Sabtu, 31 Mei 2014

Memanas, NATO dan Rusia Berebut Kapal Perang Perancis

Para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) menekan Perancis supaya menjual dua kapal perangnya ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), bukan ke Rusia. Tekanan itu muncul di tengah memanasnya hubungan AS dengan Rusia yang dipicu krisis di Ukraina.

French ship Mistral

Perancis diminta memikirkan ulang penjualan kapal perang Mistral ke Rusia. Padahal, penjualan kapal perang itu sudah disepakati, dan jika dibatalkan Rusia bisa menjatuhkan denda yang bisa melumpuhkan ekonomi Perancis.

NATO sendiri keberatan dengan sikap Perancis yang telanjur membuat kesepakatan untuk menjual dua kapal perang pengangkut helikopter tempur itu kepada Rusia.
 

Hacker Iran Gunakan Facebook untuk Mata-matai AS

Sebuah perusahaan keamanan internet menyatakan pada Kamis (29/5/2014), para hacker Iran dengan sengaja membuat akun Facebook palsu dan mencoba untuk berteman dengan para pejabat AS dan Barat dalam upaya untuk memata-matai mereka.

Hacker Iran Gunakan Facebook untuk Mata-matai AS

Seperti dilansir Reuters, para hacker menciptakan beberapa akun palsu dan mengisi profil mereka dengan konten personal fiktif, kemudian mereka mencoba untuk berteman dengan para terget target.

“Beberapa pejabat yang menjadi target diyakini termasuk seorang laksamana Angkatan Laut AS, beberapa politisi, duta besar, dan pejabat dari beberapa negara lain termasuk Inggris dan Arab Saudi,” papar perusahaan internet, iSight Partners.
 

Kata Korut, Obama seperti 'Monyet Hitam'

Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), disebut telah mengeluarkan artikel berbau rasis terhadap Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Dalam salah satu artikelnya yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Obama disebut sebagai “monyet hitam”.


Dilaporkan Sky News, Jumat, 9 Mei 2014, artikel ini dibuat sebagai komentar atas kunjungan Obama ke Korea Selatan pada 2 Mei lalu. KCNA menulis, ”Park (Presiden Korsel) telah memberikan pernyataan bodoh. Dia kembali mengundang monyet hitam penguasa AS ke Korsel.”.

Jumat, 30 Mei 2014

Berantas Terorisme, AS Anggarkan Rp58 Triliun

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menegaskan tindak terorisme masih termasuk ancaman keamanan terbesar bagi negaranya. Oleh sebab itu, pemerintahnya akan berencana menggelontorkan dana senilai US$5 miliar atau Rp58 triliun untuk menyiapkan dan melatih negara sekutunya agar mampu berperang di garis terdepan melawan tindak terorisme. 

Isu terorisme masih jadi momok bagi AS
Stasiun berita Channel News Asia, Kamis 29 Mei 2014, melansir dana kemitraan ini, ujar Obama dapat membantu negara-negara lain untuk menangani tindak ekstrimisme. Dana itu antara lain akan diberikan kepada negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam upaya melawan tindak teror, ketimbang mengirimkan pasukan AS ke sana.

Pernyataan itu disampaikan Obama di hadapan para lulusan angkatan militer di West Point Military Academy. Dalam kesempatan itu, Obama turut menyampaikan tujuan dari kebijakan luar negerinya.

Helikopter Ditembak, Jenderal Ukraina dan Belasan Tentara Tewas

 Seorang jenderal Ukraina dan 14 prajurit tewas ketika pemberontak pro-Rusia menembak jatuh sebuah helikopter militer di dekat Slovyansk, wilayah timur yang bergolak Ukraina. Helikopter yang membawa Jenderal Volodymyr Kultchitsky dijatuhkan oleh rudal darat ke udara yang dioperasikan oleh gerilyawan.

Helikopter Ditembak, Jenderal Ukraina dan Belasan Tentara Tewas

"Baru saja saya mendapat informasi bahwa para teroris menembak jatuh helikopter kami, karena senjata portabel buatan Rusia SAM senjata dengan 14 prajurit dan Jenderal Kulchytsky tewas," kata anggota parlemen Turchynov seperti dikutip USA Today, Kamis (29/5/2014).

Slovyansk yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah barat dari perbatasan Rusia di wilayah Donetsk, berada di tengah-tengah bentrokan besar dalam beberapa pekan terakhir antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Perang Suriah Lahirkan Jaringan Garis Keras Baru?

Jaringan garis keras baru di Eropa dan Timur Tengah berpotensi muncul dari ribuan pejuang asing yang pulang dari Suriah setelah turut mengikuti perang saudara di negara tersebut, demikian komite PBB yang memberlakukan sanksi untuk AlQaidaH menyatakan Rabu.

Perang Suriah Lahirkan Jaringan Garis Keras Baru?
Pasukan Alqaidah

Laporan dari komite tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pejuang asing yang berafiliasi dengan AlQaidaH saat ini sedang menjalin hubungan dengan cabang AlQaidaH di Suriah, Front al-Nusra.

"Hubungan di antara mereka sedang di bangun. Tim pengawas memperkirakan kerja sama tersebut dalam memunculkan jaringan baru ekstrimis pan-Arab dan pan-Eropa," kata ketua komite, Gary Quinland saat berbicara di depan anggota Dewan Keamanan PBB.

