Selasa, 24 Februari 2015

Intelijen Australia Mengecewakan

Drama penyanderaan yang terjadi di Kafe Lindt, Sydney, Australia, pertengahan Desember tahun lalu, menunjukkan kinerja intelijen negeri itu sesungguhnya lemah.

Drama penyanderaan yang terjadi di Kafe Lindt, Sydney, Australia, pertengahan Desember tahun lalu, menunjukkan kinerja intelijen negeri itu sesungguhnya lemah. Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Ahad (22/2), mengakui sistem keamanan negara itu lemah dan gagal melindungi warga Australia dari ancaman teror, sepert yang dilansir Al Jazeera. Pernyataan itu dikeluarkan Abbott di Sydney terkait kasus penyanderaan yang dilakukan Man Haron Monis atas 17 pengunjung dan pegawai kafe itu. Drama selama 17 jam itu berujung tewasnya Monis serta dua orang lainnya, yaitu manajer kafe dan seorang pengunjung.


Intelijen Australia Mengecewakan

Monis adalah imigran asal Iran yang telah tinggal di Australia sejak tahun 1990. Sebuah laporan menyebutkan, sebelum Monis memasuki Kafe Lindt dan mulai menyandera pengunjung dan pegawai kafe itu, ada 18 laporan warga pada sambungan langsung milik badan keamanan nasional Australia. Mereka khawatir atas materi dalam akun Facebook Monis yang dinilai ofensif. Sayang, tak satu pun laporan itu mendapat perhatian memadai dari otoritas berwenang, termasuk intelijen.


Mereka menilai Monis tidak berbahaya. Alasannya, mereka tidak menemukan informasi yang menunjukkan Monis memiliki maksud atau keinginan untuk melakukan aksi teror. Padahal, Monis, yang pernah dipenjara dan bebas dengan jaminan itu dalam beberapa waktu terakhir sebelum penyanderaan, terinspirasi gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS. Australia sendiri sejak September tahun lalu telah memperketat kebijakan keamanan dan keimigrasian terkait isu ISIS. Bahkan, pihak berwenang menggelar sejumlah operasi di beberapa kota di Australia. (AKtual)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...