan Bill French dan peneliti Daniel Edgren menyebutkan F-35 sepertinya akan dengan mudah ‘dikalahkan’ dan ‘ditaklukan’ oleh ‘teman sebayanya’ seperti jet tempur Rusia seri Su-27 Flanker.

Laporan tersebut mendukung pernyataan sejumlah pakar aviasi independen yang menyebutkan bahwa F-35 adalah pesawat yang benar-benar tak berguna, yang akan menjadi sasaran empuk pesawat musuh dalam pertempuran udara.

Jet Tempur Australia Mulai Bombardir Sasaran ISIS di Suriah

Sejumlah jet tempur Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan memulai misi pengeboman sasaran-sasaran kelompok teroris ISIS di Suriah.

Menteri Pertahanan Kevin Andrews kepada wartawan di Canberra, Rabu (16/9/2015), membenarkan jet tempur jenis F/A-18 Super Hornet melakukan misi pengeboman di wilayah Suriah.



Menurut keterangan yang dirilis Komando Sentral Amerika Serikat, setidaknya ada tiga misi pengeboman, yaitu di titik pengumpulan minyak, satu unit taktis ISIS, serta kendaraan pengangkut personal ISIS.

"Dua hari lalu, Gugus Tugas Udara telah menyelesaikan serangan udara pertamanya dengan sasaran ISIS di Suriah timur, menghancurkan kendaraan pengangkut personal," kata Andrews.

Selasa, 15 September 2015

Eks Pejabat CIA Sebut Rusia Tahu Jurus Kalahkan ISIS

Larry Johnson, seorang mantan pejabat badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA secara mengejutkan mendukung kebijakan Rusia di Suriah. Johnson mengatakan apa yang dilakukan Rusia menunjukan bahwa negara tersebut paham dan tahu bagaimana cara mengalahkan ISIS.

Eks Pejabat CIA Sebut Rusia Tahu Jurus Kalahkan ISIS

"Rusia memberikan dukungan militer kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, karena Moskow mengerti apa yang diperlukan untuk mengalahkan ISIS, sementara AS tetap kebijakan mereka yang memberikan bahan bakar kepada ekstrimisme," ucap Johnson, merujuk pada kebijakan AS yang mendukung pemberontak Suriah.

"Saya sangat senang dengan langkah-langkah yang sudah diambil Rusia. Setidaknya ini menujukan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memahami ancaman dan memahami apa yang dibutuhkan untuk menghadapinya dan mengalahkannya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/9/2015).

Jenderal Washington Akui Kekuatan AU AS dan Rusia Setara

Jenderal Frank Gorenc, Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Eropa mengakui bahwa kekuatan Angkatan Udara (AU) Rusia telah setara dengan kekuatan AU AS. Menurutnya, militer Moskow bergerak cepat menutup kesenjangan dengan militer Washington.

Jenderal Washington Akui Kekuatan AU AS dan Rusia Setara

”Keuntungan yang kami punya dari (Angkatan) Udara, saya bisa jujur mengatakan telah menyusut, tidak hanya berkenaan dengan pesawat yang mereka (Rusia) produksi, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah kemampuan mereka untuk membuat sebuah daerah anti-akses,” kata Jenderal Gorenc, Senin yang dilansir Sputnik, Selasa (15/9/2015).

“Ini sebuah tantangan bahwa kita semua akan menghadapi dan bahwa kita semua harus berlatih,” lanjut Jenderal Washington itu.

Gelar Latihan Perang Terbesar Rusia Libatkan 95 Ribu Tentara

Rusia dilaporkan akan melakukan latihan perang yang disebut-sebut sebagai latihan terbesar yang pernah mereka lakukan sepanjang tahun ini. Ratusan kapal, tank, pesawat, serta ribuan senjata dan amunisi, dan juga puluhan ribu tentara dikabarkan akan dilibatkan dalam latihan perang yang disebut Centre 2015 itu.

Gelar Latihan Perang Terbesar Rusia Libatkan 95 Ribu Tentara

Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, latihan yang akan digelar di wialayah Ural itu akan melibatkan 95 ribu tentara, lebih dari 7.000 buah peralatan militer, 170 pesawat tempur dan 20 kapal tempur.

"Centre 2015 adalah tahap akhir dari pelatihan operasional dan tempur Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2015, sekaligus puncak dari latihan perang gabungan antara Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO)," bunyi pernyataan Kemham Rusia.

China Diduga Bangun Landasan Pacu Ke-3 di Laut China Selatan

China diduga membangun landasan pacu ketiga di wilayah Laut China Selatan. Dugaan itu muncul dari foto citra satelit yang menunjukkan sebuah proyek mirip pembangunan landasan udara di wilayah sengketa.

Foto citra satelit itu dibidik kelompok think thank “Washington's Centre for Strategic and International Studies”. Menurut kelompok itu, ada pembangunan di Mischief Reef, salah satu dari beberapa pulau buatan yang dibangun China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.