Presiden Nigeria Siap Habis-habisan Lawan Boko Haram

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah memerintahkan operasi skala penuh untuk memberantas teroris di tanah Nigeria. Dia meyakinkan orangtua 219 siswi yang diculik Boko Haram akan dibebaskan oleh tentara.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan

"Saya berkeinginan melindungi demokrasi kita, persatuan nasional kita dan stabilitas politik kita dengan melaksanakan perang habis-habisan terhadap terorisme," kata Jonathan dalam sambutan memperingati Hari Demokrasi di televisi, Kamis (29/5).

Rabu, 28 Mei 2014

DK PBB sahkan misi "gunakan segala cara" di Sudan Selatan

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mensahkan misi pemelihara perdamaian ke Sudan Selatan dengan mandat "menggunakan segala cara yang perlu" dalam mengatasi keamanan negara yang tercabik-cabik akibat perang.

Dokumen foto Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). (REUTERS/Keith Bedford)

Misi perdamaian PBB itu juga diminta memusatkan perhatian terhadap perlindungan rakyat sipil dan mendukung penerapan gencatan senjata.

Dalam resolusi yang disahkan secara bulat, sebanyak 15 anggota DK PBB tersebut mensahkan Kesepakatan Dihentikannya Permusuhan Sudan Selatan yang ditandatangani pada Januari 2014, dan kesepakatan baru gencatan senjata awal Mei 2014 oleh semua pihak berkonflik di negeri Afrika itu.

SOFEX 2014 Pertemukan Komandan Pasukan Khusus Dunia

Belum lama ini Yordania menggelar acara Special Operations Commanders Conference Exhibitons (SOFEX) 2014 di Amman, yang mempertemukan para komandan/pakar operasi khusus dari berbagai belahan dunia.

Hal itu terungkap, ketika delegasi Indonesia yang dipimpin Staf Ahli  Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Paryanto menghadiri acara tersebut, yang bertemakan Special Forces at the Time of Digital Wars, bersama dua orang Perwira Menengah (Pamen) TNI dari Kopassus dan Marinir sebagai peninjau.

Forum  para komandan/pakar operasi khusus itu, merupakan wadah untuk merumuskan bentuk operasi khusus di era digital maupun penyelenggaraan lomba tahunan pasukan khusus dunia (warrior compettiton), yang memberikan kesempatan para peserta untuk saling berinteraksi serta bertukar informasi dalam menjaga stabilitas kawasan.

AS kirim kapal perang bawa marinir ke Libya

Amerika Serikat (AS) mengirim armada perang yang melibatkan kapal serbu amfibi membawa sekira 1.000 marinir di lepas pantai Libya guna mengamankan Kedutaan Besar AS dan mengungsikan diplomatnnya, kata seorang pejabat pertahanan AS.

USS Bataan

Kapal USS Bataan akan berada di wilayah "dalam hitungan hari", kata pejabat Kementerian Pertahanan AS itu, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Langkah AS itu digambarkan sebagai "pencegahan" dalam kondisi kasus di Libya, di mana milisi-milisi petempur telah menjerumuskan negara itu ke dalam anarki, memburuk dan memerlukan evakuasi kedutaan.

Tiongkok Tenggelamkan Kapal Vietnam, Ketegangan Meningkat

Vietnam mengklaim sebuah kapal Tiongkok telah menenggelamkan satu kapal nelayan Vietnam, yang menjadi insiden bilateral paling serius sejak 2007.

Tiongkok Tenggelamkan Kapal Vietnam, Ketegangan Meningkat

“Kapal itu dihantam oleh kapal Tiongkok,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Hai Binh, Selasa (27/5).

Sepuluh nelayan yang berada di kapal DNa 90152 tersebut akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal Vietnam lain dalam insiden yang terjadi hari Senin kemarin.

Insiden bermula ketika sekitar 40 kapal Tiongkok mengepung beberapa perahu Vietnam di zona ekonomi ekslusif (ZEE), kata pemerintah Vietnam.

Menurut kantor berita Tiongkok, Xinhua, kapal Vietnam itu terbalik sendiri ketika sedang mendekati kapal nelayan Tiongkok.

Senin, 26 Mei 2014

50 Tahun Perang Rahasia Australia dan Indonesia Diperingati di Sydney

kemarin di Sydney digelar upacara penghormatan mengenang 50 tahun perang rahasia Australia dengan Indonesia. Saat itu, tentara Australia bertolak menuju Indonesia untuk terjun dalam perang Konfrontasi di wilayah Malaya.

Perang rahasia Indonesia-Australia di Malaya

Antara tahun 1962 dan 1966, Indonesia terlibat perang rahasia dengan Malaysia sebagai upaya Indonesia mengguncang federasi Malaya. Konflik itu terbentuk dari keyakinan Soekarno yang kemudian menjadi Presiden Indonesia kalau pembentukan federasi Malaysia merupakan upaya Inggris untuk tetap berkuasa dengan tameng memberikan kemerdekaan bagi mantan wilayah jajahannya tersebut.

Istilah konfrontasi – yang berarti perlawanan – diciptakan pada tahun 1963 oleh Menteri Luar Negeri Indonesia pada saat, Subandrio. Istilah itu juga muncul sebagai upaya Indonesia untuk mengacaukan dan memecah federasi baru tersebut.
 

Taiwan Bangun Pelabuhan Laut di Wilayah Sengketa Laut Cina Selatan

Taiwan memberanikan diri membangun pelabuhan laut senilai 100 juta dolar AS di Itu Aba, sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Cina Selatan yang disengketakan sejumlah negara. Ini adalah sebuah langkah tegas baru yang hampir tidak pernah dilakukan oleh negara-negara lainnya, bahkan Tiongkok sekalipun.

Taiwan Bangun Pelabuhan Laut di Wilayah Sengketa Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan

Itu Aba atau yang disebut juga Tai Ping, adalah pulau kecil namun dengan potensi luar biasa. Di pulau ini terdapat landasan pesawat terbesar yang melintasi Laut Cina Selatan. Pulau ini juga memiliki sumber air tawar sendiri.

"Taipei megetahui bahwa ini adalah satu-satunya pulau dimana Tiongkok sendiri tidak akan berani menganggu Taiwan. Taiwan bebas memperbaharui fasilitas di Tai Ping tanpa takut dengan kritikan Tiongkok," kata ahli strategi militer, Denny Roy, dilansir dari Reuters, Senin (26/5).

Militer Thailand Ancam Bungkam Demonstran

Dewan militer di Thailand memperkuat peringatan terhadap demonstran anti-kudeta yang jumlahnya terus membengkak. Peringatan ini datang sehari sebelum pimpinan kudeta diharapkan mendapat restu raja. 


 Jenderal militer Prayuth Chan-ocha rencananya hari Senin (26/5) mendapat dukungan raja yang dapat meresmikan statusnya sebagai kepala pemerintahan.

Setelah itu diperkirakan Prayuth akan melanjutkan rencananya untuk merombak kancah politik Thailand dengan konstitusi interim pasca kudeta hari Kamis (22/5), dan menunjuk badan legislatif.

Jumat, 23 Mei 2014

Laboratorium Angkatan Laut AS Ubah Air Laut Jadi Bahan Bakar

Selama beberapa abad, para ahli kimia telah mencoba mengubah timbal menjadi emas. Transmutasi telah lama terbukti mustahil, namun mimpi yang mirip -- mengubah air menjadi bahan bakar -- sepertinya dapat diraih. 


Para ilmuwan di Laboratorium Angkatan Laut AS membuktikannya dengan menerbangkan pesawat model yang menggunakan air laut yang telah direkayasa.

Gas alam dan bahan bakar cair, dibakar dalam berbagai jenis mesin pembakar internal, adalah senyawa-senyawa kimia hidrogen dan karbon, yang berasal dari cadangan dalam Bumi.

DK PBB Berlakukan Sanksi atas Boko Haram

Amerika mengatan Dewan Keamanan PBB telah mulai memberlakukan sanksi atas Boko Haram, kelompok militan Islamis terkait al-Qaida, yang telah melancarkan banyak serangan fatal dan baru-baru ini menculik hampir 300 siswi di Nigeria.


Duta Besar Amerika untuk PBB Samantha Power menyambut baik keputusan dewan itu dan menyebutnya “langkah penting mendukung upaya pemerintah Nigeria untuk menumpas Boko Haram dan menghukum para pemimpinnya atas berbagai kekejaman.”

Nigeria, yang sedang menjadi anggota non-permanen dewan itu selama dua tahun, meminta komisi Dewan Keamanan yang memantau sanksi atas al-Qaida agar memasukkan Boko Haram ke dalam daftar teroris untuk dikenai embargo senjata dan pembekuan aset.
 

Kudeta, Militer Thailand Blokir Seluruh Stasiun TV dan Radio

Militer Thailand bertindak cepat usai mengumumkan pengambilalihan kekuasaan pada Kamis, 22 Mei 2014, pukul 16.30 waktu setempat. Mereka memerintahkan pemblokiran semua stasiun televisi dan radio. Seluruh televisi dan radio hanya boleh menyiarkan siaran berisi pengumuman militer.

Militer Thailand kembali mengumumkan kudeta, 22 Mei 2014
Dilansir dari stasiun berita Channel News Asia, juru bicara militer menyampaikan langkah ini ditempuh untuk memastikan berita yang disampaikan kepada publik akurat. Semua stasiun televisi di Asia Tenggara, termasuk saluran berita asing seperti CNN, BBC, dan CNBC, ikut diblokir.

Di layar televisi hanya terlihat beberapa emblem militer Thailand sambil diiringi lagu patriotik Thailand.

Terlalu Galak, Polisi Nepal Dilatih Cara Senyum

Polisi di Nepal kini tengah dilatih untuk menjadi sosok yang lebih rendah hati dan tidak sombong. Menurut juru bicara polisi, lebih dari 600 pelatih telah dikerahkan di seluruh Nepal untuk membantu personel mereka menjadi lebih ramah.

Terlalu Galak, Polisi Nepal Dilatih Cara Senyum

Dilansir dari kantor berita BBC, Rabu 21 Mei 2014, langkah itu merupakan bagian dari program yang disebut "melayani dengan senyuman". Juru bicara kepolisian Nepal, KC Ganesh, mengatakan lebih dari 600 pelatih akan dikerahkan ke 75 daerah untuk melatih personel polisi.

Militer Akhirnya Mengkudeta Pemerintahan Thailand

Panglima Militer Thailand Jenderal Prayut Chan O Cha merebut kekuasaan dalam kudeta militer pada Kamis ini dengan dalih kekerasan terus merebak di Bangkok dan banyak negara bagian kehilangan nyawa warga tak berdosa dan harta benda.