China diduga membangun landasan pacu ketiga di Laut China Selatan  source: http://international.sindonews.com/read/1044921/40/china-diduga-bangun-landasan-pacu-ke-3-di-laut-china-selatan-1442303851

Menurut Greg Poling, Direktur Pusat Asia Maritime Transparency Initiative, gambar citra satelit menunjukkan area persegi dengan dinding penahan. Panjang area itu 3.000 meter.

”Jelas, apa yang telah kita lihat akan menjadi landasan 3.000 meter dan kami telah melihat beberapa pekerjaan lebih lanjut tentang apa-apa (di sana) dan beberapa fasilitas pelabuhan untuk kapal,” ujar Poling, seperti dikutip IB Times, Selasa (15/9/2015).

Amerika Serikat Cemaskan Kemunculan Tank-tank Tempur Rusia di Suriah

Sekitar setengah lusin tank tempur Rusia bermunculan di sebuah lapangan udara Suriah. Amerika Serikat (AS) yang cemas dengan sepak terjang militer Rusia menyebut niat penyebaran peralatan militer berat Kremlin di Suriah semakin tidak jelas.

Amerika Serikat Cemaskan Kemunculan Tank-tank Tempur Rusia di Suriah

Moskow telah berada di bawah tekanan internasional dalam beberapa hari terakhir untuk menjelaskan pegerekan militer mereka di Suriah, di mana Kremlin memang menjadi sekutu utama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang selama 4,5 tahun terakhir ini.

Laporan tank-tank tempur Rusia di Suriah diungkap dua pejabat Pemerintah AS kepada Reuters, Selasa (15/9/2015). Pentagon menolak untuk mengomentari langsung laporan itu dengan alasan Pentagon tidak bisa mendiskusikan kerja intelijen AS.

Bom Nuklir Siaga, Korut Siap perang dengan Amerika

Pihak berwenang Korea Utara (Korut) telah mengumumkan bahwa mereka siap bermusuhan secara nyata dengan Amerika Serikat (AS). Korut mengklaim bom atau senjata nuklir mereka sudah siaga dan siap digunakan setiap saat.

Rezim Pyongyang mengklaim telah meningkatan senjata nuklirnya baik secara kualitas maupun kuantitas. Pernyataan tersebut dirilis kantor berita KCNA, Selasa (15/9/2015) mengutup seorang Direktur Institut Energi Atom Korut.


Bom Nuklir Siaga, Korut Siap perang dengan Amerika

Pyongyang diketahui telah mulai mengoperasikan reaktor nuklir di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, sebuah fasilitas nuklir utama Korut yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Ibu Kota Pyongyang.

”Semua fasilitas nuklir di Yongbyon, termasuk pabrik pengayaan uranium dan reaktor lima megawatt sudah diatur ulang, diubah atau disesuaikan dan semuanya mulai beroperasi normal,” lanjut pernyataan direktur institut yang identitasnya tidak diungkap KCNA.

Jet Tempur Denmark Cegat 2 Pesawat Pembom Rusia di Baltik

Kementerian Pertahanan Denmark mengkonfirmasi bahwa pesawat-pesawat jet tempur Denmark telah mencegat dua pesawat tempur pembom Rusia di wilayah udara Baltik. Pencegatan dilakukan ketika dua pesawat pembom Rusia terbang mendekati wilayah udara Denmark.

Aksi pencegatan dua pesawat pembom Rusia Tupolev TU-22M itu sejatinya terjadi Kamis pekan lalu. Namun, baru diungkap kementerian tersebut kemarin (13/9/2015).


Jet Tempur Denmark Cegat 2 Pesawat Pembom Rusia di Baltik

“Pencegatan itu adalah prosedur normal ketika pesawat asing mendekati wilayah udara Denmark,” kata Juru bicara militer Denmark, Mayor Erik Boettger.

Menurutnya, dua pesawat pembom Kremlin belum sempat memasuki wilayah udara Denmark. “Tidak ada cara yang dramatis,” ujarnya, seperti dikutip Sputnik. Dalam aksi itu, Denmark mengerahkan pesawat-pesawat jet tempur F-16.

Kamis, 10 September 2015

Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia

Kapal kargo berbendera Malaysia dikabarkan dibajak perompak dan menghilang di Laut China Selatan. Hal ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dari petugas penjaga pantai Angkatan Laut Negeri Jiran.

Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.


Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia

"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).

Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.

Rabu, 09 September 2015

Unik Ayah di Ukraina Antar Anak ke Sekolah dengan Tank Tempur

Seorang bocah kecil hampir dipastikan membuat teman-temannya iri karena diantar ayahnya ke sekolah dengan tank militer.

Bocah yang tidak disebutkan namanya itu dikabarkan gugup di hari pertama sekolahnya di kota Donetsk, Ukraina. 


Unik Ayah di Ukraina Antar Anak ke Sekolah dengan Tank Tempur
Orangtua murid mengambil gambar anak-anaknya yang naik tank baja di sebuah sekolah di Donetsk, Ukraina. (Foto: CEN)

Namun rasa gugup itu akhirnya hilang setelah sang ayah mengantarnya dengan tank militer. Bocah itu langsung menjadi terkenal di kalangan teman-teman barunya.