Militer Akhirnya Mengkudeta Pemerintahan Thailand
Prayuth Chan-ocha

"Semua warga Thailand harus tetap tenang dan pejabat pemerintah harus bekerja seperti biasa," katanya dalam pengumuman singkat sekitar pukul 17:00 waktu setempat dengan diapit oleh empat perwira utamanya.

Rumor kudeta sebenarnya telah mencengkeram Thailand sejak Selasa lalu ketika Prayut menyatakan darurat militer. Waktu itu ia berdalih telah bertindak untuk mencegah ketegangan politik yang mematikan di luar kendali.

Kamis, 22 Mei 2014

Amerika Bingung Hadapi Poros Rusia-Cina

Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mengokohkan poros politik dengan Cina. Rusia ingin membangun aliansi baru karena sengketa diplomatik dengan Amerika Serikat dan Eropa. 


Politik keras Amerika Serikat terhadap Rusia dalam krisis Ukraina justru mendorong Putin untuk membangun aliansi baru di Asia. Putin berkunjung ke Cina dan menandatangani sekitar 40 perjanjian ekonomi dengan Presiden Cina Xi Jinping, termasuk kerjasama energi senilai 400 miliiar US Dollar selama 30 tahun. Rusia dan Cina juga menggelar latihan marinir bersama di Laut Cina Timur.

"Ini memang kesempatan sempurna untuk dia (Putin)", kata pengamat politik Clifford Gaddy dari Brookings Institution kepada DW. Padahal presiden AS Barack Obama sebelumnya sudah mencanangkan kemitraan baru Amerika-Asia.

Presiden SBY ke Filipina Bahas Pencegahan Terorisme

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II berangkat menuju Manila, Filipina, dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari. Di Filipina, SBY mempunyai dua agenda yaitu membahas hubungan kedua negara dan menghadiri World Economic Forum.


Saat jumpa pers sebelum menaiki pesawat kepresidenan, SBY menyebutkan hubungan Indonesia dan Filipina begitu penting karena itu peningkatan kerja sama diantara kedua negara harus ditingkatkan. "Filipina adalah mitra dan sahabat dekat Indonesia di samping negara tetangga yang memiliki hubungan di berbagai bidang juga sama-sama anggota ASEAN, APEC, dan berbagai organisasi internasional, hubungan baik dan berkembang," ungkapnya di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Kamis pagi.

AS Uji Coba Sistem Pertahanan Misil Terbaru

Amerika Serikat mencoba untuk kali pertama sistem pertahanan misil terbaru di Pulau Kauai, Hawaii, Rabu (21/5/2014). Sistem ini didesain khusus untuk melindungi pasukan NATO di Eropa.

Kapal AS Donald Cook akan berlabuh di Rota, Spanyol, sebagai platform sistem pertahanan misil

Agensi Pertahanan Misil dan Angkatan Laut AS menggunakan Sistem Persenjataan Aegis untuk melacak target latihan. Mereka berhasil menghancurkan target tersebut dengan menggunakan misil Standard Missile-3 Block IB yang dibuat perusahaan Raytheon Co. Tes berikutnya dilakukan tahun depan.

Serangkaian Ledakan kembali Gegerkan Warga Tiongkok

Serangkaian ledakan terjadi di dekat sebuah pasar di wilayah kota Urumqi, Xinjiang, Tiongkok, Kamis (22/5/2014). Kantor berita Xinhua menyebut beberapa orang dilarikan ke rumah sakit. Api serta asap tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Rombongan polisi militer berkonvoi di Xinjiang, Tiongkok, yang belakangan menjadi target serangan kelompok teroris

Para penyerang yang masing-masing mengemudikan sebuah kendaraan menerobos kerumunan dan melemparkan bahan peledak melalui jendela. Saksi mata melihat salah satu mobil meledak dan disusul beberapa ledakan lainnya.

"Saya mendengar empat atau lima ledakan. Saya ketakutan sekali. Saya melihat tiga atau empat orang tergeletak di jalanan," ucap Fang Shaoying, pemilih sebuah minimarket di dekat lokasi.

Kepolisian Meksiko Selamatkan 35 Korban Penculikan Kartel Narkotika

Kepolisian Federal Meksiko menyelamatkan 35 korban penculikan geng kriminal di negara bagian Guerrerro, Rabu (21/5/2014). Puluhan korban ditemukan dalam sebuah investigasi pencarian empat orang yang dilaporkan hilang di Guerrero pada Oktober lalu.

Anggota kepolisian Meksiko berada di sebuah tempat kejadian perkara di negara bagian Guerrero

Petugas yang dibantu personel militer juga menangkap empat tersangka penculik dan tengah mencari enam lainnya. Para korban penculikan mendapat perawatan medis dan psikologis karena mereka menunjukkan gejala malnutrisi ekstrem dan juga berbagai bekas luka penyiksaan.

Militer Thailand Pertemukan Oposisi dan Pemerintah

Menyusul darurat perang yang diberlakukan di Thailand, militer mengundang pihak-pihak yang bertikai untuk bertemu dan mencari solusi. Amerika Serikat mendesak agar militer secepatnya memulihkan kekuasaan sipil. 

Militer Thailand Pertemukan Oposisi dan Pemerintah

Militer Thailand menggelar pertemuan darurat yang mempertemukan dua rival politik. Langkah tersebut diambil untuk mencegah negeri gajah putih itu menjelma menjadi "Ukraina atau Mesir," tulis militer dalam siaran persnya, usai memberlakukan darurat perang di Thailand, Selasa (20/5).

Amerika Serikat mendesak agar militer Thailand secepatnya mengembalikan kekuasaan kepada kelompok sipil. Militer sendiri mengaku pihaknya akan menghormati hukum internasional dan cuma akan menggunakan kekuatannya untuk "menjaga stabilitas keamanan."

Cina Serukan Aliansi Baru Tandingi Amerika

Cina mengajak negara negara Asia membentuk aliansi keamanan baru guna membatasi pengaruh AS di kawasan. Uniknya, negeri Komunis itu memperingatkan AS agar tidak melakukan hal serupa terkait konflik di Laut Cina Selatan.


Cina mulai merenggangkan otot menghadapi konflik di Laut Cina Selatan. Presiden Xi Jinping menyerukan pembentukan struktur kerjasama keamanan baru di Asia yang melibatkan Rusia dan Iran, tanpa Amerika Serikat.

"Kita harus memperbaharui kerjasama keamanan dan meracik struktur baru di kawasan," kata Xi di sebuah konfrensi di Shanghai yang dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin dan kepala pemerintah dari negara-negara di Asia Tengah.

Sabtu, 17 Mei 2014

Iran Rekrut Warga Afganistan Jadi Tentara Bayaran di Suriah

Keterlibatan Iran dalam perang Suriah semakin kentara. Dilaporkan, pemerintah Syiah Iran membayar pengungsi Afghanistan di negara mereka untuk ikut berperang di Suriah. Para pengungsi ditawarkan uang dan kompensasi lainnya agar mau turun ke medan perang.

Iran Rekrut Warga Afganistan Jadi Tentara Bayaran di Suriah

Hal ini diberitakan oleh koran Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber pejabat Afganistan dan Barat Kamis lalu. Menurut sumber WSJ, pemerintah Hassan Rouhani menawarkan gaji setara Rp5,7 juta per bulan bagi pengungsi Afghanistan yang ingin jadi tentara bayaran di Suriah. Selain itu, mereka juga akan dapat izin tinggal.

Selain itu, anak-anak para pengungsi akan disekolahkan dengan gratis di Iran. Hal ini dikonfirmasi kebenarannya oleh kantor Grand Ayatullah Mohaghegh Kabuli, pemimpin Syiah Afganistan di kota Qom, Iran. Tentara Garda Revolusi Iran (IRGC) juga membenarkan hal ini.

Netanyahu Rayu Hagel untuk Cegah Ambisi Nuklir Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel Jumat ini bahwa kekuatan dunia harus mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Benjamin Netahyahu dan Chuck Hagel

"Saya berpikir bahwa sementara pembicaraan dengan Iran yang terjadi, ada satu hal yang harus membimbing masyarakat internasional dan yang tidak membiarkan ayatullah menang," kata kantor Netanyahu seperti dikutip pada awal pertemuan mereka di Yerusalem .

"Kita tidak harus membiarkan Iran, negara teroris terkemuka zaman kita, untuk mengembangkan kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu.

Kunjungan Kepala Pentagon untuk Israel datang sementara Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya menggelar pembicaraan dengan Iran untuk perjanjian jangka panjang guna meredakan kekhawatiran internasional tentang ambisi nuklirnya.

VIDEO: Dashyatnya Bom 60 Ton Milik Pejuang Suriah

Bahan peledak seberat 60 ton meluluhlantakkan pangkalan militer di kota al-Sawadi, Provinsi Idlib, Suriah. Ledakannya sangat dahsyat, hingga menerbangkan semua yang di atas tanah puluhan meter ke udara, menghancurkannya menjadi debu.



Rekaman ledakan bom yang terjadi Rabu, 14 Mei 2014. Radius ledakan sangat luas, meratakan pangkalan militer di kota yang dikuasai pemerintah rezim Bashar al-Assad itu.

Komandan Front Islam, salah satu kelompok pejuang Suriah, diberitakan New York Daily mengatakan bom diletakkan di bawah tanah melalui terowongan yang mereka gali. Terowongan itu memiliki panjang 850 meter, berujung tepat di bawa pangkalan militer tersebut.

RI Minta Tiongkok dan Vietnam Saling Menahan Diri

Ketegangan yang terjadi antara Vietnam dengan Tiongkok yang dipicu pengeboran minyak di Laut China Selatan, turut membuat prihatin Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, menyerukan agar kedua pihak menahan diri, menghormati komitmen yang tercermin dalam Deklarasi Tata Kelakuan Baik bagi semua pihak di LCS (DOC) dan menghindari langkah yang dapat menambah ketegangan. 

Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa
Demikian isi siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima VIVAnews pada Jumat, 16 Mei 2014. Marty turut menyarankan agar kedua pihak berkomunikasi demi menstabilkan situasi. Salah satunya bisa melalui penggunaan jalur komunikasi hotline yang telah disepakati sebelumnya.

Jumat, 16 Mei 2014

Cina Siap Lawan Vietnam di Laut Cina Selatan

Kepala Staf Tentara Pembebasan Rakyat Cina Jenderal Fang Fenghui mengatakan akan melindungi tambang minyaknya di perairan Laut Cina Selatan, wilayah yang sedang diperebutkan Cina dan Vietnam. Dia memastikan tambang itu akan terus beroperasi meskipun ada protes dan kemarahan dari Hanoi.  