Serangkaian foto memperlihatkan beberapa anak yang naik ke tank dan berbicara dengan pengendaranya. Beberapa orangtua murid terlihat mengambil gambar anaknya yang ada di atas tank.

50 Jet Turki Gempur Militan Kurdi

Lebih dari 50 pesawat jet tempur Turki menggelar operasi udara besar-besaran terhadap militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah utara Irak, Selas (8/9/2015).

"Menurut laporan awal, serangan menewaskan 35 hingga 40 teroris," tulis kantor berita Anatolia. 



Gempuran selama lebih kurang enam jam dilakukan sebagai respon tewasnya 16 prajurit Turki di wilayah tenggara yang didominasi Kurdi. Turki menuding militan PKK yang berada di balik serangan.

Intelijen Jerman Pastikan ISIS Gunakan Gas Beracun di Irak

Lembaga intelijen Jerman (BND) mengonfirmasi kelompok militan Islamic State (ISIS) menggunakan senjata gas beracun.

BND mengatakan, mereka melakukan uji darah terhadap militan Kurdi yang terluka melawan ISIS. Menurut pemeriksaan, darah dari anggota militan itu mengandung gas beracun berupa gas mustard.


Intelijen Jerman Pastikan ISIS Gunakan Gas Beracun di Irak

"Kami memiliki informasi bahwa ISIS menggunakan gas mustard di utara Irak," ujar Kepada BND Gerhard Schindler, seperti dikutip Guardian, Selasa (8/9/2015).

"Gas itu entah berasal dari pasokan lama yang diproduksi di era Saddam Hussein, atau diproduksi sendiri oleh ISIS setelah menduduki Universitas Mosul," lanjutnya.

Sementara seorang pejabat intelijen Jerman mengonfirmasi komentar dari Schindler. Namun dirinya menolak untuk mengonfirmasi bahwa BND telah mengumpulkan contoh darah.

Kekuasaan Kim Jong-Un Tak Akan Bertahan Lama

Seorang pembelot Korea Utara (Korut) meyakini kekuasaan Kim Jong-Un tidak akan bertahan lama. Ini disebabkan kekuasaannya yang tidak stabil.

"Di antara dinasti Kim, kekuasaan Kim Jong-Un adalah pemerintahan yang paling tidak stabil. Kekuasaannya tidak akan bertahan lama," lanjut pembelot yang enggan disebut namanya itu, seperti dikutip CNN, Selasa (8/9/2015).


Kekuasaan Kim Jong-Un Tak Akan Bertahan Lama

"Pada 2013, ayah Kim Jong-Un, Kim Jong-Il meninggal. Kim Jong-Un kemudian mengambil kekuasaan dan berupaya sekuat mungkin," lanjutnya.

Menurutnya, Jong-Un menyebarkan hadiah dan tampih di publik serta membiarkan suaranya disiarkan ke seluruh Korea Utara melalui televisi. Warga Korut pun melihat hidup mereka akan jauh berbeda.

Rabu, 02 September 2015

Jaringan Serigala Perak Turki jadi kambing hitam bom Bangkok

Perkembangan kasus ledakan bom di Kuil Erawan, Ibu Kota Bangkok, Thailand, pada 17 Agustus lalu menukik tak terduga. Tiba-tiba saja, dalam 48 jam terakhir beberapa orang Turki ditangkapi polisi Negeri Gajah Putih. Mereka dianggap jaringan yang merencanakan aksi terorisme itu.



Pelaku semula dituding berasal dari kelompok anti-pemerintah, alias pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang dikudeta militer. Spekulasi ini dilontarkan langsung oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha tanpa ragu-ragu di hadapan wartawan, sehari setelah insiden merenggut nyawa 20 orang itu, termasuk seorang WNI, serta melukai 125 warga lainnya.

Kemarin (1/9), Prayuth - mantan jenderal militer itu - meralat teorinya sendiri. Dia mengatakan otak utama peledakan bom Kuil Erawan adalah warga Turki. Sosok tak disebut identitasnya ini ditangkap petugas imigrasi dan polisi ketika hendak menyeberang ke Kamboja dari area Sa Kaeo.

Selasa, 01 September 2015

Jepang keluhkan rencana kehadiran Ban Ki-moon di parade militer Tiongkok

Pemerintahan Jepang mengeluh kepada PBB atas rencana Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menghadiri parade besar militer di Beijing guna memperingati 70 tahun kekalahan Jepang di Perang dunia II.

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menyeru PBB bersikap "netral" setelah Tokyo menyampaikan keluhan kepada badan dunia beranggotakan 193 negara itu pada Jumat.



"Kami ingin mendorong negara anggota melihat ke masa depan dan tidak perlu fokus pada peristiwa tertentu pada masa lalu," kata Suga dalam jumpa pers pada Senin.

Acara parade itu direncanakan dilakukan pada Kamis, ajang pamer kekuatan saat Tiongkok mengambil sikap lebih tegas di kawasan dan akan melibatkan 12 ribu tentara serta 500 peralatan di Lapangan Tiananmen, dengan hampir 200 pesawat terbang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...