"Yang akan kami lakukan adalah menjamin keamanan tambang minyak dan memastikan operasi terus berlangsung," kata Jenderal Fang dalam konferensi pers seusai pembicaraan dengan rekannya, Jenderal Martin Dempsey, di Pentagon, Amerika Serikat, Kamis 15 Mei 2014.

Vietnam telah mengirim kapal untuk mencoba mengganggu pengeboran. "Dan itu adalah sesuatu yang tidak dapat kami terima," ujarnya melalui seorang penerjemah.

Kamis, 15 Mei 2014

12 orang tewas dalam serangan di Irak

Serangan-serangan bom dan penembakan di Irak, Rabu, menewaskan sedikitnya 12 orang, sebagian besar polisi dan prajurit, kata sejumlah pejabat.

 
Insiden mematikan itu terjadi sehari setelah gelombang serangan, termasuk sembilan bom mobil di Baghdad, menewaskan 42 orang, yang terakhir dari kekerasan yang menewaskan lebih dari 3.300 orang tahun ini.

Serangan paling mematikan terjadi di Tikrit dan Balad di provinsi Salaheddin sebelah utara Baghdad, dimana lima polisi dan satu prajurit tewas dalam penembakan-penembakan.

Ukraina rugi 85 miliar dolar akibat kehilangan Krimea

Kerugian Ukraina akibat kehilangan Semenanjung Krimea di Laut Hitam berjumlah tak kurang dari 85 miliar dolar AS, kata Menteri Kehakiman negeri itu Pavlo Petrenko di Kiev, Rabu.


"Kementerian Kehakiman akan membentuk satu unit khusus untuk mengembalikan aset dan ganti rugi yang ditimbulkan oleh pencaplokan Krimea secara tidak sah," kata Petrenko dalam satu pertemuan.

Balas Sanksi, Rusia Usir AS dari Stasiun Luar Angkasa

Rusia membawa ketegangan dengan Amerika Serikat hingga ke luar angkasa. Setelah dihujani sanksi ekonomi oleh AS dan sekutunya di Eropa, pemerintah Kremlin membalasnya dengan mengusir AS dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Balas Sanksi, Rusia Usir AS dari Stasiun Luar Angkasa

Diberitakan Reuters, Selasa 13 Mei 2014, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin mengatakan AS harus hengkang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut pada tahun 2020. Rusia juga telah menolak permintaan AS memperpanjang waktu pakai stasiun yang berada di orbit Bumi tersebut.

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS memang saat ini diawaki oleh AS dan Rusia. Namun sejak pesawat luar angkasa AS pensiun pada 2011, Washington mengandalkan pesawat antariksa Soyuz milik Rusia untuk menuju ISS.

Getar-getar genderang "Perang Dingin" baru AS dan Rusia

Sejarah mencatat, Amerika Serikat (AS)dan Rusia—sebelumnya Uni Soviet—pernah terlibat Perang Dingin. Kedua negara adi daya itu berlomba-lomba unggul dalam segala hal, terutama militer. Senjata nuklir, sudah tentu dimiliki keduanya.

Getar-getar genderang "Perang Dingin" baru AS dan Rusia

Berganti era, berganti pemimpin, AS dan Rusia terkadang "mesra", namun tak jarang bersitegang. Termasuk di era saat ini, ketika AS dipimpin Barack Obama dan Rusia dipimpin Vladimir Putin. Dalam kasus krisis Suriah misalnya, AS terbukti tidak bisa leluasa untuk menyerang negara sekutu Rusia itu layaknya menggempur negara-negara Timur Tengah sebelumnya.

Kini, krisis Ukraina kembali menjadi ajang pamer pengaruh kedua negara itu. Dicaploknya Crimea dari Ukraina oleh Rusia cukup membuat jengkel negeri Paman Sam itu. Namun, di balik krisis Ukraina, getar-getar genderang “Perang Dingin” baru kedua negara itu sejatinya mulai terasa.
 

Rabu, 14 Mei 2014

Saling Ejek, Korea Utara Ancam Serang Korea Selatan

Korea Utara (Korut) telah mengancam akan "menghapus" Pemerintahan Korea Selatan (Korsel) buntut dari ucapan pejabat di Seoul yang mengatakan bahwa Korut "harus segera menghilang".

Pemimpin Korut, Kim Jong Un bersama sang istri saat mengontrol pasukannya

Ucapan tersebut pun memicu respons kemarahan dari pihak Korut dalam eskalasi retorika antara kedua negara yang bersaing ini. Demikian seperti dilansir dari Belfast Telegraph, Selasa (13/5/2014).

Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara menyebut komentar yang dilontarkan Korea Selatan tersebut adalah sebuah provokasi yang "tak tertahankan" yang menunjukkan adanya pengambilalihan Korut oleh Korsel.

Ingkar Janji, Rezim Suriah Masih Gunakan Senjata Kimia

Rezim Suriah lagi-lagi menggunakan senjata kimia, kendati sudah berjanji akan memusnahkannya. Pemerintah Bashar al-Assad dituduh masih menyembunyikan senjata-senjata kimia untuk digunakan menggempur warganya.

Ingkar Janji, Rezim Suriah Masih Gunakan Senjata Kimia
Bom Chlorine dijatuhkan rezim Suriah di kota Keferzita
Diberitakan Al-Jazeera, Selasa 13 Mei 2014, hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius saat mengunjungi Washington, Amerika Serikat. Pernyataan Fabius dilayangkan bertepatan dengan pernyataan lembaga HAM Human Right Watch (HRW) yang mengungkapkan hal yang sama.

Fabius mengatakan, ada bukti kuat yang menunjukkan rezim Syiah Assad telah menjatuhkan 14 senjata kimia jenis chlorine sejak 25 Oktober tahun lalu. Peristiwa terakhir diduga terjadi bulan lalu di permukiman warga di Keferzita.

Presiden: penyelesaian isu Laut China Selatan tanpa militer

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan penyelesaian ketegangan di kawasan Laut China Selatan agar dilakukan tanpa penggunaan kekuatan militer oleh semua negara yang berkepentingan atau terlibat dalam isu tersebut.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

"Kuncinya adalah jangan ada yang tergoda menggunakan kekuatan militer. Kalau itu bisa disepakati, apa pun ketegangan di Laut Tiongkok Selatan bisa ada solusinya," kata Presiden dalam keterangan pers sebelum bertolak menuju Jakarta usai menghadiri rangkaian KTT ASEAN di Naw Pyi Taw Myanmar, Senin.

Kepala Negara mengatakan salah satu pembicaraan dan isu yang mencuat adalah mengenai perdebatan kebangkitan Tiongkok apakah merupakan ancaman atau bukan.

Operasi militer di Ukraina, 400 tentara bayaran AS dikerahkan

Sekitar 400 tentara bayaran elite dari perusahaan keamanan swasta di Amerika Serikat (AS) ambil bagian dalam operasi militer di Ukraina. Ratusan tentara bayaran itu menjalankan misi untuk menindak massa separatis pro-Rusia di Ukraina timur dan tenggara.

Operasi militer di Ukraina, 400 tentara bayaran AS dikerahkan

Keberadaan ratusan tentara bayaran AS itu pertama kali dilaporkan media Jerman, Bild am Sonntag. Mengutip sumber di kalangan intelijen, media Jerman itu menyatakan bahwa 400 tentara bayaran dari perusahaan bernama Academi terlibat dalam operasi militer di Slavyansk, Donetsk, Ukraina timur.

Sebelum laporan itu muncul, pada tanggal 29 April 2014, Layanan Intelijen Jerman (BND) menginformasikan tentang gerakan tentara bayaran dalam operasi militer di Ukraina timur. Namun, hingga kini belum jelas pihak mana yang memerintahkan atau menyewa tentara bayaran tersebut.
 

Selasa, 13 Mei 2014

Pesawat Kepresidenan Korea Utara Buatan Rusia

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, ternyata memiliki pesawat jet kepresidenan buatan Rusia, IL-62. Informasi ini terungkap dari sebuah foto yang diterbitkan di harian Korut, Rodong Sinmun.


Dilansir dari laman Dailymail, Senin 12 Mei 2014, dalam foto terlihat Kim yang baru keluar dari pesawat bersama sang istri Ri Sol-ju setelah menghadiri sebuah acara kenegaraan. Mereka berjalan melewati barisan tentara yang menyambut mereka di sebuah bandara yang lokasinya tidak diketahui.

Sepintas dari desain bagian luar, terdapat bendera Korut di bagian badan pesawat dan lambang bintang yang merepresentasikan Kim di bagian ekor.

Donetsk Deklarasikan Kemerdekaan dari Ukraina

Kelompok separatis pro-Rusia telah mendeklarasikan daerah Donetsk di Ukraina sebagai negara merdeka dan meminta Rusia untuk mempertimbangkan Donetsk menjadi bagian dari Federasi Rusia.

Denis Pushilin, ketua kelompok separatis pro-Rusia memberikan keterangan pers di Donetsk

Kantor berita resmi Rusia RIA Novosti hari Senin (12/5) mengutip seorang pemimpin separatis – Denis Pushilin – yang mengatakan, berdasarkan hasil referendum hari Minggu, Republik Rakyat Donetsk kini merupakan “negara berdaulat”.
 

Kristin Lund perempuan pertama komandan pasukan PBB

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Senin (12/5), mengangkat Mayor Jenderal Kristin Lund untuk mengomandani pasukan pemelihara perdamaian PBB di Siprus, sehingga ia menjadi perempuan pertama yang memangku jabatan semacam itu dalam pasukan PBB.

Kristin Lund

Lund (56) akan menggantikan Mayor Jenderal Chao Liu dari Tiongkok pada 13 Agustus. Liu telah memimpin Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Siprus (UNFICYP) sejak 2011.

Ban memberi penghargaan atas pengabdian Mayor Jenderal Liu di UNFICYP, tempat dedikasi, profesionalisme dan kepemimpinannya memberi sumbangan sangat besar bagi upaya PBB, kata kantor juru bicara PBB saat mengumumkan pengangkatan Lund.

Ditekan batasi produksi rudal, Khamenei sebut Barat tolol

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut negara-negara Barat bodoh dan tolo karena menekan Teheran untuk membatasi program rudal. Dia justru menyerukan Garda Revolusi Iran untuk memproduksi rudal secara besar-besaran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Amerika Serikat dan negara-negara Barat telah menyatakan keprihatinannya tentang program rudal Iran. Mereka menduga Iran sudah bisa memproduksi hulu ledak nuklir. Namun, hal itu dibantah Iran yang mengklaim tidak memiliki rencana mengembangkan senjata nuklir.

”Mereka mengharapkan kita untuk membatasi program rudal kami, sementara mereka terus-menerus mengancam Iran dengan aksi militer. Jadi ini (tekanan Barat) adalah suatu hal bodoh dan tolol,” kata Khamenei, seperti dilansir Reuters, Senin (12/5/2014).

Iran Klaim Berhasil Tiru Pesawat Tanpa Awak AS

Pemerintah Iran mengklaim telah berhasil meniru pesawat tanpa awak AS, RQ-170 Sentinel yang berhasil mereka tangkap pada 2011 lampau. Iran mengklaim, pesawat tiruan itu rencananya akan diuji terbang dalam waktu dekat ini.


Iran Klaim Berhasil Tiru Pesawat Tanpa Awak AS

Kabar keberhasilan Iran itu ditayangkan di televisi milik negara Iran, Minggu (11/5). Tayangan itu memperlihatkan sebuah pesawat yang telah direplikasi.

Pada 2011 lampau, Iran berhasil menangkap pesawat tanpa awak AS RQ-170 Sentinel saat terbang di wilayah udaranya. Pesawat tanpa awak itu tengah dalam misi memata-matai situs nuklir Iran, demikian dilaporkan sejumlah media AS. Iran mengaku telah membawa pesawat tak berawak itu turun secara elektronik dengan cara mengganggu sistem GPS-nya.


Senin, 12 Mei 2014

Kelompok Pro Rusia Klaim Menang Referendum di Ukraina Timur

Kelompok pro Rusia di Ukraina Timur mengatakan hasil awal referendum menujukan mayoritas pemilih menginginkan kedaulatan di wilayahnya. Hal ini mereka katakan pada referendum yang berlangsung pada Ahad (11/5).

Kelompok Pro Rusia Klaim Menang Referendum di Ukraina Timur
Milisi Ukraina pro-Rusia

Sebanyak hampir 75 persen pemilih menggunakan hak suaranya di Kota Donetsk, salah satu wilayah di Ukraina Timur. Referendum ini tetap dilangsungkan di tengah kecaman Pemerintah Pusat Ukraina dan negara-negara barat.

Dalam referendum tersebut tidak ada pengamat independen yang melakukan pengawasan dalam pemungutan suara. Hal ini mengkhawatirkan sejumlah pihak jika nantinya hasil dari pemungutan suara tersebut dapat bermasalah.

ASEAN cemas atas konflik di Laut Tiongkok Selatan

Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Sabtu, menyatakan cemas atas ketegangan yang meningkat setelah Vietnam dan Filipina siap bentrok dengan Beijing di perairan yang disegketakan.

ASEAN cemas atas konflik di Laut Tiongkok Selatan
Menlu Marty Natalegawa

Para menteri luar negeri ASEAN "menyatakan sangat cemas atas perkembangan sekarang" di laut itu di mana terjadi klaim yang tumpang tindih, sehari menjelang KTT para pemimpin kelompok itu di Naypyidaw.

Ketegangan di Laut Tiongkok Selatan meningkat pekan ini setelah Beijing memindahkan satu anjungan pengebor minyak di perairan yang juga diklaim Hanoi, memicu konflik di mana Vietnam mengatakan kapal-kapalnya diserang.

Dukung Bashar Assad, Rusia Kirimkan 36 Jet Tempur Yak-130 ke Suriah

Rusia segera mengirimkan 36 pesawat jet tempur Yak-130 ke Suriah pada akhir tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Dukung Bashar Assad, Rusia Kirimkan 36 Jet Tempur Yak-130 ke Suriah

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, harian Rusia Kommersant, menulis pada hari Senin (04/05/2014) bahwa Damaskus akan menerima sembilan pesawat tersebut sampai akhir 2014, sampai dua tahun ke depan.

“Kami akan memenuhi kewajiban yang sudah ditandatangani sebelumnya dalam hal penyediaan jet tempur 36 Yak-130 ini,” kata sumber tersebut.

Minggu, 11 Mei 2014

Marinir Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Hadapi China

Puluhan marinir AS dan Filipina meluncurkan serangan pura-pura di Laut China Selatan di pantai Filipina pada Jumat ini di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan negara-negara tetangganya yang lebih kecil.

Latihan perang militer AS dan Filipina

Latihan yang merupakan bagian dari latihan perang tahunan antara kedua negara terjadi setelah Vietnam mengatakan kapalnya ditabrak oleh kapal-kapal China  yang melindungi rig minyak laut dalam di perairan yang disengketakan di lepas pantai Vietnam.

Kini semuanya ini memicu kekhawatiran dari Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa tentang memburuknya keamanan di wilayah tersebut.

Al-Qaeda serang istana Presiden Yaman

Setidaknya empat pengawal Presiden Yaman tewas dalam baku tembak dengan militan al-Qaeda, kemarin. Insiden itu terjadi, ketika para militan itu menyerbu istana presiden di Sanaa.

Para tentara Yaman berkumpul setelah terlibat baku tembak dengan militan al-Qaeda. Foto: Reuters.

Rentetan tembakan terdengar di sekitar istana presiden. Selain itu, ledakan juga terdengar di dekat perumahan, di kompleks gedung pemerintah di Ibukota Sanaa. Seorang tentara Yaman dilaporkan tewas dalam baku tembak itu.

Serangan militan al-Qaeda terjadi beberapa jam, setelah pemerintah setempat mengumumkan, bahwa pasukan Yaman membunuh seorang militan asing dan menangkap dua militan lainnya di Provinsi Shabwa.
 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...